Tersangka SM 60 Hari Ditahanan, GempaR : Stop Perpanjang Masa Tahanan dan Disidangkan

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

10 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Kelly Dowansiba, Aktivis GempaR Papua (Fhoto : PY/KM).

 

MANOKWARI, KABARMAPEGAA. COM - Penangkapan terhadap Aktivis HAM dan Demokrasi Papua, Septi Meidodga sejak 18 September 2019 lalu di Manokwari karena dituduh melakukan Penghasutan melalui media sosial facebook tertanggal 17 September 2019 Silam. Atas tuduhan tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 45a Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Atas tuduhan tersebut setelah disikapi ketua Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (GempaR) Papua Manokwari,Yonatan mengatakan bahwa informasi yang disampaikan tersangka melalui media sosial Facebook adalah bukan bersifat menghasut melainkan kata dia memberitahukan kondisi terkini di Manokwari kepada sesama agar dikonsumsi serta jelih melihat persoalan yang terjadi, katanya kepada wartawan saat jumpah pers, Rabu (13/11/2019) siang, di Manokwari , Papua Barat.

 

"Selanjutnya terkait informasi yang ditulis oleh Septi Meidoga melalui via facebook tanggal 17 september itu bukanlah informasi bohong yang disampaikan melainkan informasi yang benar-benar terjadi sesuai dengan kondisi saat ini. Sehingga itu bukanlah informasi yang disampaikan untuk menghasut tetapi untuk memberitahu dan menyadarkan setiap orang terutama rakyat papua agar dapat jelih melihat persoalan yang terjadi terhadap sesamanya."

 

Kata Yonatan, "jika terbukti bersalah segera disidangkan. Enam puluh hari waktu yang panjang. Tidak boleh lama-lama. stop perpanjang masa tahanan lagi."

 

Lalu ditempat terpisah, aktivis GempaR,Kelly Dowansiba pun meminta agar tidak boleh lagi melakukan perpanjang masa tahanan. Sedangkan Kata dia demi kepentingan penyidik masa tahanan telah diperpanjang dua kali berturut-turut sehingga lamanya 60 hari bersabar dalam tahanan menunggu persidangan terhitung dari 18 September - 16 November 2019 ini. Untuk itu, segera disidangkan jika terbukti besalah, pintahnya.

 

"Selanjutnya sehubungan dengan layangan surat dari kepolisian resor manokwari untuk penambahan waktu terhadap tersangka septi meidodga selama 40 hari guna melakukan penyelidikan yang mulai terhitung dari 08 oktober hingga 16 november besok sudah dijalankan oleh tersangka tersebut. Terkait dengan penyelidikan waktu 40 hari ditambah dengan 20 hari yang dimulai sejak hari penangkapan 18 September 2019  itu merupakan waktu yang sangat banyak 60 hari. Jadi tidak ada penambahan waktu lagi untuk septi meidodga untuk menjalani masa penahanan dan septi harus segera di sidangkan,kalau terbukti salah,"pintahnya.

 

Kelly Dowansiba mengatakan kebebasan mengemukan pendapat melalui Lisan dan tulisan sangat menjamin sesuai UUD 1945 pasal 28J berbunyi "Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang." Kata dia ada juga UU No. 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka Umum, namun Septi bisa ditangkap adalah tindakan keliru, ungkapnya.

 

"Berdasarkan UUD 1945 pasal 28J telah jelas-jelas dan terang-terangan menyampaikan bahwa setiap orang mempunyai Hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapatnya secara umum dan terbuka baik secara lisan maupun tulisan. Kemudian undang-undang ini pun diatur lebih lanjut didalam undang-undang No. 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum. Dari dua undang-undang ini saja sudah sangat kuat untuk memberikan hak kepada setiap orang, Termasuk Septi untuk menyampaikan pendapat dan pikiranya melalui sebuah tulisan, baik di WA, IG, Koran termasuk juga difacebook dan lain-lain, tapi septi ditahan menunjukan tindakan diluar hukum," ungkap Dowansiba.

 

Lagi Kelly menilai Polisi sewenang-wenang dalam melakukan penangkapan. Pada hal kata dia jutaan sampai ribuan orang menggunakan facebook dengan menyebarkan informasi bohong namun tidak ditangkap. sehingga dirinya berpesan agar polisi mampu tegakan keadilan hukum untuk semua, pesannya.

 

"Berikut adalah masukan untuk pihak kepolisian supaya harus berlaku adil dalam penangkapan. Kalau Septi ditahan hanya karena dianggap menghasut dan berbohong maka kepolisian juga harus menangkap pengguna facebook lainnya yang berjumlah ribuan hingga jutaan orang yang berbohong dan menghasut bahkan membuat kejahatan semuanya harus ditangkap supaya ada keadilan," tutup Dowansiba.

 

Berikut beberapa tuntukan GempaR Manokwari yang diterima wartawan media ini.

 

Pertama, Bebaskan Septi Meidoga

Kedua, Stop penambahan waktu untuk menahan Septi Meidodga

Ketiga, Kepada kepolisian resor manokwari 60 hari adalah waktu yang sangat banyak untuk melakukan penyelididkan terhadap tersangka jadi dalam waktu dekat septi harus segera di sidangkan

Keempat, Bebaskan tanpa syarat seluruh tahanan di seluruh tanah papua pasca aksi rasisme terutama tahanan di kota manokwari :  Sayang manda bayan, Erik aliknoe, Pende mirin, Yunus alIknoe dan kawan-kawan lainya dikota manokwari

 

Pewarta : Petrus Yatipai / KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

#Jumpa Pers

Baca Juga, Artikel Terkait