STFT  Tutup Akademik 2018/2019 dan Lantik Lektor–Akolit

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Proses Pelantikan 40 Mahasiwa STFT Fajar Timur Menjadi Akolit dan Lektor. (Foto: Yan Elopere/KM)

Jayapura, KABARMAPEGAA.com – Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur menggelar misa penutupan Akademik Tahun 2018-2019 dan melantik Lektor dan Akolik di kapela St. Yosef Seminari Tinggi Interdiosesan Yerusalem Baru, Padang Bulan Abepura Jayapura, Jumat, (14/6/2019).

 

Misa itu dipimpin oleh Pastor Gabriel Ngga OFM didampingi Pastor Nico Djumari Pr, dan Pastor Yanuarius Vanber Pr, dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Fisafat Teologia Fajar Timur.

 

Disela missa berlangsung, sebanyak 40 Mahasiswa STFT resmi dilantik menjadi Lektor dan Akolit oleh Pastor Gabriel Ngga OFM, Pastor Nico Djumari Pr, dan Pastor Yanuarius Vanber Pr.

 

Pastor Dr. Yan Matopai You, Pr, mengatakan, para mahasiswa yang dilantik akan diutus untuk melayani umat di lima Keuskupan selama 1 tahun sesuai dengan jadwal tempat tugasnya masing-masing.

 

“Kalian diutus untuk mewartawakan kabar gembira kepada umat dalam lima keusukupan,” Kata You Dalam sambutannya.

 

“Sebagai penuntun bagi para mahasiswa yang akan bertugas melayani umat, mereka telah diberikan alkitab dan kalung Rosario sebagai penerang untuk mereka gunakan dalam misi penyelamatan sesuai dengan semangat Yesus Kristus yang mereka Imani,” Kata You yang juga selaku Ketua Yayasan STFT itu.

 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) STFT, Aris Yeimo melalui pesan massager kepada kabarmapegaa.com,  mengharapkan, semoga para mahasiswa yang dilantik menjadi misionaris sejati dan mampu mewartakan injil kepada umat manusia melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan mereka.

 

“Saya berharap, semoga mereka yg dilantik dapat menjadi misionaris-misionaris sejati. Dengan demikian, mereka mampu mewartakan Injil Yesus kepada semua umat manusia. Pewartaan itu kemudian diwujudnyatakan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan,” Katanya.

 

Kata  Yeimo, pentingnya pelayanan kepada umat dalam konteks Papua yang ditunjukan dengan sikap kecintaan dengan budaya tempat dimana mereka (frater,red) bertugas.

 

“Hal ini paling kurang ditunjukkan dengan sikap kecintaan mereka pada budaya masyarakat setempat. Dengan itu, saya pikir pewartaannya akan kontekstual,” Ujarnya.

 

Pewarta        : Yan Elopere

 

Editor                    : Albert Yatipai

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait