Seleksi U-16 Timnas Putri:  Elizabeth Payokwa Kecewa terhadap PSSI

Cinque Terre
Alexander Gobai

8 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

YOGYAKARTA,KABARMAPEGAA.com--Elizabeth Payokwa pendamping team sepak bola Putri  Papua U-16 mengaku kecewa terhadap  PSSI yang tidak memberikan kesempatan untuk membuktikan bakat permainan yang dimiliki oleh pemain-pemainnya di lapangan.

 

 “Tidak mengerti dengan cara seleksi pemain Timnas u-16 Putri. Kenapa mau panggil kita, kalau tidak di kasih waktu dan kesempatan untuk menyalurkan kemampuan/bakat...,” tegas Elizabeth Payokwa.

 

Kekecewaan ini diungkapkan oleh Elisabet  Payoka dalam akun Fb milinya  pada hari Rabu, (21/03/2018) Pukul 14:54 WIB.

 

Elisabet juga menanyakan kepada PSSI Timnas Putri u-16, “katanya seleksi satu minggu tetapi kenapa hanya satu hari saja...mau dipulangkan ke Papua. Kecewa,” tulisnya.

 

Adapun pemain seleksi lainnya dari Papua yang ikut terlibat dalam Timnas Putri U-16  yang akan fokus pada acara Kejuaraan Wanita AFF U-16 yang akan berlangsung tanggal 1-10 Mei 2018 di Jakarta, diantaranya: Ria Yigibalom, Ofince Wenda dan Astrid Yigibalom.

 

Kemudian, Rully Rudolf Nere (60) ditunjuk  sejak 14 Maret 2018 oleh PSSI sebagai  pelatih yang akan membawa timnas u-16 Putri dalam ejang Kejuaraan Wanita AFF ini.

 

Rully mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia yang pernah memperkuat timnas  pada periode tahun 1980-an. Juga  memperkuat Persipura Jayapura ini juga mengaku terdapat 26 pemain sepak bola wanita terbaik saat ini yang dimiliki Indonenesia.

 

“Para pemain itu terpilih hasil pantauannya dari berbagai turnamen, salah satunya Women Football Road To Asian Games Piala Pertiwi bulan Desember 2017,” ucap Rully kepada wartawan media nysnmedia.com belum lama ini.

 

Namun ucapan ini tidak diindahkan dari pemain sepak bola Putri u-16 dari Papua yang ikit terlibat dalam seleksi kali ini. Ria Yigibalon dkk harus pulang ke Papua tanpa menampilkan bakat yang dimiliki oleh mereka di lapangan.

 

“Seleksi dilakukan selama satu minggu, tetapi kami dari Papua hanya ikut satu hari saja. Itu pun belum memberikan kesempatan tampil menunjukkan bakat kami,”  ujar pendamping sepak bola Putri dari Papua, Elizabeth.

 

Lebih lanjut Elisabet mengaku “secara tidak langsung  PSSI membuktikan kalau kami Papua bukan bagian dari Indonesia,” tutupnya.

 

Perwarta: Manfred Kudiai

Baca Juga, Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait