Semua Pihak Diminta Melaksanakan Himbauan   Wali Kota Jayapura

Cinque Terre
Manfred Kudiai

8 Bulan yang lalu
LINGKUNGAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Baliho, himbauan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano yang dipasang di berbagai sudut kota dan juga di berbagai media sosial. (dharma somba).[Sumber: Pos Papua]

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Kota Jayapura, Papua menuju kota ramah lingkungan dengan diberlakukannya larangan penggunaan kantong plastik saat berbelanja di pusat-pusat pertokoan mulai 1 Februari 2019 lalu, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano pernah menghimbau warga membawa sendiri noken atau tas belanja dari rumah saat berbelanja, supaya tidak membawa pulang kantong plastik.

 

Selain ramah lingkungan, dapat menguntungkan mama-mama dan sebagian bapak-bapak perajin noken untuk dapat menambah pendapatan dari hasil anyaman noken. Namun berjalannya 1 tahun, sejak himbauan itu disampaikan kepada publik,  masyarakat [pemilik ruko-ruko dan kios serta masyarakat Papua lainnya) baik itu pendatang maupun orang asli Papua yang berdomisili di lingkungan pemerintahan kota Jayapura dan sekitarnya diminta supaya melaksanakan himbauan  ini.

 

Pemerhati kebudayaan Papua, juga pengagas Noken Warisan Budaya Dunia, Titus Christoforus Pekei menanyakan design yang sudah dilakukan saat itu. “Sudah design dengan baik, sekarang semua pihak meski sadar lalu melaksanakan himbauan ini.” Papar Titus kepada media www.kabarmapegaa.com dalam pernyataan tertulis, Sabtu (25/1).

 

“Saya secara pribadi bersama komunitas mama-mama perajin noken sambut dan mendukung imbauan walikota jayapura ini. Mulai 1 februari 2019 akan laksanakan dan harapan kami hasil kemahiran noken mama Papua di posisikan baik secara layak menjadi destinasi wisata kota. Imbauan walikota merupakan langkah awal yang sangat strategis dan menjanjikan kota beriman kedepan,” katanya.

 

Kata Titus hal itu dilakukan wali kota Jayapura dalam rangka mencegah dari tumpukan sampah plastik yang bertebaran  dimana-mana hingga menimbulkan masalah meluapnya air akibat parit-parit tersumbat dengan berbagai  bahan plastik tadi. Hingga melumpukan segala  aktivitas manusia pada saat tergenangnya air. “Imbauan walikota sangat tepat dan saatnya semua pihak memberi dukungan tanpa kecuali.”

 

“Tercipta kota Jayapura beriman (bersih, elok, rapih, indah, molek asri dan nyaman). Semoga semua pihak mendukung imbauan waliikota dan diatur dalam Perda khusus agar laksanakan  secara taat,”  pinta Titus.

 

Titus juga mengaku, pihaknya pernah melakukan pertemuan  bersama penggali noken, walikota lalu cerita singkat, bersama Tommy Mano Walikota Jayapura tahun 2016 lalu dan Lambert Jitmau, Walikota Sorong, Papua Barat  pada tanggal 3 Desember 2018 kemarin.

 

Kata Titus mereka adalah anak mama noken Papua yang hendak memimpin kotamadya. Melandasi moto kota yang khas.

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

#Lingkungan dan Hutan

Baca Juga, Artikel Terkait