Sejarah 13 Januari Gereja Kingmi Koordinator Puncak Selatan

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

8 Hari yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Logo Gereja Kingmi di Tanah Papua.Ist

 


Arikel--Gereja kemah Injil kingmi di tanah papua adalah anggota, persekutuan Gereja-Gereja Injil Indonesia PGII Gereja ini bercikal bakal dari The Christian and Missionary Aliance C&MA  yang didirikan pada tahun 1897 oleh Albert Benyamin simson seorang keturunan Skotlandia berkebangsaan Canada, A.B. Simson percaya bahwa Yesus Kristus akan datang kembali ke dunia setelah semua bangsa ini injili. Demikian untuk apa yang dipercaya olehnya melalui lembaga yang didirikan 250 Misionaris dikrim sepuluh negara termasuk Hindia Belanda yang sebut Indonesia pada zaman penjajahan.

 

Pada tanggal 29 oktober 1919 A.B. simson di pangil oleh Tuhan, dan visi beliau di angkat oleh dr. Robert A. Jaffray dalam suatu pertemuan telah di utus untuk datang ke Indonesia tiba di pulau Jawa pada tanggal 29 Juli 1929 sekaligus mulai pelayananya di Indonesia bagian Barat.

 

Pada tahun 1938 setelah Jaffray melayani di pulau lain di Indonesia mengarahkan pelayanannya ke arah Timur dimana terbitnya Matahari Nieuw Guinea yang kini di sebut Papua dan beliau mendakan kontak dengan pemerintah Belanda di Fak-Fak sekaligus minta surat izin pelayanan ke pedalaman di Irian Jaya dan permohonan tersebut di kabulkan oleh pemerintah Belanda.

 

Setelah mengotangi surat izin pelayanan tersebut Jeffray menawarkan dua orang Misionaris mereka adalah Water post dan Russel Debler bersedia merintis di sekitar danau-danau Wissel, rute yang mereka tempuh adalah dari muara kali Uta dalam bahasa Mee di sebut Yawei yang belarti silakan lewat. Kedua perintis kawakan memiliki keyakinan bahwa, kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dapat dipercepat dengan memberitakan Injil di seluruh dunia sehingga hal ini menjadi kesaksian bagi semua bangsa MATIUS 24:14.

 

Olen tuntutan Tuhan Allah kedua hamba Tuhan meginjahkan kakinya Uta mengikuti muara Yawei dan tiba di Enarotali pada tangal 13 Januari 1939 dimana orang Mee berada dan disitulah jadikan sebagai pusat pelayanan C&MA bagi pulau Papua pada tahun 1948 membuka sekolah Alkitab persiapan di Enarotali untuk mengkader Misionaris lokal, ankatan pertama yakni Bernadus Pigome, Yeth Yeimo, Matius Tebai, Tomas Adii dan Elisa Gobai di tamatkan pada tahun 1952 demikian mereka tersebar di daerah-daerah sekitarnya sampai di Baliem.

 

Pada tahun 1949 Tuan Troutman bersama Titahelu dan beberapa orang Mee masuk ke Lembah Kemantoga yang dimana didiami oleh suku Zunggudu yang di sebut suku moni yang mempunyai ramalan bahwa Azi Dole atau berita keselamatan akan datang dari arah barat dan hal ini di genapi tatkala duta-duta masuk di Lembah kemandoga dari arah barat dari suku moni dia adalah tuan Mickelson dan melalui hasil pelayananya muncullah seorang penginjil mudah yang memiliki semangat yang gilang dialah Ototome Maiseni yang sudah berusia 60 tahun masih menjabat sebagai ketua pekar Injil di daerahnya semangat yang dimilikinya dianggap perlu diteladani oleh generasi mudah. Pelayanan di daerah moni berjalan terus ke arah terbitnya matahari dan pada tahun 1951 Troutman, Titahelu g. Ros dalam bahasa Damal disebut tuan Mot dengan beberapa orang Mee masuk ke lembaga Ilaga dimana Dani Barat dan suku Uhundu atau Damal berada.


Pada tahun 1957 di ilaga oleh gerakan Roh kudus seorang kepala suku yang bernama Den mengadakan upaicara pembakaran jimat-jimat akibat gerakan kebangunan Rohani demikian perbuatan Den di dukung secara mayoritas pelayanan masih terus berlanjut.


Pada tahun 1960 pos pelayanan mulai di buka di beoga oleh Gibons bersama Rose sekaligus membuka sekolah Alkitab bahasa Damal hasil pertama pada tahun 1968 telah menamatkan lima siswa masing-masing mereka adalah Adam Kum, Elimelek Komangal , Yakob Kiwak, Yohanes Uwamang, dan Yahya Markus, mereka ini adalah perintis daerah perintis-perintis daerah Amungsa dari duma dama sampai Waukuruk , Agimuga sampai Mimika Barat dan Geselema sampai Jigimugi.


Demikian dengan semangat pengabaran Injil yang dimiliki oleh tenaga penginjil pribimi di Beoga pada tangal 6 April 1962  dari Zending C&MA menyerahkan tongkat Estafet kepimimpinan kepada Gereja Nasional yang di sebut Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia yang singkat menjadi KINGMI supaya melalui Lembaga baru yang didirikan ini Visi dan Misi penginjilan jilid pertama di teruskan dan membuka pos pelayanan sebamyak-banyaknya di Irian Jaya. Demikian masyarakat pribumi pada saati itu dengan suka cita menyambut atas kepercayaan yang baru diserahkan dengan menandai pesta buah merah.

 

Pada tahun 1954 menang Kai Ogol Magai dan kai Najolan Ogol Magai di utus sebagai saksi ke ilaga untuk memastikan bahwa apakah benar Misi pengabalan Injil sudah masuk atau tidak dan ternyata benar dan kedua orang kembali ke Jila dan menyampaikan bahwa benar Injil sudah masuk ke ilaga dan seluruh masyarakat Amungme berkomitmen siap menerima Zending C&MA terutama masyarakat kampung Kenemkotki menjadi tempat pertahanan KINGMI tidak terpengaruh dengan gereja lain.

 

Tahun 1959 Misi C&MA tuan John Elemberger dan Misionaris lokal kama-kama lokal agar tiba di Jila dan di terima baik oleh Evan Ogol Magai dan Ewarpilik Ogol Magai di wilayah amungsa kemudian Jila menjadi pusat pengabaran Injil timur dan ke Barat  tahun 2961 tuan Wot dan tuan Elemberger buka lapangan terbang di Jila dalam rangka melancarkan pekabaran Injil di wilayah Amungsa.


Tahun 1961 membuka lebar pelayanan di daerah Ompliga, Bela, Alama dan sampai Mapenduba dimana suku Nduga berada dan buka sekolah Alkitab di kampung Dailugin Bela tahun 1932-1963 buka pos pelayanan di daerah Hoeya, Tsingga, Waa dan Arowanop.


Pada tahun 1975 Pdt Abniel Tinal setelah di utus sebagai pemantau daerah ini magajukan surat permohonan ke sinode kingmi Irian Jaya untuk mekarkan Klasis baru dari klasis induk yakni klasis Jila dengan nama klasis Tembagapura di tembagapura.


Pada tahun 1984 karena ruang gerak pelayanan sangat sempit, maka tempat Klasis Tembagapura dipindahkan ke Timika dengan daerah nama Daerah Mimika segaligus perubahan Nama Gereja dari KINGMI Irian Jaya menjadi GKII wilayah Irian Jaya oleh karena kepentingan Misionaris melalui konas II GKII di Bali pada waktu itu juga kepemimpinan masih dipegang oleh pdt  Abniel Tinal sebagai ketua daerah sampai tahun 1996.

 

Pada tahun 1996 dalam konferensi daerah Mimika ke I tingkat kepemimpinan dalam lingkungan gereja kemah Injil Indonesia GKII daerah Mimika jatuh dipundak EV Isak Onawame yang dalam konfrensi tersebut ditahbiskan menjadi Pdt berlanjut sampai tahun 2006. Pada tahun 2006 terjadi perubahan nama dan sistem organisasi berdasarkan Amandemen Angaran dasar GKII pasal 19 ayat 2 dan 3 melalui konfrensi Nasional GKII yang ke IV di Bogor hingga yang tadinya GKII Wilayah papua berubah menjadi sinode Gereja kemah Injil KINGMI di tanah papua melalui Konfrensi GKII Wilayah papua yang ke VIII di Nabire tahun 2006.


Pada tahun 2006 pdt Isak Onawame selaku ketua daerah GKII Mimika disela sela melakukan tugasnya ditangkapnya oleh TNI /Polri secara tidak profesional dan beliau berada dalam lembaga Mapolri Jakarta mendengar kabar perubahan nama dan sistem Gereja tersebut beliau menelpon kepada ketua Klasis KINGMI Timika masa transisi 2006-2009 bahwa" Walaupun kini saya berada dalam penjara, tetapi kalau papua sudah kembali menjadi KINGMI belarti anggaplah saya bebas dari penjara" dalam rencana Tuhan Allah setelah keluarkan dari penjara beliau dipercayakan kembali menjadi ketua klasis Mimika untuk melanjutkan kepemimpinanya. dan batas wilayah pelayanan klasis Mimika dari arah timur Agats ke kapiraya arah barat dan dari arah utara kuala kencana ke timika pantai arah selatan.


Tuntunan pengabaran Injil Kristus terus berlanjut, Sinode Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah papua merancangkan jilid II  dengan orientasi pelayanan menata diri keluarga serta mengali dan memperdayakan potensi umat sesuai profesi yang dimiliki oleh semua komponen untuk menabur benih kebenaran, kebaikan damai sejatrah mulai dari diri, keluarga dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kerajaan Allah.


Oleh pertolongan Tuhan secara statistika Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia KINGMI Klsis Mimika setelah perubahan nama dan sistem pada hari ini hambah Tuhan yang aktif melayani kurang lenih 157 pos PI dan Jemaat terdiri dari 54 jemaat dan pos PI jumlah umat warga kemah Injil KINGMI Klasis Mimika yang sudah di data 9903 jiwa.


Demikian sejarah singkat Gereja Kemah Injil KINGMI di tanah papua klasis Mimika

 

Timika, 13 Januari 2021
Badan Pengurus Klasis Mimika

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait