Siapa Pelaku Dibalik Nyawa Prada Usman Helembo Di Ndugama?

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

28 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Prada Usman Helembo. Ist

 

Oleh, Soleman Itlay)*

 

Sejak Prada Usman Helembo dikabarkan tewas pada Sabtu, (20/07) di bekas kam PT. PP, dekat Jembatan Yuguru, jalur jalan trans Wamena - Nduga - Mumugi, Papua, pihak militer Indonesia menyebut pelakunya adalah dari KKSB, dibawah pimpinan Egianus Kogeya.

 

Pernyataan militer Indonesia ini diwakili atau disampaikan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Int Muhammad Aidi. Pernyataan tersebut sudah tersebar luas di media massa. Orang - orang dari berbagai belahan dunia telah mengonsumsi kronologis kejadian yang disebarluaskan lewat semua basis media masa.

 

Siapa Pelaku Yang Sebenarnya Usman Helembo?

 

Pihak militer terlebih dahulu menyebut, bahwa pelakunya adalah dari KKSB dari pimpinan Egianus Kogeya. Namun hingga saat ini belum jelas. Benarkah pelakunya dari KKSB pimpinan Egianus Kogeya? Belum jelas!

 

Pertama: Belum jelas karena sebutan KKSB yang dimaksud oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Muhammad Aidi untuk kelompok Egianus Kogeya beda. Kolompok yang dipimpin Egianus adalah TPNPB/OPM (Bukan KKSB).

 

Kedua: Belum jelas karena TPNPB/OPM dibawah pimpinan kelompok Egainus Kogeya di Ndugama belum mengaku dan bertanggung jawab atas kematian Prada Usman Helembo

 

Lalu pertanyaannya, kalau begitu siapa yang menembak mati almarhum? Apakah pelakunya benar dari KKSB? Atau binatang di sekitar TKP?

 

KKSB yang dimaksud itu dialamatkan kepada siapa dan pihak mana? Apakah ditujukan kepada TPNPB/OPM? Atau dari instansi resmi milik militer Indonesia (TNI maupun Polri), dalam hal ini anggota yang bertugas untuk mengamankan pembanguan jalan trans Wamena - Nduga - Mumugi.

 

KKSB Itu Apa?

 

Sebutan tersebut mesti dijelaskan secara baik, benar, jujur, sopan dan terhormat. Mengapa, tujuannya supaya orang tidak salah tafsir.

 

Kalau sebut pilakunya dari KKSB tanpa bukti dan dasar yang kuat, lagi - lagi itu diluar dari nama orang atau organisasi sebenarnya, maka sebutan KKSB itu bisa dikatakan sangat diragukan. Jadi penyataannya patut dipertanyakan.

 

Jika benar? Maka hal ini perlu dijelaskan secara baik. Jangan sampai kita membuat publik keliru dengan istilah - istilah baru yang berbau tidak benar dan penuh dengan semangat tertentu.

 

Mengapa dituntut untuk dijelaskan? Karena di Papua ini ada banyak kelompok atau organisasi yang berbasis senjata.

 

Disini banyak orang dan kelompok yang memegang senjata tajam, seperti panah, busur maupun senjata api.

 

Tidak hanya itu. Disini juga ada orang atau kelompok tertentu yang sengaja direkrut, dilatih dan dibina sedemikian rupa untuk membuat onar dan pertumpahan darah di tanah Papua. Sehingga sekali lagi perlu diijelaskan secara tepat.

 

Logika Dari Istilah KKSB

 

Siapapun dan lembaga manapun yang sengaja maupun tidak sengaja menikam, menembak, membunuh orang dengan senjata tajam maupun senjata api, maka mereka sama - sama bisa diartikan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata atau Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB/KKSB).

 

TPNPB/OPM maupun TNI/POLRI, termasuk masyarakat sipil, yang menghilangkan nyawa manusia dengan senjata tajam maupun senjata api, maka mereka itu tidak bisa dipisahkan dari kata KKB.

