Solidaritas Mahasiswa Papua Menolak Pengukuhan Kepala Suku Mayjen George dan Pembangunan Pangkalan Militer

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

29 Hari yang lalu
LAPAGO

Tentang Penulis
Solidaritas Mahasiswa Pegunungan Tengah Kota Studi Bali usai diskusi bersama terkait penolakan Pembangunan Pangkalan Militer dan Pengukuhan Kepala Suku Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit.(Jeeno-KM)

 

BALI, KABARMAPEGAA.com--Solidaritas Mahasiswa Pegunungan Tengah Kota Studi Bali Menolak Pembangunan Pangkalan Militer dan Pengukuhan Kepala Suku Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit. Menurut mereka, George Elnadus Supit dikukuhkan sebagai Kepala Suku Besar Papua yang dipimpin Silo Alex Doga dari Kampung Kimbim, Distrik Kimbim, Kabupaten Jayawijaya (Rabu, 26 September 2018) lalu itu dinilai  dilakukan secara sepihak.

 

Pertnyataan penolakan yang dilakukan oleh Solidaritas Mahasiswa se- Pegunungan Tengah Papua Terhadap Pengukuhan kepala suku besar wilayah  Laa Pago dan rencana pembangunan Pangkalan Militer di wamena ini dibahas dalam diskusi  terbuka yang dilaksanakan pada  tanggal 11 September 2018 bertempat di Kontrakan Putra Jayawijaya, Denpasar.

 

Muin, Ketua  Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Jayawijaya kota studi Bali, Pengukuhan Kepala  Suku Ini merupakan rencana terstruktur oleh Militer untuk selanjutnya membangunan Pangkalan Militer (Pangdam) di wamena.

 

“Rakyat Papua tidak membutuhkan militer, bahkan Militerlah yang menyebabkan maraknya konflik Sosial yang terjadi,” katanya.

 

Menurutnya  pengukuhan yang dilakukan adalah  secara sepihak oleh Silo Alex Doga dan beberapa orang yang mengatasnamakan Kepala Suku sepegunungan tengah Papua adalah tidak sah. “Dan secara resmi hari ini kami menolak dengan tegas segala bentuk kegiatan yang mengatasnamakan rakyat dan menjual tanah dll.”

 

Penolakan yang dilakukan ini juga merupakan bentuk nyata dari mahasiswa Untuk memperjuangkan tanah dan Kebebasan sejati untuk Rakyat diatas Tanahnya sendiri. Ada pun beberapa poin penting dalam diskusi tersebut sekaligus menjadi pernyaaan sikap dari mahasiswa se-Pegunungan Tengah Papua kota studI Bali adalah sebagai berikut:

 

Pertama: Menolak  Pengukuhan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit sebagai Kepala suku Besar Wilayah Pegunungan Tengah. Kedua: Menolak  pemberian/Penjualan Tanah seluas 90 hektar kepada pihak Militer. Ketiga: Menolak pembangunan pangkalan militer baru di  Wamena secara khusus dan di Papua secara umum. (Jeeno/KM)

Editor: Manfred Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait