Soptek Aja Disedikan Kok Tak Disiplin, Suhirno: Kami Sudah Rapat Tadi

Cinque Terre

1 Tahun yang lalu
KABAR PAPUA

Tentang Penulis
Dok: Puskesmas Karang Tumatitis Nabire mengelar rapat bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten untuk mencari solusi terhadap pengaduan warga terkait 3 pasien positif C-19, Rabu (29/4/20)

 

NABIRE.KABARMAPEGAA.com - Usai menjalani rapid tes, tanggal 6 april 2020 diketehui satu keluarga  yang tinggal di jalan Sinak, Rt 07 Kelurahan Grimulyo Nabire  dinyatakan reaktif. Tak tungguh lama warga setempat segerah bergegas menyepakati semua kebutuhan ditanggung warga. Dengan harapan keluarga ODP tidak keluar rumah.

Harapan itu, pupus setelah diketahui kedua orang tuanya sering keluar masuk menghirup angin segar di alam bebas, sedangkan anak-anaknya sering bermain bersama teman-teman sebaya mereka di lingkungan sekitarnya.

Pada hal suka relah semua kebutuhan dipenui warga setempat. Kalau sudah demikian tak ada kata lain yang mampu terucap, cukup berkta ‘rawan kesadaran’.

Kepala Puskesmas Karang Tumaritis Suhirno,Skm mengaku, dirinya telah menerima laporan berupa pengaduan dari Ketua RT,07 Kel Grimulyo, terkait warganya kini dinyatakan 3 positif covid-19 dan 1 negatif sesuai hasil tes swab metode PCR, selasa (28/4/20) tersebut selama menjalani masa karantina mandiri tak disiplin sesuai anjuran pemerintah.

Dikatakan Kapus, sejak  tanggal 6 April 2020,  keluarga tersebut dinyatakan 4 orang reaktif berdasarkan hasil rapid tes. Warga setempat secara suka relah penuhi semua kebutuhan,  dengan harapan mereka tidak melakukan aktifitas diluar rumah.

Konon  Ketua RT mengaku pada pihaknya bahwa masi saja berkedapatan keluar masuk, anak-anaknya juga  sering kedapatan bermain bersama teman sebayanya dilingkungan sekitarnya. Padahal warga sudah supot semua kebutuhan hingga pembalut wanita (Soptek,red) pun mereka relah sediakan.

Pengaduan yang diajukan kepada kami bersifat menyikapi adanya keputusan Tim Gugus Tugas kabupaten Nabire, terkait pasien positif covid-19 cukup dikarantina mandiri, sementara 3 pasien positif Covid-19 di lingkunganya tidak disilin sehingga rawan menularkan virus kepada tetang disekitarnya.”tutur Kapus membeberkan pengaduan.

Untuk menindak lanjuti laporan warga melalui Ketua RT tersebut, Kapus mengaku, dirinya bersama perwakilan Tim Gugus Tugas Covid Nabire, Kepala Kelurahan, Babinsa, Babinkamtikmas, Tim Survelens PKM Kartum, ketua RT 07 Grimulyo dan keterwakilan Warga telah mengelar rapat, Rabu (29/4/20).

“dalam rapat tadi kami berikan kesempatan kepada Ketua RT untuk memberikan keterangan terkait keresahan warganya, ia memembeberkan semuanya dalam rapat tadi,”ujar kapus.

Kapus mengaku, keluhkan warga sudah diterima baik oleh Tim Gugus Tugas kabupten Nabire.  Mudah–mudahan satu dua hari ini adanya keputusan untuk mengkarantinakan satu keluarga itu, karena hampir semua masyarakat setempat harapkan seperti itu.

“iya untuk menentukan kewengan tetap dikarantina mandiri dirumah  atau dikarantinakan di tempat khusus adalah bukam kewengan kami Puskesmas. Tapi itu kewengan Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupten,”tukas Kapus.

Sehingga Kapus mengaku,  dirinya memfasilitasi antara tim gugus dengan masyarakat untuk mencari solusi bersama terkait dengan hal ini.

“satu dua hari ini kita akan tauh kepastiannya  kapan dijemput karena memang masyarakat menginginkan bahwa seperti itu,”akunya.

Untuk memutuskan mata rantai penularan, menurut Kapus, tidak bisa dengan cara karantina mandiri di rumah, sebab sudah tidak efektif lagi sehingga pihak terkait harus mencari solusi lain. ***

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait