Solidaritas Mahasiwa Meepago Jayapura: Jangan Menghalangi MRP Ke Meepago

Cinque Terre
Ancelmus Gobai

13 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
"Melayani dengan hati"
Solidaritas Mahasiwa Meepago di kota Jayapura. Foto usai pernyataan sikap. Asrama Taboria Jayapura, Senin (16/11/2020)/KM.

 

 

YOGYAKARTA,KABARMAPEGAA.COM--Rapat Dengar Pendapat (RDP) itu akan di laksanakan selama 17-18 novomber 2020 di lima wilayah adat papua yakni Mepago, Anim Ha, Tabi, Saireri, Lapogo. Solidaritas mahasiawa/I dan masyarakat wilayah Meepago yang terdiri dari forum Nabire (Yabet Degei), Forum Paniai (Isak Kadepa), Forum Dogiyai (Ferek Waine), Forum Deiyai (Maikel Pekei) dan Forum Intan Jaya (Daniel) kota Jayapura  menyatakan sikap jangan menghalangi MRP ke wilayah Mepaago. Asrama Taboria Jayapura, Senin (16/11/2020).

 

Solidaritas mahasiawa/i dan masyarakat wilayah Meepago yang terdiri dari forum Nabire (Yabet Degei), Forum Paniai (Isak Kadepa), Forum Dogiyai (Ferek Waine), Forum Deiyai (Maikel Pekei) dan Forum Intan Jaya (Daniel) kota Jayapura  menyatakan sikap:

 

Pertama, kami mendesak kepada pihak pemerintahan dalam hal ini, keamanan harus tegahkan keadian selama proses RDP berlangsung di wilaya Meepago yang betempat di kabupaten Dogiyai.

 

Kedua, Kami seluruh mahasiswa/i dan masyarakat wilayah Meepago di Jayapura sangat menolak keras terkait maklumat kapolda papua yang  telah di buat selama berjalannya RDP, karena maklumat tersebut tidak ada keadilan.

 

Ketiga, Kami mendesak terhadap kapolres dan dandim wilayah Meepago untuk memberikan jaminan keamanan kepada MRP untuk menyelenggarakan proses RDP sesuai amanat  UU otsus 2001pasal 77.

 

Keempat, Kami seluruh mahasiswa/i dan masyarakat wilayah Meepago di Jayapura mengutuk tindakan segelintir orang yang mengatas namakan  masyarakat Meepago untuk menolak RDP.

 

Kelima, seluruh mahasiswa/i dan masyarakat wilayah Meepago di Jayapura tolak Otsus Jilid II.

 

Koordinator lapangan Yery Kogopa mengatakan, kami mahasiswa/I solidaritas wilayah Mepagoo menyatakan sikap dengan tujuannya untuk meluruskan agenda perjalanan (MRP) untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP)  di wilayah Meepago lebih khususnya kab Dogiyai.

 

Tidak ada keamanan- keamanan yang membatasi agenda MRP karena sudah di atur dalam undang undang agar supaya masyarakat wilayah Mepagoo boleh menyampaikan aspirasi meraka kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) pada tanggal 17-18 Novomber 2020 besok.

 

Dewan perwakilan rakyat papua (DPRP), Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan agenda membahas pelaksanaan otsus dari Majelis Rakyat Papua (MPR) adalah perintah UU nomor 21 tahun 2001.

 

Menurut kapalda papua tentang rencana RDP pada masa pendemi covid masih ada diskriminatif, karena MRP berjalan sesuai amanah UU Otsus tahun 2021 pasal 77. Dia menuntut nasib Otsus ada di tangan rakyat orang asli papua.

 

Kepala suku Meepago wilayah Jayapura Nus Gobai mengatakan, saya sangat mengdukung dengan sikap mahasiswa Meepagoo di kota study Jayapura karena ini sebagai aspirasi menyampaikan ide didepan umum sehingga tidak ada yang membatasi.

 

Isak Kadepa selaku ketua solidaritas mengatakan, kami seluruh akar rumput rakyat papua sudah bosan mengetahui dan ikut merasakan  pahit dan manis dari implementasi otsus di atas bumi cendrawasih papua sejak berlakunya otsus di papua berdasarkan udang- undang republik indonesia nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi provinsi papua.

 

Lanjut kadepa, kami dari  seluruh akar rumput rakyat papua yang tergabung dalam solidarias  mahasiswa/I dan masyarakat wilayah Meepago di Jayapura memintah dengan tegas kepada pihak penyelenggara Rapat Dengar Pendapat (RDP) Otsus papua dalam hal ini MRP, DPR, Kemanan dan pihak-pihak terkait harab berjalan baik sampai sukses, katanya.

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait