Sepucuk Surat Tahanan Rasisme Untuk Presiden RI

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Alexander Gobai (Dok KM)

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com -- Wabah Covid-19 di Indonesia bahkan tanah Papua telah melayangkan nyawa manusia. Kondisi itu membuat warga  panik dan khawatir, tak terkecuali tahanan Politik anti rasisme.

Berdasakan data yang diterima kabarmapegaa.com. Rabu, (8/4) melalui salah satu akun Facebook, Gombonak bahwa melihat kondisi tahanan politik anti rasisme di Papua, Balikpapan dan Jakarta di tengah wabah virus covid-19 perlu adanya perlindungan dari semua pihak yang menahan mereka.

Berikut surat terbuka yang ditulis oleh seorang Tahanan Politik Anti Rasisme  kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo.

Isi suratnya sebagai berikut:

Kepada Yth: Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo

Di _  Jakarta

Salam Sejahtera untuk kita semua.

Pertama-tama, Puji dan Syukur kepada Tuhan atas tuntunan-Nya kita masih diberikan nafas, kekuatan dan kesehatan yang masih hidup di muka bumi ini dalam keadaan amat baik.

Bapak Presiden yang kami hormati

271 Juta Warga Indonesia dari sambang sampai Merauke merasa terharu dan bangga dengan sikap merakyat bapak kepada Rakyat Indonesia.

Kebanggaan itu datang dari hati nurani Rakyat Indonesia yang ingin merasakan pembaharuan, Perubahan demi memajukan Indonesia jauh lebih baik sesuai dengan kebijakan strategis, meningkatkan kesejahteraan Rakyat, Memajukan Ekonomi Nasional menuju Global dan lain sebagainya yang bertujuan memajukan Indonesia Maju di era modern ini.

Mimpi Indonesia maju di tengah wabah Virus Covid-19 mulai luntur, antara selamatkan nyawa manusia atau ekonomi Indonesia. Di antara keduanya serba salah, semuanya ada di tangan Presiden RI.

Bapak Presiden yang kami hormati

Wabah Virus Covid-19  di 122 Negara di Dunia termasuk Indonesia telah mengorbankan nyawa manusia. Duka,  tangisan dan ratapan dimana-mana. Hampir semua Negara berusaha untuk melawan virus covid-19 agar tidak memakan korban yang jumlah banyak dalam sehari.

Khusus di Indonesia data per 7 April 2020, 2.738 positif, 221 meninggal dan 204 sembuh. Hampir tiap hari menambah jumlah positif. Artinya, Virus Covid-19 sangat rentan terkena tanpa memandang umur, usia muda dan tua, laki dan perempuan, kulit putih dan hitam.

di pertengahan Maret Negara Indonesia mulai acuh tak acuh, lantaran virus yang berbahaya itu menyerang perlahan dan memakan korban akibat virus covid-19  di Indonesia. Lantaran itu, Presiden Indonesia berupaya melakukan langkah-langkah strategis demi melawan virus covid-19 diantaranya, libur nasional, belanja Alat Kesehatan dan obat-obatan, nemberikan himbauan kepada rakyat dengan  mengisolasi Mandiri di rumah, nengurangi tahanan di Lembaga Permasyarakatan dan Rumah Tahanan,  Pembatasan Sosial dalam skala kecil dan skala besar hingga beberapa daerah melakukan Karantina Wilayah (Lock Down), seperti di Provinsi Papua. Dalam melawan virus covid-19 dianggarkan dana sebesar, 405,1 Triliun.

Bapak Presiden Yang kami hormati

Khususnya Melalui Surat Keputusan (SK) Mentri Hukum dan HAM Republik Indonesia tentang pengeluaran dan pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi. Jumlah narapidana yang dibebaskan mencapai sekitar 30 ribu orang. 

Kebijakan yang dikeluarkan tepat saran demi menyelamatkan nyawa tahanan yang rentan terkena virus covid-19. Meski demikian, virus covid-19, tidak memandang Narapidana dan Tahanan Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan. Mestinya Menkumham RI mengeluarkan juga tahanan lainnya sehingga tidak ada diskriminasi yang terjadi. Sehingga keadilan demi menyelamtakan nyawa tahanan dijamin.

Bapak Presiden yang kami hormati

Khususnya Tahanan Politik (Tapol) Anti Rasisme yang hingga kini masih ditahan di Papua, Balikpapan, dan Jakarta sedang menjalani proses persidangan di tengah wabah Virus Covid-19, Sekalipun Pemerintan pusat telah mengeluarkan libur nasional untuk bekerja di rumah sebagai upaya perlindungan diri dari virus covid-19. 

Tahanan Anti Rasisme di Papua, proses sidang sedang berjalan. Tahanan Anti Rasisme di Balikpapan proses sidang ditunda selama sebulan, dan Tahanan Anti Rasisme di Jakarta sedang menjalani persidangan.

Tahanan Politik Anti Rasisme juga bagian dari Warga Negara yang selayaknya dilindungi dari wabah virus covid-19. Sehingga hak kesehatan dan hak hidup dapat dirasakan juga bagi tahanan anti rasisme.

Bapak Presiden yang kami hormati

Selayaknya, bapak perlakuan yang adil bagi Tahanan Narapidana dan Tahanan lainnya. Mereka harus dirumahkah sesuai program asimilasi dan integrasi. Sebab, Khawatirnya,  salah satu terkena virus akan berdampak tertular bagi tahanan lainnya.

Bapak Presiden, Khusus untuk tahanan Anti Rasisme Papua yang dititip di  Balikpapan, Papua dan Jakarta sedang menjalani proses peradilan di masing-masing Pengadilan Negeri di tengah wabah virus covid-19 agar bapak presiden mengambil kebijakan untuk melindungi hak hidup dan kalau bisa bebaskan tanpa syarat tahanan Anti Rasisme. Sebab, apabila tahanan Anti Rasisme mengalami gangguan kesehatan akibat virus covid-19, maka akan berdampak buruk bagi rakyat Papua dan tanah Papua. 

Bapak Presiden yang kami hormati

Pesan terakhir kepada bapak presiden, 
"Mari Selamatkan Tahanan dan berlakukan keadilan di tengah wabah virus covid-19 antara Narapidana dan Tahanan Jaksa, pengadilan dan  kepolisian. Sebab, Virus Covid-19 tidak memandang Narapidana dan Tahanan" 

Bebaskan Tahanan Anti Rasisme tanpa syarat. Dan berlakukan keadilan dan tidak boleh terjadi diskriminasi antara tahanan yang lain dengan tahanan Anti Rasisme.

Demikian surat terbuka yang dibuat, disampaikan banyak terimakasih. Semoga, surat terbuka ini didengar dan direspon Bapak Presiden dan jajarannya demi menyelamatkan manusia Indonesia.

Balikpapan, 8 April 2020

Alexander Gobay
Tahanan Anti Rasisme di Balikpapan

 

 

 

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait