Theys Dibunuh: Roh Perjuangan Hidup Bersama Rakyat Papua

Cinque Terre
Yunus Eki Gobai

10 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Kontributor
Presedium Dewan Papua, Alm. Theys. Foto: Ist

 

Oleh, Yunus Eki Gobai *)

Tokoh Papua yang paling di depan, Dortheys Hiyo Eluay. Kami merenung upaya-upaya perjuangan Bangsa Papua dan mobilisasi masa pada saat itu. Sebagai pemimpin Presidium Dewan Papua yang dibunuh dengan cara tidak manusiawi, bahwa sejak awal tidak dihargai dengan cara penculikan oleh Kopasus.

 

Pada 10 November 2001, tepatnya 19 tahun yang lalu, Pemimpin Besar Bangsa Papua Barat, Dortheys Hiyo Eluay, ditemukan tewas di Kilo Meter 9, Koya, Muara Tami, Jayapura. Belakangan diketahui, Komando Pasukan Khusus telah menculik dan membunuhnya.

 

Kami merenungkan kembali pada hari ini, Selasa, 10 November 2020 sebagai hari pahlawan Papua. Paling kejamnya menghabisi nyawa seorang Pejuang Kemerdekaan bagi Bangsa Papua Barat oleh Kopasus. Kopasus adalah bagian dari Republik Indonesia, bagian dari Militer Indonesia, yang bertugas untuk menjaga kepentingan kaum penguasa di Papua.

 

Kelompok NKRI yang tidak punya rasa kemanusiaan selain kepentingan perut pribadi, melindungi pemilik modal /kapitalis asing, Seperti: PT. Freeport Indonesia, Minyak Bumi di sorong; Perkebunan Kelapa Sawit, MIFE, LNG, Korindo, Ilegal Maining, Ilegal Fishing, Ileggal Loggin dan sebagainya.

 

Selain itu, di tanah Papua terlihat semua sumber-sumber Ekonomi seperti: Kios-kios, Ruko, pasar pasar setral; Bandara Udara serta pelabuhan, juga dimonopoli dan dikuasai oleh kaum penguasa/pemodal agar akses kapitalisnya lancar. Kehadiran Kapitalis pemodal asing di Bumi Papua, akhirnya budaya hidup orang papua yang bergantung pada alampun bergeser akibat hutan dan rawa dimakan habis oleh perusahan kelapa Sawit. Makanan khas orang Papua pun dimatikan oleh beras tanpa sawa, tempat pepohonan sagu pun di gantikan kelapa sawit. Tempat hidup flora dan fauna di keruk oleh perusahan kayu oleh pemusnah fauna, serta Ikan, Udang, Kepitin dikali dan laut pun di habisi racun secara berlebihan dan sebagainya.

 

Melihat semua persoalan ini, Papua milik mereka, sehingga pada moment mengenang kematian Tokoh Papua, Theys ini menyamapikan seruan kepada para pahlawan yang mati, demi memperthankan perjuangan Papua Merdeka, kalian mati tetapi roh perjuagannya hidup bersama rakyat Papua, dan sisa perjuangan yang di tinggalkan, dari para pahlawan bangsa Papua, sedang dan akan dikanjutkan oleh rakyat bangsa Papua.

 

Di momen mengenag kematian Theys ini, saya mendoakan kepada Allah bangsa Papua dan Leluhur Moyang Bangsa Papua turut campurtangan serta perlindungan dan pertolongan kepada mereka yang bertahan lapar dibalik gunung-gunung TPN-PB, Para pejuang Diplomasi, parah tahanan politik di balik Jeruji besi; seluruh aktivis Papua Merdeka” secara organisasi maupun individu dan seluruh tulan berlulan yang bertebaran dimana-mana, dan khususnya gugur demi pertahankan kemerdekan papua barat Merdeka di tanah teritori west papua dan seluruh komponen rakyat bangsa papua yang sedang berjuang. Mari! Henin sejenak untuk pahalawan yang telah diculik oleh kopasus demi pertahankan perjuang papua merdeka, yakni Dortheys Hiyo Eluay, Presedium Dewan Papua.

 

Akhir dari tulisan ini, sejak Papua Integrasi 1 Mei 1963 hingga saat ini, rakyat Papua hidup dibawah ketiak penindasan oleh kapiltalis, militeristik dan penjajah. Konsep penjajah terhadap orang Papua adalah pembunuhan, pemerkosaan, penculikan, penembahakan. Untuk memutus rantai penindasan yang dilakukan dari NKRI di tanah Papua adalah membutuhkan persatuan Nasional secara terstruktur dan rapi, baik luar Negeri dan dalam Negeri barulah melahirkan Figur pemimpin yang berjiwa seperti Tokoh Papua, Alm. Dortheys Hiyo Eluay di Tanah Papua.

 

Penulis adalah kontributor aktif di Media online Kabar Mapegaa yang tinggal di bibir danau Paniai

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait