Secara Resmi West Papua Diundang Mengikuti  Proses Referendum  Bougainville

Cinque Terre
Manfred Kudiai

28 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Pimpinan OPM-TPNPB saat mengadiri undangan mengikuti prosesi refrendum Bougenville. (Doc.Sebby Sambom.Ist)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Bougainville Revolution Army dan The Bougainville Unification Core Groups (BRA-UBCG) mengundang Organisasi Papua Merdeka- Tentara Pembebasan Papua Barat (OPM-TPNPB)  untuk mengikuti dan menyaksikan Jalan nya Referendum di Bougainville dari Tanggal 23 November hingga 07 Desember 2019.

 

Hal tersebut dikatakan Jubir OPM-TPNPB, Sebby Sambom kepada media ini, Sabtu (16/11) via pesan eletronik.

 

“BRA-UBCG secara resmi hari ini menyerahkan undangan atas nama rakyat Bougainville kepada rakyat bangsa Papua yang diberikan langsung oleh Chief of Defence BRA Mr. Ishmael Toroama kepada ketua OPM TPNPB Tuan Jeffry Bomanak di Port Moresby yang di saksikan oleh President dari PNG UNION FOR FREE WEST PAPUA Mr. Kenn Mondiai dan Ketua Solidaritas Rakyat Melanesian Mr. Tonny Fofoe,” kata Sebby ketika dihubungi media ini.

 

Undangan yang buat oleh BRA-UBCG Kepada OPM-TPNPB ini berdasarkan kesepakatan bersama Antara OPM dan BRA yang disebut "SUN I KAMAP TO SUN I GO DAUN" komitmen bersama bagi perjuangan Bangsa Papua dan rakyat Bougainville untuk Merdeka dan berdaulat sama seperti negara negara lain di muka bumi.

 

Dan kesepakatan ini terus dijalankan dengan penuh komitmen, ke disiplinan dan keyakinan bahwa suatu ketika kedua bangsa dari matahari terbit Bougainville dan matahari terbenam West Papua akan Merdeka sesuai Cita Cita luhur rakyat Bougainville dan West Papua.

 

Saat penandatangan  oleh para pimpinan  BRA-UBCG Mr.  Ishmael Toroama mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk West Papua terus dijajah oleh Indonesia dan perjuangan bangsa Papua akan menjadi prioritas bagi rakyat Bougainville ketika impiannya Tercapai dalam proses referendum ini.

 

“Setelah Mr Toroama melakukan tanda tangannya dan diberikan langsung kepada ketua OPM TPNPB Tuan Jeffrey Bomanak,” paparnya dalam penyataan tertulis.

 

Mr. Jeffrey Bomanak selaku ketua OPM TPNPB menyatakan bahwa kami menerimah sebuah kehormatan oleh rakyat Bougainville dalam bentuk undangan untuk menghadiri dan menyaksikan Jalan nya Referendum bagi rakyat Bougainville adalah sebuah kehormatan bagi seluruh rakyat bangsa Papua.

 

“Proses kerja sama Antara OPM-TPNPB dan BRA adalah sebuah proses yang tidak gampang dijaga oleh kedua pimpinan dari kedua wilayah dari matahari terbit Bougainville dan ke matahari terbenam West Papua,” katanya.

 

Pihak OPM-TPNPB menyampaikan banyak terimaksih kepada Tuhan dan rakyat Bougainville untuk mengundang kami bangsa Papua untuk menyaksikan Referendum di Bougainville, kami akan datang atas nama bangsa Papua.

 

"kami akan tiba dengan BERLUMURAN DARAH dan air Mata rakyat kami West Papua untuk menyaksikan negara baru yang akan lahir di negeri Mata hari terbit", katanya.

 

Lanjut, “Jika Mata hari itu terbit pasti ada terbenam nya, maka itu rakyat bangsa Papua bersama kepemimpinan OPM-TPNPB saat ini sangat sadar bahwa semua yang sudah dilakukan dan disepakati bersama dalam agreement SUN I KAMAP TO SUN I GO DOWN bagi rakyat Bougainville dan West Papua selama 21 tahun adalah  merupakan kehendak  Allah  Bangsa  Papua  dan  Allah  leluhur  bangsa Bougainville.”

 

Sementara itu Pihak OPM-TPNPB juga menyampaikan banyak terima ksih kepada pemerintah PNG yang mampu menghargai Hak Hak politik rakyat Bougainville dalam proses referendum nanti.

 

“Semoga Indonesia, Amerika dan PBB yang sudah Salah dalam implementasikan referendum bagi rakyat Papua pada PEPERA 1969 akan belajar dan meminta maaf kepada rakyat bangsa Papua hingga secara terbuka mengakui dan memberikan Hak politik bagi rakyat Papua untuk menentukan Nasib politiknya sendiri sesuai standard international,” beber Sebby Sambom.

 

Menurut Jubir OPM-TPNPB dalam pernyataan sikap meminta supaya Indonesia juga harus bercermin pada PNG yang telah memberikan keberdekaan bagi Bogenville.

 

“Kolonial Indonesia harus mengakui bahwa rakyat Papua sudah punya embrio negara 1 Desember 1961 dan deklarasi negara West Papua pada 1 July 1971, berdasarkan itu OPM-TPNPB sebagai organisasi induk perjuangan bangsa Papua yang memiliki  legitimacy dan  otoritas tertinggi  terhadap perjuangan  bangsa Papua menyampaikan selamat menyukseskan proses referendum hingga Bougainville Merdeka,” terangnya.

 

“Ketua OPM TPNPB Tuan Jeffrey Bpmanak, mengatakan laporan tersebut dibuat agar diketahui oleh seluruh rakyat Papua dan rakyat Bougainville serta seluruh masyarakat International di seuruh dunia,” Kata Sebby kepada semua Journalis dan juga Pendukung Papua merdeka, dan Bougenville di seluruh dunia Oleh Juru Bicara TPNPB-OPM.

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait