Theo Hesegem: Penjual Minuman Keras di Jayawijaya Izin Satu Bulan

Cinque Terre
Alexander Gobai

11 Bulan yang lalu
MAMTA

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Jayapura, kabarmapagaa.com--  Ketua Solidaritas Anti Miras dan Narkoba Kabupaten Jayawijaya Theo Hesegem meminta kepada penjual minuman keras izin untuk menjual satu bulan saja.

 

Ia menjelaskan, Jam  9:30 WIT Pagi  pada tanggal 2 Januari 2018, saya datangi kerumahnya setelah saya menghubungi ibu  Martah. Ia dengan mati-matian minta kepada saya bahwa   ijinkan mereka untuk menjual narkoba satu bulan karena anaknya sakit di jakarta, sehingga untuk mencari biaya pengobatan."kata Theo kepada wartawan kabarmapegaa (2/18) 

 

Dikatakan, sikap  kami sudah jelas , dan memang saya tidak mengijinkan untuk menjual minuman keras , untuk kami tidak ada kata toleransi. Karena minuman itu musuh kita. Sekalupun saya paham anak kamu sakit. 

 

"Kamu  minta kepada Tuhan Yesus, apa yang kamu membutuhkan, Tuhan itu kaya segalah-galahnya. Pasti dalam Tuhan ada berkat Tuhan itu kaya raya apapun yang kamu minta pasti akan di penuhi," saran dia

 

 Saya  tidak bisa inginkan untuk anda menjual. Saya sangat setuju kalau ibu tunjukan kepada saya dimana orang menjul minuman keras.

 

Theo juga sampaikan apa bila kami ketemu di kios mana orang jual minuman keras  kami akan minta kepada pemerintah untuk surat ijin usahanya segera dicabut dan orang itu akan kami kasih pulang ke asalnya sendiri.

 

Ibu saya tidak bisa ijinkan karena miniman itu mengakibatkan banyak masyarakat yg mati dengan cara yg sangat tidak wajar. 

 

Saya sebagai anak disini, lahir besar disini, punya kampung disini sangat sedih melihat kondisi ini. Oleh sebab itu saya tidak bisa ijinkan untuk ibu menjual satu bulan. Kalau saya ijinkan lalu ada korban karena minuman saya berdosa dihadapan Tuhan Yesus. 

 

Untuk ibu ketahui bahwa kami akan melakukan tindakan dengan sangat profesional, kami ada dalam pendataan melalui peta, peta itu akan mengarahkan kita di mana tempat menjual minuman. Entah itu org lokal ataupun org non papua. 

 

Kami akan datangi kesana untuk memberikan saran sekaligus buat pernyataan. Bahwa tidak akan mengulang lagi, apa bila ia mengulang orang tersebut akan diperhadapkan dengan hukum. Apa bila itu orang non papua minta kepada ketua pengyuban untuk segera dipulangkan.

 

Setelah diskusi bersama dan ketika saya hendak pulang saya mau di kasih uang, katanya untuk membeli bensin, saya menolok dengan tegas dan tidak menerimanya lalu saya melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.


Pewarta: Yunus Gobai
 

Baca Juga, Artikel Terkait