Segelas Kopi Senang Menemani Mengenang Arnold C AP

Cinque Terre
Alexander Gobai

3 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh, Maximus Sedik)*

 

Perjuangan untuk merebut suatu kemerdekaan dari penjajahan yang menjajah suatu, kelompok manusia dimana tempat mereka tinggal. Perjuangan memang begitu berat, bahkan mengorbankan jutaan nyawa para pejuang kemerdekaan. Baik para aktivis, musisi, seniman, sastrawan, dan banyak pejuang-pejuang lainnya. Para korban dari perjuangan berpkir bagaimana untuk bebas dari penjajahan dan hidup damai sebagai manusia yang istimewa.

 

Begitu juga perjuangan seorang musisi muda papua yang dibunuh pada tanggal 26, April 1984 Ia adalah Arnold Clemens AP. Seorang musisi muda papua ini, membangun sebuah perjuangan untuk merebuat kemerdekaan dari para penjajah melalui karya music yaitu music mambesak. Tujuan seorang musisi muda papua, Arnold Clemens Ap mengerakan seluruh rakyat Papua melalui karya music sebagai memberi semangat bagi rakyat papua yang dijajah colonial indonesia dan harus bangkit dan lawan.

 

Dan jangan pernah takut untuk berjuang, tetapi tetap berjuang sampai merebut kemerdekaan bangsa Papua dari penjajahan kolonial indonesia. Sehigga kita hidup tanpa penjajahan di atas tanah leluhur kita papua. Mengenang musisi, curator dan budayawan muda papua yang dibunuh oleh kaki tangan kolonial indonesia atas perjuangan untuk merebut kembali kemerdekaan papua yang sudah dinyatakan merdeka secara penuh. Tetapi Negara penjajah colonial indonesia secara pemaksaan melalui tindakan yang mengancam jutan nyawa manusia papua sejak Tahun 1961- 2018 di tanah Papua.

 

Arnold Clemens Ap, ia mampu menyatukan seluruh rakyat Papua dengan cara berkarya maupun memperlajari budaya maupun bahasa. Tujuannya hanya untuk membawa rakayat papua keluar dari penjajahan indonesia. Karena ia mampu memhami, bagaiman kondisi kehidupan masyarkat papua ketika berada pada bingkai Negara indonesia. Ketika rakyat papua hidup dalam bingkai Negara ini, rakyat papu dibunuh, dieksplotasi hasil bumi secara habis-habisan. Dan ditangkap, ditahan dan berbagai tindakan tidak secara kemanusian dilakukan terhadap seluruh masyarakat papua. Banyak tokoh-tokoh karismatik Papua yang berjuang untuk membela kebenaran dan keadilan dibunuh dengan berbagai cara baik yang diketahui maupun tidak diketahui di seluruh tanah Papua.

 

Saya mengkutip kata yang  membuat seorang pejuang musisi muda papua yang berjuang sampai mati dibunuh, Arnold Clemns Ap.” Jangan takut katakan itu benar kalau itu benar. Jangan takut katakan itu salah kalau itu salah’’. Kutipan tersebut merupan kutipan seorang Arnold Clemens Ap, yang menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di Papua melalui seni music. Karya-karyanya selalu menjadi  tetesan embun inspirasi bagi rakyat papua, dan terlebih khusus kami sebagai kaum revolusioner papua. kutipan tersebut, memberikan inspirasi kepada rakyat papua untuk tetap berjuang. Seniman muda ini, mengajak seluruh orang Papua untuk jangan takut menyatakan hal yang benar dan salah. Dari jaman dahulu sampai sekarang, banyak orang Papua yang masih takut untuk menyatakan hal yang benar dan salah. Di tambah lagi otonomi khusus yang diberikan NKRI untuk orang papua. Hal tersebut membuat manusia papua semakin menikmati yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar.

 

Dengan ini, benih-benih colonial dan kapitalis kecil selalu subur dan berkembang di tengah-tengah manusia papua. contohnya banyak perkembagan di tanah papua dan perbauran kehidupan papua dan non Papua. Banyak manusia Papua masih dalam dunia instanan baik dari cara berpikirnya maupun tindakanya, sehingga tetap terjajah dari segal aspek.

 

Kutipan yang kedua ‘’Aku tindur dan bermimpi bahwa hidup ini penuh dengan kebahagian, tetapi ketika aku bangun hidup ini penuh dengan penderitaan’’. Ketipan ini dari Tuan Arnold Clemns Ap. Kutipan ini, sangat sesuai dengan situasi venomenal kehidupan manusia papua, dimana para pemakai jas yang indah  masih merasakan tidur yang nyeyak dan nikmat dengan bermimpi pemekaran provinsi, pemekaran kabupaten, pemekaran distrik, pemekaran jabatan, pemekaran  kampung, sampai pemekaran istri dan suami.

 

Semua itu, membuat para pemakai jas merasa dalam pelukan  bantal bergerak sehingga  terbawa dalam alam mimpi yang indah dan panjang sehingga tidaka bisa tanda bangun-bangun dari tidurnya. Akhirnya manusia papua dalam alam Papua menjadi ikut ditelang habis oleh mimpi indahnya. Dari kedua kutipan ini, saya berpendapat bahwa apa yang dipikirkan oleh Tuan Arnold Clemens Ap, sangat tepat sesuai dengan kehidupan manusia papua sejak menyatu dengan NKRI. Sehingga rentetan pertiwa kemanusian di papua tidak penah menurun dari angkanya dan  dari waktu ke waktu. Dan ekspoltasi alam papua juga tidak pernah berhenti dari tahun ke tahun, ini semua akibat dari para pejabat Papua yang sudah diberi overdosis yang berlebihan dengan jabatan dan kekuasan.

 

Tuan Arnold Clemns Ap, sudah pergi meniggalkan kami dari tanah Papua sudah lama. Tetapi jiwanya masih hidup bersama rakyat papua dalam medan perjuangan untuk merebut kemerdekaan papua dari penjajah. Seluruh penerus muda papua mari kita berjuang bersama untuk menantang para penjajah indonesia. Kita berjuang untuk selamatkan alam kita, berjuang untuk selamatkan mamusia, dan juga berjuang untuk selamatkan planet besar ini dari pemanasan global.  Mari kita semua sadar dan berpikir atas apa yang terjadi tanah kita Papua.

 

Persoalan di Papua adalah persoalan kita bersama, bukan persoalan sekelompok orang atau persoalan dalam pandangan pemerintahan. Jangan tunggu kita mati baru berjuang tetapi berjuang sampai mati bersama bumi papua untuk merebut kemerdekaan Papua. berjuang untuk masa depan generasi kita yang akan datang, kita mengenal Arnold Clmens Ap melalui karayanya untuk papua. Maka sekarang mari kita berkarya juga untuk papua, berikanlah diri untuk berpikir apa menjadi kepentingan orang banyak disitulah namamu dikenang sepanjang masa.

‘’Bepikir dan  berkarya untuk Papua’’

 

Penulis adalah mahasiswa Tambrauw kuliah di Yogyakarta)*

Baca Juga, Artikel Terkait