Tanah Papua Milik Eksploitasi

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

5 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Yunus dan peta papua/minggu 23 mei 2021

 

Oleh: Yunus Kadepa

 

OPINI, KABARMAPEGAA.COM--Eksploitasi adalah pengusahaan, pendayagunaan: -nikel, emas di daerah itu dilakukan oleh perusahaan asing. Pemanfaatan untuk keuntungan sendiri. Pengisapan; pemerasan (tentang tenaga orang) atas diri orang lain merupakan tindakan yang tidak terpuji (KBBI).

 

Hak hak masyarakat adat adalah hak hak dasar yang melekat pada diri manusia secara kodrat, universal dan abadi sebagai berkat dari anugrah meliputi hak hidup, hak berkeluarga, hak pengembangan diri, hak memproleh keadilan, hak kemerdekaan, hak berkomunikasi, hak jaminan keamanan dan kesejahteraan. Hak hak semua tak boleh dirampas atau diabaikan oleh siapapun.

 

Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan tugas dan tanggungjawab diatas ditanah papua. Di tanah papua perlu adanya salah satu pergerakan yang merupakan suatu wadah ikatan yang bersifat independen dalam menjalankan tupoksinya sebagai media untuk melihat, menyuarakan dan mengadvokasi masalah sesuai cita-cita dan keinginan  masyarakat lokal serta melindungi, membela, berasaskan hak-hak dasar masyarakat adat yang telah tertuan lama di dalam kehidupan masyarakat adat tersebut.

 

Berbagai hal yang akan dipantau langsung khususnya perampasan eksplorasi perusahaan ditanah papua. Hal ini terutama dampak-dampak dari setiap persoalan yang berimbas berat pada tatanan hidup masyarakat lokal di wilayah dan setempat pada umumnya. Jadi, dimaksud dengan persoalan diatas seperti, persoalan Sumber Daya Alam (SDA),  Persoalan kemanusiaan, Persoalan hak-hak dasar masyarakat adat dan masalah-masalah sosial lainnya yang dapat mempengaruhinya.

 

Spesifik lagi untuk mengangkat Investasi pertambangan PT. Blok B. Wabu yang kedudukan di kabupaten Intan Jaya beberapa tahun yang lalu, masuk tanpa seijin hak-hak masyarakat adat setempat, maka sampai saat ini pihak-pihak perusahaan bahkan elit oknum tertentu sedang beroperasi sampai saat ini tetapi hak ulayat masyarakat setempat dibawah garis kemiskinan, maka perlu ada ruang-ruang tertentu yang harus memberikan kepada masyarakat tuntaskan masalah dan  untuk peningkatan ekonomi sosial pada masyarakat setempat yang tertuan diatas tanahnya sendiri.

 

Pertambangan PT. Blok B. Wabu di kategorikan sebagai perusahaan Illegal yang tertanam di Kabupaten Intan Jaya. Perampasan manufakturing untuk peningkatan investasi bagi eksploitasi dan oknum-oknum tertentu kepentingan bagi mereka itu sendiri.

 

Pantauan dari kami bahwa, setiap eksploitasi yang tertanam di tanah Papua dibawa kendalikan oleh kolaborator maka selalu memuncul konflik  yang terjadi kekerasan akhirnya jadi korban masyarakat diatas kekayannya sendiri. Berdasarkan itu kami tegaskan kepada seluruh pihak-pihak yang keterlibatan didalam setiap perusahaan ilegal bentuk mana pun  yang sedang perampasan eksplorasi Sumber daya Alam di Papua harus diberhentikan.

 

Setiap perusahaan ilegalloging yang sedang menghancurkan lingkungan di Papua ini solusi satu-satunya mengelamatkan lingkungan adalah menjalankan berdasarkan mekanisme Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai Undang-undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 18 ayat 1, menyatakan bahwa setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang mempunyai dampak besar dan penting wajib dilakukan kajian AMDAL. Dan Pemerintah R.I. Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

 

Solusi terakhir adalah perlu ada pengakuan, menghormati, melindungi dan mengembangkan hak-hak masyarakat adat setempat agar masyarakat mengelola sendiri, menikmati sendiri, dan memimpin sendiri diatas komoditinya. Sehingga pada dasarnya masyarakat hak ulayat tidak merasa kekuasan memanufakturing atas kehadiran PT.Blok B. Wabu di Kabupaten Intan Jaya yang sedang di beroperasikan segera di berhentikan dan di bubarkan.

 

Penulis Adalah Pemerhati lingkungan dan hak hak adat masyarakat, Ketua Patroli Mepago. Nabire minggu, 23 Mei 2021

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Lingkungan dan Hutan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait