Tak Ada Kepastian Sidang 7 Tahanan Rasisme di Balik Papan. Ada Apa! 

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

8 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Keterangan Foto: 7 Tahanan Rasisme Papua beserta MRP dan Pengacara Papua. (Foto Dok KM)

 

Oleh : Herodes


Penahanan tujuh tahanan Rasisme di balik Papan sudah masuk lima bulan dan menuju ke enam bulan.  Namun, kepastian jelas tentang persidangan terhadap tujuh tahanan Rasisme belum jelas. 


Menurut Ketua Komnas Ham Perwakilan Papua, Frist Ramandey yang dimuat di Media Kantor Antara bahwa persidangan digelar di balik papan pada tanggal 6 Februari 2020. Pernyataan itu memberikan kejutan kepada keluarga korban, masyarakat Papua dan semua pihak.  Sementara, Jadwal sidang dari pengadilan tinggi Papua atau pun dari balik Papan belum diterbitkan hingga saat ini.  


Sesungguhnya Kejaksaan Tinggi Papua telah memberikan pernyataan di media lokal papua pekan lalu bahwa tujuh tahanan Rasisme di Papua yang dikenahkan pasal Makar akan menjalani sidang di balik papan berdasarkan Surat Mahkama Agung nomor: 179/KMA/SK/X/2019.  Dan menjelaskan juga bahwa berkasnya sudah dilimpahkan di balik papan,  sementara prosesnya hingga kini belum jelas.


Berdasarkan beberapa pernyataan dari berbagai pihak,  sebut saja Anggoya DPR Papua, MRP,  Keluarga bahwa Kolisi Pengacara Papua telah meminta dan mendesak Kejati Papua untuk pulangkan tujuh tahanan Rasisme dan jalani sidang di Papua. Pernyataan itu telah dimediasi di media lokal Papua bahkan Nasional.  Namun,  semuanya tidak direspon baik oleh Kejati Papua. 


Bila kekhwatiran konflik pada saat sidang tujuh tahanan Rasisme di Papua, maka Rakyat Papua dan Anggota DPR Papua siap menjadi jaminan,  sesuai dengan pemberitaan di media lokal di Papua. Tanggapan itu,  mustinya disikapi oleh kejaksaan tinggi Papua  dengan positif. 


Dengan demikian, Sidang yang diduga akan digelar di balik papan, 6 Oktober 2020 menurut Komnas Ham perwakilan Papua, hingga kini belum pasti.  Sebab. jadwal sidang dari pengadilan belum ada.  mustinya harus dibuktikan dengan jadwal sidang. Perlu diterbitkan oleh pengadilan dan diserahkan kepada pengacara yang menangani tersangka. 


Melihat dari dinamika diatas,  maka ada rekomendasi yang diberikan kepada instansi terkait sebagai berikut:


1. Mendesak Pulangkan Tujuh Tahanan Rasisme di Balik Papan untuk Jalani Sidang di Papua,  Karena Kondisi Papua sudah aman dan nyaman. 

2. Segera Cabut Surat MA RI yang meminta jalani persidangan di balik Papan.


Mahasiswa Papua.

#Budaya

#MRP

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait