SMPR – PAR : “Stop Pengalihan Isu Dengan Pemblokiran Jaringan Internet”

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Koordinator Umum SMPR - PAR menyerahkan Pernyataan Sikap Rakyat Papua kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe di Halaman kantor Gubernur Papua.

JAYAPURA,KABARMAPEGAA.com -  Koodinator Umum Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua Anti Rasis (SMPR – PAR), Fery Boom Gombo menyatakan kekecewaan dengan kebijakan yang dilakukan Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Republik Indonesia atas pemblokiran jaringan Internet di seluruh tanah Papua, baik Provinsi Papua dan Papua barat.

 

“Kebijakan  ini  sudah termasuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan stop pengalihan Isu terhadap masalah Rasis, Intimidasi dan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan sekitarnya,” Kata Gombo Kepada kabarmapegaa.com di Abepura, Selasa, (27/9).

 

Menurutnya, jika alasan menangkal Hoax, semestinya menangkap oknum-oknum yang terlibat menyatakan Rasis, Intimidasi dan Persekusi, bukan memblokir jaringan internet, karena sudah mengorbankan seluruh masyarakat Papua.

 

“Ingat, kami bukan lagi berada di zaman batu atau Orde lama. Tapi, berada di zaman teknologi dan informasi. Sehingga, pemblokiran ini merupakan pelanggaran HAM bagi seluruh masyarakat Papua,” Ujar Gombo yang juga sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cendrawasih (BEM Uncen).

 

Gombo meminta kepada Presiden RI melalui Mentri Kominfo RI untuk segera membuka pemblokiran jaringan Internet di seluruh tanah Papua.

 

Ia juga meminta agar segera menangkap oknum Ormas dan aparat TNI/Porli yang melakukan Rasis, Intimidasi dan Persekusi  terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan sekitarnya. Jika, dibiarkan kasus ini, akan dinggap hukum di Negara ini hanya berlaku untuk orang Papua  dan di Jawa tidak berlaku bagi Ormas dan Aparat TNI/Porli.

 

“Ormas danTNI/Porli segera ditangkap, karena di mata hukum semua insan sama,” Tegas Gombo.

 

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alexander Gobai menyatakan, pemblokiran jaringan internet di Papua dan Papua Barat merupakan pengalihan isu terhadap masalah Rasis,intimidasi dan Persekusi terhadap mahasiswa  Papua di Surabaya tetapi juga terhadap masyarakat Papua.

 

“Presiden RI harus bertanggungjawab dulu, sebelum terjadi hal-hal yang  tidak diinginkan bersama,” Kata Gobai

 

Kata Gobai, alangkah lebih baik, Pemblokirisan Jaringan Internet sudah harus kembali aktif. Karena aktivitas masyarakat Papua dalam mengakses internet semakin sulit.

 

“Saya berharap, Presiden RI melalui Mentri Kominfo RI agar segera aktifkan pemblokiran jaringan internet,” Harapnya.

 

Pewarta               : Yudas Nawipa

 

Editor                    :  Admin

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait