Terjadi Kontak Senjata Di Gome, TPNPB Klaim Menembak Seorang Personil TNI 

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Ilustrasi Anggota TPNPB-OPM

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Jelang peringatan Kemerdekaan Negara Kesatuan Reublik Indonesia (NKRI) ke-76, Kontak senjata antara gabungan aparat (TNI/Polri) versus Tentara Pembebasan Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali terjadi di  distrik Gome, Kabupaten Puncak Ilaga, Papua.

 

Kontak senjata melibatkan personel Yonif 715/Matuliato itu terjadi pada tanggal 15-16 Agustus 2021, di Distrik Gome, Puncak Ilaga, Papua.

 

Terkait insiden itu, Komandan Operasi Umum Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Lekagak Telenggen mengakui terjadi kontak Senjata di Ilaga dan pihaknya klaim telah menembak satun anggota TNI dan  dua orang anggota (TNI) luka-luka dan telah sievakuasi ke kota Ilaga.

 

“Benar, kontak senjata terjadi Di Distrik Gome setelah anggota TNI masuk serang Pasukan TPNPB-OPM tepat pukul  12 WP (malam) untuk mengepung anggota TPNPB,” kata Telenggen yang diteruskan oleh Jubir TPNPB kepada awak media via pesan eletronik, Selasa, (17/08).

 

Kata Telengen, pihaknya telah tertembak mati  satu anggota TNI  di tempat, sementara pihak anggota TPNPB tidak ada yang korban maupun luka-luka.

 

Sementara itu, Jubir KOMNAS TPNPB OPM, Sebby Sambom juga mengatakan pihaknya telah menerima  laporan resmi dari lokasi konntak senjata (Ilaga) terkait kontak senjata tersebut.

 

“Management Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima laporan resmi Dari Komandan Operasi Umum TPNPB OPM Major General Lekagak Telenggen bahwa mereka telah berhasil tembak seorang anggota militer Indonesia, dan dua aparat  lainnya luka-luka,” jelas Sebby Sambom.

 

Pihak TPNPB-OPM mengakui kontak senjata di Distrik Gome Kabupaten Puncak Ilaga dan murni dilakukan oleh Pasukan TPNPB-OPM Pimpinan Militer Murib dan Peni Murib.

 

Melihat kejadian itu, kata Telenggen , dirinya (selaku Komadan Operasi Umum se- Tanah Papua)  siap bertanggung jawab. 

 

TPNPB menegaskan Kontak  Senjata tersebut yang bertanggung jawab penuh adalah Panglima Tinggi Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasinal Papua Barat (TPNPB) dan Komandan Operasi Tentara Pembebasan  Nasional Papua Barat (TPNPB).

 

Sementara itu, Dandrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan mengakui atas kontak senjata tersebut. "Memang benar terjadi kontak tembak di Gome hingga menyebabkan satu prajurit dari Yonif 715/Matuliato terluka tembak," ujar Dandrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, kepada awak media https://medan.tribunnews.com, Senin (16/8/2021).

 

Iwan menuturkan, kontak senjata terjadi ketika personel Yonif 715 tengah melakukan patroli. Minggu (15/8/2021) terjadi baku tembak di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Papua.

 

Dalam kontak Senjata tersebut, pihaknya mengakui seorang  personel TNI, Letda Inf Rudi Sipayung dikabarkan mengalami luka tembak dalam kontak senjata tersebut.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait