Solidaritas Mahasiswa Masyarakat Paniai Minta Bebaskan Tujuh Tapol Tanpa Syarat

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
saat jumpah pers

 

JAYAPURA,KABARMAPEGAA.com---Solidaritas mahasiswa masyarakat wilayah timur Paniai Agadide yang berada di Jayapura meminta  agar JPU segera bebaskan Tujuh Tapol Papua tanpa syarat. Hal tersebut dikatakan saat melangsungkan jumpa Pers di Kota Raja Dalam, Senin (15/6).

 

Dalam jumpa pers tersebut solidaritas mahasiswa masyarakat   wilayah timur Paniai Agadide di Jayapura  yang terhimpun dibawa payung  organisasi: IKAPPMA, IKAPMME, IPMAPI, IPMARPUT  telah kukukan pernyataan sikap atas tindakan rasisme Tujuh Tapol Papua dan meminta JPU segara bebaskan tanpa syarat. Hal itu dikatakan karena pihaknya menilai 7  tapol di Kaltim  adalah Korban bukan pelaku.

 

"kami menilai prososes hukum yang dijalankan di sana tidak sesuai dengan mekanisme. Dan jika 7 Tapol maka kami rakyat Papua akan turun aksi jilid 3 untuk menuntut hukum yang tidak adil bagi kami," kata Jeri Kogopa Penanggungjawab Jumpa pers di Kota Rasa dalam, Jayapura Papua.

 

Kata dia, tuntutan terhadap 7 Tapol oeh  JPU Papua dari  pengadilan negeri Balikpapan, Kaltim sejauh ini kami merasa tidak dijalankan proses hukum ini tidak sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

 

“kami minta segera bebaskan mereka jika tidak dibebaskan atas dasar hukum yang berlaku di negara Indonesia pada Pasal 1945 maka kami masyarakat mahasiswa Agadide dan seluruh rakyat Papua akan melakukan aksi Rasisme Julid 3. Itu  komitmen kami," tegasnya.

 

Dengan itu, Kata Jeri,  rasisme yang terjadi pada tahun lalu, bulan Agustus 2020 di Surabaya  dari piak tertentu menjadi tolak ukur yang pula di ambil oleh mahasiswa Papua  yang penjadi korban ungkapkan penagun jawab masyarakat agadide,  kepala  Suku Mee i Jayapura, Rupus Muyapa.

 

"kami solidaritas masyarakat, mahasiswa, toko adat dan toko agama wilaya tiga, agadide Paniai di Jayapura, meminta bebaskan 7 Tapol  tanpa syarat" tegasnya.

 

Sementara itu, Oktovianus Yogi menambahkan kami minta, JPU Papua  perlu membela keadilan bagi manusia. “Karena mereka korban bukan pelaku, terang Oktovianus yogi dicela sikap orasi singkat.

 

Kemudian, Solidaritas Mahasiswa dan Masyrakat Agadide besar meminta segera bebaskan 7 tapol Ppapua tanpa syarat.

 

Pasalnya, dalam persidangan JPU Papua menuntut Alexander Gobay Dan Ferry Komboh 10 Tahun Penjara, Hengky Hilopok 5 Tahun Penajara  ,Irwanus Uropmabin 5 Tahun Penjara ,Stefen Itlay 15 Tahun Penjara ,Buchtar Tabuni 17 Tahun Penjara ,Agus Kosay 15 Tahun Penjarah .

 

Tuntutan tersebut banyak kalangan menilai tidak adik (not justice)sangat membaratkan bagi mereka dalam hal ini 7 tapol yang nota benenya sebagai korban rasisme.

 

“kami , mahasiswa/I dan  masyrakat yang tergabung dalam himpunan agadide besar  sangat kesal tindakan JPU kejaksaan tinggi papau, dalam memutuskan terhadap 7 tapol yang ada di balik papan karena yang melontarkan kata-kata rasisme terhadap mahasiswa papau di surabaya adalah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan sifatnya rasis,” Papar dalam pernyataan sikap.

 

Oleh karena itu,  solidaritas mahasiswa/I dan masyarakat himpunan Agadide Besar menyatakan sikap:

  1. Kami meminta kepada kejaksaan tinggi (kejati) Papau, Kejati RI, Gubernur papua dan aparat penegak hukum segerah bebaskan tapol Papua tanpa syarat.
  2. Sebagai negara hukum yang berasas pada pandangan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara , kami mahasiswa/I dan masyrakat yang tergabung dalam agadide besar meminta kepada Penegak hukum agar di jalan proses hukum secara tidak rasis.
  3. Pasca aksi rasisme jilid I, dan pasca aksi rasis Jilid II di Papua dilakukan secara spontan yang di gabung oleh semua element baik OKP, BEM , Gereja dan Semua masyrakat Papua  yang dilakukan aksi rasis secara damai dalam rangka menolak kalimat rasis yang dilontarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di asrama Papua  Surabaya
  4. Apa bila para 7 tapol tidak dapat dibebaskan secara mekanisme hukum yang adil dan benar , maka kami seluruh akar rumput  rakyat Papua dengan target akan tuntut kembali secara mekanisme hukum yang adil dan beradap dalam aksi rasis Jilid III.

 

Pewarta: Orgenes Bunai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait