Stop Kriminalisasi Mahasiswa Timika di Manokwari, Ini Pernyataannya

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

4 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
usai membacakan sikap mahasiswa di depan asrama Timika Manokwari Papua Barat.

 

 

Manokwari, KABARMAPEGA.Com--Penghuni asrama mahasiswa Mimika kota studi Manokwari menanggapi tindakan pengeberekan Aparat Kepolisian dan Polda Papua Barat terhadap mahasiswa Mimika pada Senin (22/11/2021) lalu adalah catat hukum dan moral.

 

Kami melihat dan mengamati kejadian pengerebekan dan penangkapan 12 mahasiswa di Asrama Mimika pada 22 November 2021 adalah tindakan yang tidak profesional. Pasalnya tidak sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

 

"Mereka melakukan tindakan sewenang wenang serta memberi trauma kepada mahasiswa dalam asrama bahkan mengkriminalisasi kami mahasiswa" .

 

Hal tersebut disampaikan Abrian Katagame mewakili penghuni asrama  dalam jumpa pers kepada wartawan media Kabarmapega.Com di Asrama Mimika, Amban Manokwari Papua Barat pukul 16.13 WPB.

 

Selain itu, mewakili senior penghuni Yanuarius Amockoame mengatakan, kami di asrama mempunyai aturan tersendiri dalam kehidupan asrama, namun sangat keliru tindakan kepolisian dan brimob melakukan pengerebekan tanpa sebab akibat di asrama.

 

"Kami bukan teroris, pasalnya sistim pengerebekannya serupa dengan penanganan teroris, tanpa surat pengerebekan, kami tidak pernah membawa tamu yang bisa polisi menduga yang di cari DPO kasus Kisor Maybrat di dalam asrama", katanya.

 

Maka kami mahasiswa Mimika kota study Manokwari menyatakan sikap dengan tegas bahwa:

 

Pertama, kami membantah pernyataan  Kabag Ops Polres Manokwari AKP. Junaidy A. Weken di media  (papua star.com) bahwa pengerebekan dan penangkapan mahasiswa di asrama berkaitan dengan pencaharian  (DPO) dugaan keterlibatan penyerangan di pos koramil Kisor Maybrat adalah tidak benar dan pembohongan publik. Kami tidak pernah menyembunyikan mereka dalam asrama, komunikasi saja tidak pernah, apa lagi makan minum bersama, hal ini keliru besar bagi polisi.

 

Kedua, aparat gabungan TNI/POLRI datang tanpa surat perintah pengerebekan/penggeledahan di asrama mahasiswa Mimika  dan melakukan tindakan  kasar seperti tendang tendang pintu dan merusak  lemari lemari adalah  cacat moral, etika, hukum dan hak asasi manusia, maka kami meminta stop kriminalisasi kami dalam hal apapun, bahkan mahasiswa kedaerahan lainya.

 

Ketiga, kami mahasiswa  Mimika tidak perna ikut terlibat dalam kasus penyerangan koramil Kisor Maybrat, stop kriminalisasi kami mahasiswa Mimika bahkan mahasiswa yang lain di asrama kedaerahan dari 7 wilayah adat yang ada di Manokwari adalah  tidak ada hubungan sama sekali dengan kami mahasiswa.A

 

Keempat, pemeriksaan  di setiap kamar asrama mahasiswa Mimika di Manokwari, oleh aparat TNI/POLRI  dengan cara paksa tanpa etika adalah pelanggaran terhadap aturan hukum, dan hak asasi manusia, karena kami tidak pernah menyimpan barang yang berbahaya bagi negara seperti Bendera Bintang Fajar dan senjata api, Kami menolak sita gelang, noken, baju bermotif  bintang kejora yang  merupakan bagian  upaya kriminalisis kami mahasiswa.

 

Kelima, semua upaya yang di lakukan oleh kepolisian Manokwari adalah mengkriminalisasi  mahasiswa Mimika dengan tindakan pengepungan/ pengerebekan tidak sesuai mekanisme hukum yang berlaku di indonesia. Kami minta hak kami demokrasi untuk hidup bebas tanpa tekanan dari pihak manapun.

 

Pewarta: Yeko Gobai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait