Tersangka Septi Meidodga Dikabarkan Sakit,  Keluarga Prihatin dan Minta Dibebaskan  dari Tahanan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

9 Hari yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
OM, Kakak tertua dari Septi (kiri) dan Alluti (Kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan dari kediamannya, terkait keadaan Septi (tengah) di tahanan Polda Papua Barat. Rabu (09/10/2019). (Fhoto:PY/KM).

 

MANOKWARI,KABARMAPEGAA.com--Septi Meidodga yang adalah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi di Tanah Papua yang  sejak tanggal  18 Agustus 2019 lalu  ditahan oleh pihak keamanan (Polisi) di depan Polda Papua Barat Lama, yang berlokasi di Jln. Seraya Sanggeng, Manokwari, Papua Barat itu dikabarkan jatuh sakit  dari dalam tahanan.

 

Septi jatuh sakit sejak tanggal  24 September 2019 lalu. Sakit yang dialami tersangka berupa, pendarahan di hidung dan dikabarkan telah mengelurkan muntah darah. Selanjutnya, Septi baru dilarikan ke Rumah Sakit, Angkatan Laut,  Manokwari pada tanggal,  7 oktober 2019, kemarin.

 

Melihat kondisi tubuh Septi yang mengkwatirkan serta tidak mendukung bertahan lama dalam tahanan Polda Papua Barat, maka pihak keluarga mendesak agar segera dibebaskan tanpa syarat guna memulihkan kesehatan yang dinilai kurang kondusif.

 

 “adik saya, Septi, segera bebaskan dari tahanan. Septi perlu dibawah keluar atau segera dibebaskan. Kasihan, adik kami menderita di tahanan,” jelas Kakak tertua Septi, inisial OM kepada kabarmapegaa.com, saat diwawancara di kediamannya, Rabu (09/10/2019).

 

 

Kata OM, kami keluarga besar betul-betul mengharapkan supaya mendapat pelayanan kesehatan lebih cepat dan layak. “Dan saya minta bebaskan adik Septi dari tahanan karena kami ragukan dengan kesehatan adik dia ditahanan,” pintanya prihatin.

 

Septi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak keamanan (polisi) setempat karena  pihak Polisi mendunga Septi melakukan penghasutan melalui media social, (Facebook) pasca isu rasisme di Kota Manokwari.  Namun, pihak keluarga membantah pernyaataan penempatan tersangka septi dan diminta supaya Septi segera dibebaskan.

 

“Di media sosial itu kan semua orang menggunakan facebook itu. Bukan Septi saja yang membuat hal-hal itu atau membuat pencemaran nama baik seperti itu. Kenapa tidak ditangkap semua orang  untuk masuk di dalam tahanan. Kenapa harus septinya sendiri?” tanya kakak  kandung Septy ini.

 

Kata dia, kita tahu bahwa yang menggunakan facebook ini kan bukan satu-dua orang atau hanya septi saja. “Ini ratusan sampai ribuan orang yang menggunakan facebook ini dengan memuat kata-kata yang dianggap mengancam atau pencemaran nama baik Negara kan banyak yang sering orang bikin dimedia facebook. Jadi, harapan saya sebagai kakak kandungnya, secepatnya bebaskan septy karenan septi dalam posisi sakit.”

 

Sementara itu, saudara laki-laki dari tersangka, Alluti mengungkapkan bahwa Septi Meidodga murni diculik dengan menodong Pistol bukan lagi ditangkap.

 

 “proses penangkapan ini bukan penangkapan lagi tapi itu penculikan karena dilakukan sebelum ada surat perintah penangkapan. Penangkapan di jalan hampir terjadi kecelakaan lalu lintas lalu ditodong dengan alat Negara itu. Pistol,” katanya.

 

Ironisnya lagi, Kata Alluti, pihak penyidik tak menemukan bukti yang kuat atas penahanan terhadap tersangka Septy, namun kata dia sekarang masa penahanannya hanya 20 sejak penagkapan itu tetapi sekarang ditambah lagi menjadi 40 hari masa penahananya oleh Polda Papua Barat.

 

“Dari pihak kepolisian ini, mereka tidak menemukan adanya bukti yang cukup kuat untuk menahan lebih lama lagi untuk Septi sehingga proses terhadap adik ini yang tadinya menurut pihak kepolisian adik Septi melanggar undang-undang tentang penyebarluas informasi yang menimbulkan amarah dan kebencian. Hanya itu.  Tetapi proses penahanan adik Septi ini sudah melebihi waktu penahanan yaitu dua puluh hari. Sekarang diperpanjang lagi tahanan sebanyak empat puluh hari lagi. Kira-kira ini ada maksud apa, tujuan apa dan untuk apa sehingga adik septi ini masih tetap ditahan?,” tanya  Alluti.

 

Karena dinilai tak memiliki bukti yang kuat, Alluti selaku saudara yang tertua dalam keluarga tersangka itu ingin secepat dibebaskan mengingat kondisi tubuh tersangkanya juga kurang stabil di tahanan.

 

 

“harapan dari kami, kalau memang tidak ada bukti yang kuat menahan adik Septi ini lebih lama lagi kenapa tidak secepat itu lepas. Karena kami keluarga kwatir dengan kondisi kesehatannya,” bebernya penuh harap.

 

Sementara itu, saudari tertua dari tersangka, berinisial OM, mendesak agar dalam waktu dekat Septy dikeluarkan dari tahan melihat kondisi tubuh tersangka yang sangat terganggu (sakit).

 

 “Saya mau bilang,  kami keluarga sangat sedih dan ragu karena adik saya Septy sakit sampe muntah darah ditahanan. Kami keluarga mo kasih obat bagimana? Kalau Septi masih di tahanan. Sangat sedih kalau adik saya ini seperti begitu.”  Pintanya  dengan penuh kesedihan kepada wartawan.

 

Pihak kelurga dengan tegas mengatakan kepada pihak kepolisaian agar membebaskan Septy agar berjumpah kembali dengan pihak keluarga.

 

 

Pewarta: Petrus Yatipai/KM

Editor: Manfred Kudiai.

#Politik

#Jumpa Pers

Baca Juga, Artikel Terkait