SOS Papua : Tutup Akses Papua Bagian dari Lawan Virus Corona

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Foto: Simbol Lock Down Untuk Papua.

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com - Solidaritas Organisasi Sipil (SOS) Untuk Tanah Papua mengatakan penutupan akses masuk ke Papua merupakan bagian langsung dari peran melawan virus corona di Papua.

“Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/ Kota berkewajiban mencegah dan menanggulangi penyakit-penyakit endemis dan/atau penyakit-penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduk” (Pasal 59 ayat (2), UU No 21/2001)," Kata Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay, SH MH melalui siaran pers yang diterima kabarmapegaa.com, Jumat, (27/03).

Menurutnya, dalam rangka mengimplementasikannya, Konstitusi yang  telah mengatur bahwa Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah (Pasal 28i ayat (4) UUD 1945).

Lanjut Gobay, dalam rangka memerangi penyebaran Virus Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Propinsi Papua, pemerintah telah membuat Kesepakatan Bersama Pencegahan, pengendalian dan penangulangan Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Propinsi Papua pada tanggal 24 Maret 2020, Salah satu keputusannya adalah “Bandara Udara sebagai pintu masuk wilayah papua dinyatakan ditutup untuk penerbangan penumpang sejak tanggal 26 Maret 2020 pukul 00:00 WIT sampai dengan 9 April 2020 pukul 24:00 WIT”. 

Sebagai tindaklanjut dari Kesepakatan Bersama diatas, Dirjen Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X  menerbitkan Surat Nomor : AU.301/0014/KOBU WIL.X/III/2020 tertanggal 25 Maret 2020, Perihal : Penutupan Penerbangan Penumpang Di Bandar Udara Propinsi Papua yang mulai berlaku sesuai batas waktu diatas. 

"Sikap Pemerintah Propinsi Papua merupakan bentuk implementasi Asas Desentralisasi yang berarti penyerahan Urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Pusat kepada daerah otonom berdasarkan Asas Otonomi dan prinsip Daerah Otonom dimana kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus Urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat," Kata Gobay.

"Sikap Pemerintah Propinsi Papua diatas merupakan bagian langsung dari pemenuhan pelayanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhinya, dimana yang berwenang untuk memenuhi persoalan kesehatan adalah pemerintah daerah," Tambahnya.

Gobay  pertanyakan kembali komitmen Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam memerangi penyebaran Virus Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Indonesia dan terlebih khususnya di Propinsi Papua sebab Surat Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor : AU.304/1/4/DNP-2020, Perihal : Pencabutan NOTAM tertanggal 26 Maret 2020 sangat kontra produktif dengan misi Pemerintah Propinsi Papua dalam memerangi penyebaran Virus Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Propinsi Papua.

Melalui Surat Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor : AU.304/1/4/DNP-2020, Perihal : Pencabutan NOTAM tertanggal 26 Maret 2020 secara langsung menunjukan bahwa Mentria Perhubungan Republik Indonesia telah melanggar “Asas Asas Umum Penyelenggaraan Negara khususnya Asas Kepastian Hukum, Asas Tertip Penyelenggaraan Negara dan Asas Proporsionalitas” sebagaimana diatur pada pasal 3 angka 1, angka 2 dan angka 4, UU No 28/1999. 

"Atas dasar itu, kami meragukan komitmen Mentri Perhubungan Republik Indonesia dalam melakukan kewajibannya dalam melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan tidak melakukan perbuatan tercela, tanpa pamrih baik untuk kepentingan pribadi, keluarga, kroni, maupun kelompok," Tegasnya.

"Dan tidak mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku” sebagaimana diatur pada pasal 5 angka 6, UU No 28/1999," Tambahnya.

Terlepas dari itu, Kata Gobay sebagai bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Propinsi Papua dalam memerangi penyebaran Virus Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Propinsi Papua diharapkan agar Pemerintah Propinsi Papua dapat melengkapi peralatan kesehatan guna menangani pasien dan calon pasien Virus Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Propinsi Papua sebagai bentuk pemenuhan prinsip Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan (Pasal 28h ayat (1) UUD 1945).

Berdasarkan uraian diatas, Solidaritas Organisasi Sipil (S.O.S) Untuk Tanah Papua menyatakan sikap, sebagai berikut :
Pertama, Mendesak Mentri Perhubungan Republik Indonesia segera mencabut Surat Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor : AU.304/1/4/DNP-2020, Perihal : Pencabutan NOTAM tertanggal 26 Maret 2020 karena bertentangan dengan Asas Kepastian Hukum, Asas Tertip Penyelenggaraan Negara dan Asas Proporsionalitas sebagaimana diatur pada pasal 3 angka 1, angka 2 dan angka 4, UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Berbas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;

Kedua, Mendukung Kesepakatan Bersama Pencegahan, pengendalian dan penangulangan Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Propinsi Papua tanggal 24 Maret 2020 khususnya menyangkut Bandara Udara sebagai pintu masuk wilayah papua dinyatakan ditutup untuk penerbangan penumpang sejak tanggal 26 Maret 2020 pukul 00:00 WIT sampai dengan 9 April 2020 pukul 24:00 WIT;

Ketiga, Mendukung Surat Dirjen Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Nomor : AU.301/0014/KOBU WIL.X/III/2020 tertanggal 25 Maret 2020 perihal Penutupan Penerbangan Penumpang Di Bandar Udara Propinsi Papua yang mulai berlaku sesuai batas waktu diatas;

Keempat, Mendorong Pemerintah Propinsi Papua untuk melengkapi peralatan kesehatan guna menangani pasien dan calon pasien Virus Corona Virus Disiase 2019 (COVID-19) di Propinsi Papua sebagai bentuk pemenuhan prinsip Setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan (Pasal 28h ayat (1) UUD 1945).


Solidaritas Organisasi Sipil (S.O.S) Untuk Tanah Papua

1.    Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua)
2.    KPKC Sinode GKI di Tanah Papua
3.    Aman Sorong Raya
4.    Yayasan Anak Dusun Papua (YADUPA)
5.    Jerat Papua
6.    SKPKC Fransiskan Papua
7.    SKP KAMe
8.    Pt.PPMA-Papua
9.    WALHI Papua
10.    Perkumpulan Papuan Voices
11.    Yayasan Konsultasi Independen Pemberdayaan Rakyat (KIPRa Papua)
12.    Yayasan Pusaka Bentala Rakyat
13.    ELSHAM Papua
14.    Papuansphoto
15.    PAHAM Papua
16. Link-AR Borneo
17. Layung Kalimantan
18. Koalisi Perempuan Bergerak Selamatkan Manusia Papua
19. West Papua Updates
20. GempaR Kota Jayapura

 

Admin

#MRP

#Pemerintahan

#Lingkungan dan Hutan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

#Gereja

#Mahasiswa Papua

#LBH Papua

Baca Juga, Artikel Terkait