Sejarah Bicara Papua Pasti Bebas

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Pemerhati  masalah Papua-Yulianus Nawipa/KM

 

 

Oleh Yulianus Nawipa

 

“Sejarah bicara Papua pasti bebas. Hidup bebas sangat di butuhkan oleh semua orang. Kebebesan ini kami orang Papua ingin menikmati rasanya berdasarkan sejarah yang ada. Kami tidak ingin hidup menderita di bawa tekanan aturan Negara Indonesia yang palsu.” Mengapa palsu!!

 

Negara  Indonesia selalu mengatakan Negara Indonesia adalah Negara hukum dan Demokrasi urutan II Dunia namun, bagaimana dengan tindakan berdasarkan negara hukumnya. Apakah negara Indonesia menjalankan aturan sesuai negara  Demokrasi. Hal ini saya mempertanyaan karena aturan yang ada di UUD berbeda dengan penerapan di lapangan khususnya di tanah Papua.

 

Sejak 1961 Papua di akui sebagai Negara yang merdeka,  Indonesia mulai takut. Indonesia mulai jahat kepada kami orang Papua. Terjadi pembunuhan (nyawa) pemerkosaan, penghinaan, pencurian hasil alam  dari tahun tahun hingga saat ini.  Biak berdarah, Paniai berdarah , Wamena berdarah, Jayapuran berdarah dan rata rata orang Papua hidup dengan tidak tenang.  Semua ini adalah permainan Negara Indonesia untuk menghabisi orang asli Papua dari tanahnya sendiri.

 

Papua dulu,

Pejuang Papua dulu sangat berbeda dengan pejuang west Papua sekarang apalagi pejuang west Papua Nantinya pun sangat berbeda  baik taktik  dan strategis untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa west Papua  untuk itu Negara Indonesia  mau berikan  Kado natal kemerdekaan bangsa Papua atau tidak berikan Kado natal kebebasan bangsa Papua. Pasti jelas bahwa cepat atau lambat pasti kami bebas karena sejarah mencatat.

 

Papua sekarang,

Pejuang west Papua sekarang, mereka sedang berjuang mulai dari kota seluruh tanah Papua,nasional bahkan diplomasi Internasional itu menujuhkan  orang Papua menutut  kepada Negara Indonesia  segera pengakuan kemerdekaan bangsa Papua Barat.

 

Papua akan datang,

Pejuang west Papua massa yang akan datang tentu lebih mengerti cara dan strategis untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa west Papua karena pendidikan politik sudah terbangun mulai dari usia dini.

 

Menteri dalam Negeri Tito kalvian wawancara awak media bahwa Dia berikan pemekaran dua propensi Papua Selatan dan propensi Papua Tengah Tanpa Jaminan hukum padahal Tito eksekutor hukum tetapi   bicaranya tidak sesuai  aturan hukumnya.

 

Rombongan President  telah mengunjungi beberapa tempat di tanah Papua untuk meredam Isue rasisme dan perjuangan west Papua dengan cara telah direncankan memberikan dua propensi yaitu Papua Selatan Dan Papua tengah, tetapi  masyarakat papua seratus persen tolak pemekaran kedua provinsi.

 

Jadi, kami tidak butuh pemekaran propinsi, kami butuh pemekaran Negara. Karena kami di tindas dan di bunuh hingga habis habisan. Kata merdekan adalah sejarah yang bicara. Kami menuntut silahkan mekarkan Negara kami west Papua.

 

Penulis adalah  Pemerhati  masalah Papua 

 

#Politik

#Papua Bisa

Baca Juga, Artikel Terkait