 

Siapapun dan pihak manapun yang terbukti memisahkan nafas seseorang di luar Kehendak hati Tuhan, Hukum dan nilai kemanusiaan dengan senjata tajam maupun senjata api, maka orang atau kelompok yang melakukan tindak kriminal (kejahatan atau kekerasan) hingga menelan nyawa orang adala bagian dari KKSB.

 

Perlu mempertimbangkan Baik

 

Jadi, kalau hendak menyampaikan informasi di publik harus mempertimbangkan secara matang. Tidak perlu meyebut orang atau kelompok tertentu dengan sebutan di luar fakta dan kebenaran.

 

Jika kita membuat pernyataan mentah - mentah dengan bukti sepihak (tanpa melibatkan stackholder); apalagi orang atau kelompok tertentu yang sebelumnya kita duga adalah pelakunya, tetapi belum mengaku untuk bertanggung jawab, maka pernyataannya yang kita publikasikan perlu dipertanyakan oleh semua pihak terkait.

 

Keluarga Korban Tidak Puas

 

Keluarga Korban almarhum, Prada Usman Helembo, lewat media massa (Jubi) menyebut, bahwa mereks tidak puas. Sebab waktu kejadian, yang tertembak mati hanya satu orang.

 

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR Papua, Natan Pahabol. Beliau mempertanyakan, mengapa di saat almarhum tewas, teman-temannya tidak mengalami luka serius dan tidak mengejar pelaku yang menurut militer Indonesia berjumlah 4-5 orang? Logikanya ada dimana?

 

Penemuan Amunisi Baru

 

Setelah kejadian tersebut sudah tersebar dimana - mana, muncul lagi kabar baru, bahwa pihak militer telah menemukan amunisi yang diduga milik kelompok Egianus Kogeya.

 

Meski demikian, hingga detik ini, Egianus Kogeya dkk belum mengaku, bahwa amunisi tersebut milik mereka.

 

Pertanyaannya: Dasarnya apa? Sehingga pihak militer menyebut amunisi tersebut milik Egianus dan rekan - rekannya. Amunisi yang diduga milik Egianus dkk itu diproduksi dan didapat dari mana?

 

Apakah Egianus Kogeya dkk memiliki pabrik untuk memproduksikan amunisi tersebut di hutan belantara Papua? Kalau ada, ya masuk akal. Tapi kalau tidak ada perusahaan amunisi di hutan,?

 

Amunis tersebut didapat dari mana? Egianus Kogeya dkk dapat suplai amunisi itu kapan? Diamana? Lewat siapa?

 

Jangan sampai informasi tersebut terkesan hanya untuk membenarkan pernyataan sebelumnya. Bahwa pelakunya adalah dari kelompok Egianus Kogeya dkk.

 

Kepada Kelompok TPNPB/OPM dan Egianus Kogeya Dkk

 

Untuk memperjelas itu, alangkah baiknya, pihak TPNPB/OPM dan Egianus Kogeya mesti membuat dan mengeluarkan pernyataan resmi. Jika mereka yang menembak Prada Usman Helembo, mereka harus sampaikan kepastian informasi kepada publik.

 

TPNPB/OPM dan Egianus Kogeya juga perlu memastikan, bahwa apakah amunisi tersebut milik mereka atau tidak. Hal ini penting untuk diperhatikan guna memastikan siapa pelaku sebenarnya.

 

Untuk Almarhum, selamat jalan. Selamat menghadap Bapa di Sorga. Damailah dengan para Kudus di sorga. Semoga keluarga, teman - teman dan instansi yang ditinggalkan mendapat hiburan dari Roh Kudus. Turut Berduka Cita, Nare Halompik.

 

Penulis adalah Anggota Aktif PMKRI St. Efrem Jayapura)*

 

#Peristiwa Nduga

Baca Juga, Artikel Terkait