Solidaritas MMPM Menuntut Pemda Maybrat Segera Menjawab Keinginan Masyarakat

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

14 Hari yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Solidaritas MMPM/doc

 

JAYAPURA,KABARMAPEGAA.COM--Solidaritas Mahasiswa Masyarakat Peduli Pembangunan Maybrat (MMPM),  mendesak pemerintah Maybrat segera memenuhi tuntutan masyarakat," kediaman Aiyawasi selatan, Distrik Aifat Utara, Kab Maybrat. Kamis, (30/07/2020).

 

"Karena, Solidaritas Mahasiswa Masyarakat Peduli Maybrat telah menyerahkan 18 poin tuntutan masyarakat yang sudah serahkan kepada Pemda Maybrat, Provinsi Papua barat, sejak tanggal 22 Juli 2020 di kantor DPRD, pekan lalu,"Jelaskan sesuai rilis Pers diterima pada www.kabarmapegaa.com.

 

Koordinator umum Aliansi Mahasiswa Maybrat, Petrus Kosamah menjelaskan sejak di mekarkan kab Maybrat tahun 2009 terlepas dari kabupaten Sorong Selatan dan menjadi kabupaten definitiv melalui keputusan bupati Sorong Selatan, No 133 tahun 2008. Mulai terhitung usia kabupaten Maybrat sudah mencapai 11 tahun,"jelasnya.

 

Kosamah, Awal hadirnya kabupaten Maybrat diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat Maybrat dari berbagai aspek seperti; Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Pembangunan (Infrastuktur) serta menjamin kehidupan sosial yang belum harmonis"Tuturnya.

 

"Tetapi semua itu hanya melakukan manifestasi politik yang bermartabat guna mengancam budaya modern, Kata Petrus Kosamah.

 

Lanjut Petrus, Realitas kini justru menjadi berbagai ketimpangan pembangunan infrastruktur terjadi dimana-mana sepertinya; jalan Mosun, Mare, Sabun, Kasar, Bori, Aifat Timur, Kambusabo, dst, rusak berat bahkan belum pernah ada sentuhan dari pemerintah"kesalnya.

 

Selain itu, Tokoh Pemuda, Kosamah merasa kecewa soal pendidikan se-Indonesia belum ada asrama permanen milik pemda Maybrat dan beasiswa untuk mahasiswa demi menunjang SDM yang unggul,"kesalnya.

 

Selain itu, beberapa dari 18 poin tuntutan Mahasiswa Masyarakat Peduli Pembangunan Maybrat kepada Pemda Maybrat bahwa; Ekonomi lokal merosot. Tidak ada pasar mama-mama Maybrat yang efektif. Tidak ada penetapan harga barang. Penduduk migran mulai menguasai pusat-pusat ekonomi mental masyarakat semakin konsumtif, malas, perdagangan. Miras bebas, pajak retribusi tidak ada penduduk migran liar semakin banyak. Kesehatan, Rumah sakit umum daerah tidak ada, tidak ada dokter spesialis, angka kematian meningkat, angka kelahiran berkurang dan angka harapan hidup yang sangat rendah.

 

Disisi lain, Petrus menuturkan, ada elit-elit praktek layanan pemerintah yang tidak profesional, kental nepotisme, korupsi, kolusi, matinya demokrasi dan operasi militer adalah bentuk nyata gagalnya pemerintah Maybrat dalam melindungi dan mensejahterakan masyakat.

 

Maka itu, kami atas nama mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam “Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Maybrat” menuntut segera menjawab program kesejahteraan masyarakat baybrat. Tutupnya.

 

Pewarta: Maii Muyapa/KM

 

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait