Sekelumit BLT di Nabire, 23 Pertanyaan Wartawan Untuk Kepala BPMK Kabupaten Nabire!

Cinque Terre
Eman B Youw

1 Tahun yang lalu
KABAR PAPUA

Tentang Penulis
Foto : Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Nabire, Norbertus Mote,SE, M.Si

 

 

NABIRE.KABARMAPEGAA.com - Saat ini rakyat sedang bertanya-tanya kapan uang BLT  600 ribu itu akan dibagikan kepada masyarakat? pertanyaan ini  terus dilontarkan oleh masyarakat di Nabire,

Berikut 23 pertanyaan  dan jawab yang sudah dirangkum khusus dalam mengulas seputar  sekelimut  BLT di kabupaten Nabire. Wartawan  bertanya, Kepala Badan BPMK Kabupaten Nabire, Norbertus Mote,SE,M.Si  menjawab :

Pemerintah pusat sudah cairkan BLT, kok kenapa sampai hari ini di Nabire belum juga disalurkan kepada masyarakat ?

Walau pun demikian, kami sedang menyiapkan data terkait siapa saja yang harus menerima manfaat dari BLT. Pekerjaan ini harus selektif untuk menghindari kemudian hari adanya pendoboloan dan kepada siapa harus diberikan karena tidak semua harus dapat.

Mengapa ada kata pendobolan dan tidak semua harus dapat?

Pertama pendobolan : bagi masyarakat yang penerima manfaat seperti PKH, Kartu Pekerja dan lain-lain tidak harus dapat BLT, disitu harus kami selektif agar tidak terjadi pendobolan atau tumpan tindi.

Kedua, tidak semua harus dapat : walaupun semua masyarakat terdampak dari pandemi Covid-19, namun BLT ini Negara khususkan kepada masyarakat miskin yang terkena dampak.

Hanya masyarakat Miskin, sedangkan ada juga masyarakat yang saat ini bukan kategori miskin tetapi kehilangan mata pencarian mereka imbas dari Covid-19. Bagimana dengan mereka?

Kami minta dalam pengambilan datanya masyarakat atau mereka yang kategori seperti ini harus juga menjadi perhatian dalam pengambilan data, sebab benar bahwa karena Covid-19  akhirnya banyak orang membutuhkan,  dimana sekarang  tiba-tiba banyak yang jadi miskin karena kehilangan mata pencarian mereka bahkan adapula yang terhenti. Tentunya menjadi perhatian teman-teman yang sedang mengambil data. Ada dalam juknis.

Siapa saja yang sedang mengambil atau mengumpulkan data ?

Kami langsung percayakan kepada masing-masing Kepala Kampung. Soal Kakam mau dilibatkan siapa dikampung itu urusan teknis dilapangan. Kita hanya siapkan juknisnya saja.

Oke, dari 72 Kampung yang ada dikabupaten Nabire, Berapa Kampung sudah selesasi mengumpulkan data tersebut?

Saya belum cek yang pastinya berapa Kampung yang sudah terkumpul, namun ada Kampung yang melaporkan bahwa hampir 60% itu sudah rampung.  pastinya bahwa dalam waktu dekat  kami akan rapat untuk pengecekan terhadap berapa dan  sejauh mana  kefalitan data yang mereka kumpulkan. Termasuk refresentatif datanya.

Ini baru 60%, berarti datanya belum kelar 100%. Kapan BLT itu dicairkan?

Awalnnya kami merencakan dalam minggu pertama bulan mei itu sudah bisa kita cairkan, tetapi kembali lagi kepada kepala kampung dan rekakan-rekannya yang sedang kumpul data di kampung masing-masing sehingga menjadi molor. Tetapi kami sedang pacu mereka, muda-mudahan mereka  kumpulkan  supaya dana BLT ini dalam waktu dekat kita cairkan.

Selain data tadi, apakah ada syarat lain dalam mencairkan dana BLT?  jika ada, apa saja dan sejauh mana kesiapannya ?

Iya, benar bahwa selain data harus ada Peraturan Bupati, dan itu kami sudah siapkan, kemudian APBK  ada barulah uang bisa keluar. Bukan asal ambil saja kemudian lansung bagi-bagi. Ada syarat penyalurannya yang kita harus penuhi.

Baik,  APBK disitu apa saja yang harus Aparat Kampung perioritaskan ?

Dalam merefoucing atau merubah dana kampung dalam APBK, sesuai petunjuk pemerintah pusat ada tiga hal yang menjadi fokus perhatian yaitu BLT, Padat Karya  Tunai dan Penanganan Covid-19.

Mengapa demikian, bukankah dana kampung itu hanya diperuntuhkan untuk  BLT saja ?

Tidak, karena seperti padat karya tunai, diajak bersama masyarakat miskin di kampung untuk secara gotong royong membangun kampung sesuai dengan perencanaan di tiap kampung. Jadi uang itu diambil oleh pemerintah  kampung kemudian masyarakat di ajak kerja. Lalu masyarakat juga dapat dalam bentuk upah kerja.

Kemudian, untuk penanganan Covid-19,  pekerjaannya kontinyu. Jika  memang covid ini berjalanjut maka, dana ini disiapkan untuk belanja kebutuhan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 seperti belanja Disenfektan, masker, hand sanitiser dll.

Baik kita lupakan, kembali ke BLT.  Berapa persen dana yang harus diperuntuhkan untuk BLT?

Sesuai petunjuk yang kami terima dari Pemerintah Pusat,  dana kampung  persennya suda dipatok yakni 25 %, 30% dan 35%, sehingga dalam pencairannya bukan semua. Tetapi  kami patokan kesitu.

Coba jelaskan terkait nilai uang berdasarkan persentase itu ?

Untuk 25 %  anggaran  BLT khusus bagi  kampung dalam setahun yang menerima anggaran kampung  atau ADD dibawa 800 juta, sedangkan kampung yang menerima diatas  800 juta samapai 1 M 200 Juta   untuk anggaran BLT  dipotong 30%. Kemudian  diatas 1 M 200 Juta anggaran untuk BLT akan dipotong 35%. Ini pemberlakukan secara nasional.

Apakah penjelasan bapa ini sesuai peraturan yang berlaku ?

Iya itu sesuai aturan yang memang dipake saat ini untuk pengelolahan dana kampung, persis diatur dalam  PDT Nomor 6 tahun 2020. Ketentuan ini merupakan revisi atas  PDT Nomor 11 tahun 2019 tentang Perioritas Penggunaan Dana Desa.

Oke, untuk Nabire sendiri, dari 72 Kampung, masuk dalam kategori persen yang mana?

Kalau kita di Nabire ada 4 kampung yang menerima ADD 2 M lebih maka,  empat kampung tersebut  untuk pemotongan anggaran BLT masuk di 35 %. Sedangkan 68 kampung untuk anggaran BLT masuk dalam kategori pemotongan 30%.  Sehingga  pemotongan untuk pencairan dana BLT akan berpotokan pada  35% dan 30%.

Apakah nilai nomilnya akan sama atau berbeda untuk 72 kampung ?

Kalau sama tidak, karena otomatis akan berbeda-beda karena yang menerima 2 M lebih tadi ekornya pun pasti berbeda-beda,  sama juga dengan 800 juta lebih pun demikian, sehingga tentu akan berpangaruh dalam berapa total yang akan diterima oleh masing-masing kampung. Intinya dibagikan habis  untuk masyarakat miskin yang ada di tiap Kampung.

Dibagis habis, berapa bulan dan berapa nominal yang akan terima oleh masing-masing KK di tiap Kampung?

Nanti dapat berturut selama tiga bulan. Dalam sebulan  satu KK mendapatkan 600 ribu. Jika dikali tiga maka, selama tiga bulan itu satu KK otomatis akan terima 1 juta 800 ribu.

Apa bole tauh, berapa dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat untuk 72 kampung di kabupaten Nabire ?

Untuk 72 Kampung Pempus kucurkan dana sekitar 31 milyar lebih. Walaupun demikian jika kita hitung-hitung jumlah KK penerima kali tiga bulan  sebanrnya  dana ini kecil sekali.

Seperti apa mekanisme penyaluran BLT ini ?

Tentunya bahwa dana kampung  ini mekanisme bakunya belum ada petunjuk dari pusat. Intinya kita harus merobek sejumlah birokrasi itu tidak ada, hanya disampaikan bahwa harus refoucing untuk dana desa. Sehingga mekanisme dalam pencairan dan pengambilannya dilakukan sesuai  dengan yang selama ini berlaku. Artinya tetap sama.

Bukan kah, BLT ini dalam pengimput data hingga pengambilanya pakai aplikasi zoom?

Kami di Papua tidak pakai aplikkasi zoom, karena tidak semua masyarakat empunyai rekening. Sehingga kami semua aduhkan ke Jakarta dan sudah dikabulkan, maka dalam penyaluran BLT khusus Papua tidak pake aplikasi zoom. Ada kewengan khusus dari pemerintah pusat untuk Papua.

Masih pake manual ya ?

Iya, sehingga dana BLT akan disetor masing-masing ke rening Kampung,  dicairkan oleh Kepala Kampung, lalu dibagikan kepada masyarakat miskin atau masyarakat penerima manfaat  berupa uang tunai.

Ini soal uang ya pa, bisa saja terjadi masalah. Bagimana  upaya bapa, dalam meminimalisir akan hal ini ?

Yang jelas pasti akan ada masalah, tapi kita sedang coba untuk meminimalisirnya. Soal  puas tidak puas juga pasti akan ada, tetapi kita harap kepada Kepala Kampung itu dalam pengambilan data harus refresentatif. Artinya masyarakat yang  layak menerima itu harus terkafer.

Kalau pendatang,  artinya mereka yang bukan penduduk tetap di kampung itu tidak jadi soal. Tapi penduduk  yang menetap dan tinggal di kampung itu, tapi tidak terkafer itu yang jadi soal nanti.

Kakam tidak korupsi, tapi karena tidak mendata baik, lalu menimbulkan peroalan di kampungnya. Apa sangsinya?

Tentunya akan kami evalusia bila perlu jabatan dia sebagai Kepala Kampung kami copot

Kalau Kakam Korupsi ?

Dana BLT ini diawasi ketat sehingga para Kakam jangan main-main. Sebab ada mekanisme pengawasanya. Siapa yang melakukan peraktek korupsi  atau menyimpan dari ketentuan yang berlaku pasti ada ganjaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Apa harapan Bapa terhadap masyarakat yang saat ini sedang menunggu uang BLT ?

Dana sudah ada, syarat yang lain sudah lengkap tetapi kami masih menunggu pendataan dari Kepala-kepala Kampung maka, masyarakat tetap bersabar hingga semua data setelah terrampung, pasti kita akan salurkan. ***

 

#Jumpa Pers

Baca Juga, Artikel Terkait