Sekolah Bisnis Papua Resmi Dibuka

Cinque Terre
Manfred Kudiai

8 Hari yang lalu
EKONOMI DAN BISNIS

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Sekolah Bisnis Papua (SBP) resmi dibuka. (Doc.KM)

 

YOGYAKARTA, KABAR MAPEGAA.com--Para Pelajar dan Mahasiswa asal Provinsi Papua dan  Papua Barat  yang tergabung dalam Sekolah Bisnis Papua (SBP) di Yogyakarta resmi dibuka. Membangkitkan Kembali Jiwa Entrepreuner Muda Papua, begitu tema yang diangkap dalam acara pembukaan SBP ini. Kegiatan ini  digelar pada Sabtu (7/9/2019) bertempat di Honai mahasiswa kabupaten Tambrauw  Yogyakarta, di lingkungan RT 17 Kel. Demangan, Kec. Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 

Tujuan dan latar belakang terbentuknya Sekolah Bisnis Papua ini disampaikan langsung oleh Pimpinan yang juga sebagai Kepala Sekolah  SBP, Jan Sedik. Jan menjelaskan, banyak pengembangan yang belum optimal di Papua, salah satunya  pengembangan ekonomi dalam bidang bisnis.

 

“Hal ini disebabkan karena penyebaran  pendidikan tentang dunia bisnis yang belum merata, termasuk  ketersediaan workshop atau kelas-kelas tentang dunia bisnis yang masih sangat minim di Papua, baik  sarana dan prasarana serta sistem budaya belajarnya, sehingga ada beberapa daerah yang tergolong sebagai daerah yang tertinggal dalam pengembangan bisnis, terutama bagi orang asli Papua itu sendiri,” Jelas Jan yang juga sebagai alumnus Institut Tekonologi Yogyakarta ini.

 

Kata Jan, untuk itu kami buat sebuah kegiatan di dunia bisnis. Dalam hal ini  hadir dengan kegiatan  yang diberi judul “Membangkitkan Kembali Jiwa Entrepreuner Muda Papua”.

 

“Tujuan utama adalah kami membangun pemahaman tentang melihat bisnis, kita sama-sama menciptakan pilihan lain selain menjadi  PNS atau  kerja di perusahan orang lain dan sebagainya.”

Selama ini, kata Jan,  kita mahasiswa Papua menyerukan supaya  melawan kapitalis. “Tetapi  satu hal yang perlu kita ketahui bahwa  salah satu cara terbaik melawan kapitalis,  dengan cara kita harus  menjadi kapitalis,” tegasnya.

 

Sementara itu, perwakilan pemerintah daerah,  CV. Noken, Elna serta Pendiri warung Papeda yang berlokasi saat ini di Babarsari,  Andra Lesmna pun ikut ambil bagian dalam kegiatan pembukaan SBP  ini.

 

Pewakilan Pemda, Emilianus Baru, dalam sambutannya mengatakan pihaknya sangat sambut dengan baik atas adanya SBP ini.

 

“Mahasiswa tidak hanya kuliah-kampus tetapi harus mempunyai daya pikir yang baru, inovasi baru untuk bersaing secara akal sehat dengan bisnis-bisnis yang dibangun oleh pendatang di tanah Papua,” katanya.

 

Katanya, Mahasiswa Papua di Jogja sudah bisa berpikir kedepan, di 20 tahun, 30 tahun yang akan datang sehingga saya sangat apresiasi kepada pendirian Sekolah Bisnis Papua ini. “Jika kegiatan ini berkembang dengan baik, maka saya yakin, tidak ada lagi anak Papua yang tergantung menjadi PNS.”

 

Dirinya juga minta supaya, kedepan SBP ini harus mempunyai legalitas agar bersaing dengan sekolah –sekolah bisnis yang ada di Jawa maupun di tanah Papua.

 

“SBP ini bagus untuk diikuti anak-anak mahasiswa Papua di Jogja, supaya anak-anak kita  tidak hanya  kuliah di bangku kuliah tetapi harus ada ilmu –ilmu ples. Salah satunya mengikuti pendidikan di luar kampus,” bebernya tegas.

 

Harapnya, kepada mahsiswa Papua  selain  mengikuti SBP tetapi harus juga mengikuti sekolah atau pelatihan-pelatihan lain diluar kampus. “Semuanya berawal dari mimpi, tetapi mimpi itu harus dinyatakan, tidak boleh sebatas bermimpi yang tinggi tetapi tidak melakukan apa-apa.”

 

Jadi, lanjutnya, pada kesempatan ini, saya pun berskyukur karena bisa mengambil bangian dalam Pembukaan Sekolah Bisnis ini, walaupun belum ada pemberitahuan kepada pemerintah tetapai pihaknya mengaku akan mengupayakan kepada pemerintah setempat  untuk menyampaikan informasi terbentuknya SBP ini.

 

“Saya sudah saksikan sendiri, antusias adik-adik di sini. Dan itu akan saya sampaikan bahwa anak-anak kita di Jogja tidak hanya menuntut ilmu di bangku kuliah tetapi mereka juga mencari jatih diri mereka dengan ilmu-ilmu yang mereka tekuni setelah melihat peluan-peluan bisnis yang ada di Jogja serta di Papua,” jelas Emilianus.

 

Menurutnya, anak-anak kami dari Papau rata-rata terlibat dalam aktivitas menyanyi dan bermain bola, tetepi hari ini telah hadir daya pikir yang barus. Dan itu saya sendiri saksikan anak-anak mahasiswa Papua di Jogja punya potensi. Mereka lebh berpikir jauh, bagaimana menguasasi sektor ekonomi yang ada di Papua. “Untuk itu, saya sebagai perwakilan pemerintah sangat mengapresiasi kepada adik-adik mahasiswa Papua,” beberanya.

 

“Kita,  sekarang ini berada pada fase ketergantungan. Terurama Ketergantungan ekonomi. Itu yang nyata dan sedang terjadi di Papua. Masyarakat Papua pada umumnya tergantung pada kios, pasar dan kebun kita lupa. Akhirnya apa,  ketika demo rasisme kemarin, banyak masyarakat  yang mengelu, kenapa kios tutup, kenapa pasar ditutup. Hal ini jelas bahwa orang Papau sedang dalam ketergantungan,” katanya.

 

Untuk itu, kata Emelianus,   dengan jiwa-jiwa baru, semangat baru serta inovasi baru dari adik-adik mahasiswa ini, semoga kedepan bisa memutuskan rantai ketergantungan itu dan menciptakan harapan baru  di  tengah-tengah msyarakat. “Sekolah Bisnis ini, merupakan ide kretif dari mahasiswa-mahasiwa Papua, supaya  diwujudnyatakan.  Sehingga ilmu dengan praktek itu seimbang.”

 

Pada tempat yang sama, Elna Febi Astuti, dari CV. Noken Elna juga mengatakan dirinya sangat mengapresiasi dengan hadirnya SBP tersebut.

“Salah satu cara bagaimana mempersiapkan Papua itu berdaya dari  Papau itu yang  sangat indah, dan memanfaatkan keindahan  harus jadi  simbiosis terhadap masyarat itu sendiri,”  beber Elna Putri kelahiran Lamono yang juga sebagai salah satu pengelola  perusahan lokal televisi, Papua Chanel ini kepada peserta yang hadir.

 

Dalam sekolah Binisi, Elna juga akan mengajar tentang Legal Bisnis dan   Hak kekayaan inteletual. “Semoga banyak teman-teman yang bisa ikut dalam kegiatan ini,” bebernya.

 

Setelah itu, Agnes Sedik yang juga menjadi pemandu dalam kegiatan pembukaan SBP ini memberikan kesempatan kepada Pendiri warung Papeda,  Andra Lesmna.

Andra menceritakan lika-liku membangun bisnis di Jogja, bahkan sampai saat ini dirinya  dapat dikatakan anak Papua yang telah sukses bersaing dengan bisnismen-bisnismen lainnya di luar Papua maupun dalam Papua.

 

“Ketika kita mulai bisnis kita harus punya niat berani. Sebab keberanian akan membawa kita  pada sesuatu yang mungkin kita  cita-citakan,” bebernya memberi motivasi kepada belasan  peserta yang hadir dalam kegiatan ini .

 

Saat ini, Andra dengan nekat dan bermodalkan pada keberanian untuk mencoba, telah membuka beberapa bisnis, salah satunya yang ada di Jogja adalah  Warung Papeda.  Selain itu, Selain Warung Papeda, Andra juga telah membuka usaha bisnis lainnya,  seperti: Sego Sambal Surabya, Lucky Red Car, Sapi Sei Kana dan rencana dirinya akan memnabung usaha yang lain. Saat ini, Andre, pada usia yang sangat muda (25), secara kasar telah memeliki 150an karyawan.

Untuk diketahui,  pada hari ini  diadakan  pembukaan Sekolah Bisnis Papua.  Selanjutnya, setiap hari sabtu akan dibuka kelas-kelas khusus yang akan diajarkan oleh orang-orang yang berpengalaman dalam membangun usaha bisnis itu sendiri.

 

Sehingga SBP juga mengharapkan kepada mahasiswa maupun pelajar Papua  yang berdomisili di Yogyakarta untuk dapat terlibat dalam kegiatan ini, namun sebelum mengikuti kelas bisnis diharapkan supaya mendaftarkan diri, sebab kuotanya terbatas. Anda bisa mendaftarkan diri lewat Kepala Sekolah, SBP Jan Sedik dan, Sekretaris SBP,  Jimi Womboi atau langsung ke honai milik mahasiswa Tambrauw Yogyakarta.
 


Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait