Tahanan Rasisme VS Virus Covid 19

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

6 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Ilustrasi Polisi RI menangkap Korban Rasisme dan berada dalam Tahanan (Foto: Dok KM)

 

Oleh : Wone Wenda

Tahanan Rasisme di seluruh Indonesia dituduh dan dikenakan dengan pasal Makar oleh Polisi Republik Indonesia. Peristiwa Anti Rasisme yang dilakukan mahasiswa dan Rakyat Papua pada akhir Agustus 2019 berupa unjuk rasa merupakan aksi spontanitas Rakyat Papua meminta kepada Negara agar tidak boleh melakukan pelecehan harkat dan martabat rakyat Papua dengan sebutan "Monyet".

Akibat aksi protes spontanitas Rakyat Papua itu, dipolitisiri oleh Polisi Republik Indonesia agar menangkap mahasiswa Papua dan rakyat Papua untuk menjalani hukuman di tahanan, karena aksi itu dianggap melawan Negara.

Tahanan Rasisme terpencar di beberapa tempat, Papua Barat, Papua, Balik Papan, Jakarta. Berdasarkan data Tahanan Politik dari Aktivis Papua, Veronika Koman sebanyak 57 Tapol yang ditahan sejak akhir Agustus-Desember 2019.

Data itu menunjukan penahanan Tapol Rasisme  dalam tiga bulan meningkat sebanyak 57 Tapol. Negara patut sadar terhadap penahanan Tapol. Dimana Tapol itu dikriminalisasi dengan tuduhan pasal Makar.

Ditengah-Tengah perjalanan penahanan Tapol Rasisme di seluruh Indonesia, muliai timbul virus Covid 19 yang membahayakan hidup manusia. Hampir semua Negara merilis dan melaporkan berita kematian akibat Virus Covid 19 dari hari demi hari. 

Kematian melanda sangat sadis. Mulai dari China, Italia dan negara lainnya, tak terkecuali Negara Republik Indonesia. 

Update terakahir yang positif tekenah virus corona sebanyak 230-an, Dokter yang menangani Corona pun meninggal. 

Melihat dinamika itu, virus corona ini adalah Konspirasi Kapitalis Dunia (Amerika) dan Cina Berdasarkan Kepentingan Persaingan Ekonomi Dunia.

Kini yang menjadi pertanyaan ialah mengapa Virus ini sangat cepat tersebar Keseluruh Indonesia, dan dangat cepat mengancam Rakyat Indonesia.

Hal  tersebut menjadi perhatian serius Negara. Bukan hanya fokus pada Pencegahan Virus Corona, Tapi Negara Harus Evaluasi Keseluruhan Atas kebijakan-kebijakan yang menyakiti Hati Rakyat Kecil.

Contoh fakta, Pertengahan Agustus 2019, terjadi rasis pada Mahasiswa Papua di Surabaya. Rasis ini dilakukan oleh Ormas dan Aparat TNI/POLRI. Tetapi mereka tidak diproses Hukum.

Seharusnya Jika ada keadilan bagi Rakyat Papua, Oknum TNI/POLRI yang terlibat dalam Rasis harus diproses dan di hukum Seberat-beratnya, karena berawal dari Rasis yang mereka lakukan terjadilah Demo Besar-besaran Yang Berakhir dengan rusuh di seluruh Tanah Papua.

Rakyat Papua yang melakukan Demo ditangkap dan di Proses Hukum sampai hari uni. Banyak Rakyat Papua yang di penjara, padahal di dalam UUD 1945 RI Pasal 28 sudah tertulis bahwa, demokrasi tentang menyampaikan pendapat di muka umum secara lisan maupun tertulis adalah hak setiap warga Negara.

Namun mereka yang demo menuntut Keadilan atas  Rasis yang terjadi di Surabaya. Mereka ini malah  diangkap, diproses hukum, dan Mereka semua di Kenakan Pasal Makar. Padahal Sudah jelas bahwa mereka tidak melakukan Makar, Mereka murni menyampaikan Aspirasi keadilan atas pernyataan Rasis yang terjadi di Surabaya.

Ssbagai kesimpulan bahwa Negara jangan anggap remeh dengan Virus  Covid 19, karena virus ini masuk ke Indonesia merupakan hukuman dari Tuhan atas setiap kebijakan Petinggi Negara yang tidak memihak kepada Rakyat Kecil.

Presiden segera mengevaluasi dan mengambil satu Keputusan Mutlak untuk membebaskan semua Tahanan Rasisme Papua di seluruh Indonesia, jika Tidak, Kita akan lihat bersama berapa bulan Kedepan Virus Corona  ini akan sangat ganas menyerang para Petinggi Negara, Pejabat, bahkan Rakyat Ylyang tidak tahu apa-apa akan Korban. 

Dengan Demikian kami Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa Papua Meminta Kepada Presiden RI Jokowi segera Bebaskan Tanpa Syarat semua Tahanan yang di tahan karena demo Rasisme.


Penulis Mahasisw Papua Kuliah di Jayapura.

#Pemerintahan

#Lingkungan dan Hutan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait