Tidak Beri Toleransi Kerena Sayang

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

3 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Emanuel Muyapa (foto doc pribadi)

 

 

Oleh Emanuel Muyapa,

 

OPINI, KABARMAPEGAA.COM--Kehidupan ini adalah sekali bukan dua kali dan tiga kali. Sudah di ketahui bahwa proses kehidupan bagaikan roda Kendaraan yang berputar, seperti ada waktu untuk di atas, ada waktu untuk di bawah dan ada waktu untuk kaya, ada waktu untuk miskin dan seterusnya maka semua patut di syukuri!

 

Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang luar biasa nomor 4 setelah Sang Pencipta (Allah) dan Yesus dan Roh Kudus, sehingga manusia dapat hidup dengan berbagai cara dan strategi yang di rasa tepat dalam hidupnya namun tidak terlepas dari pada intervensi ALLAH .

 

Penulis merasa antusias untuk menguraikan topik ini dengan melatar belakangi pada pengalaman pribadi. Di setiap kabupaten yang ada di Papua dan Indonesia umumnya sedang melaksanakan berbagai ujian untuk siswa & siswai kelas 12, 9, dan kelas 6 khususnya.

 

Hal -hal ini di lakukan sebagai syarat untuk lulus dari sekolahnya. Ujian-ujian tersebut adalah Ujian simulasi UNBK, Ujian Sekolah berbasis nasional (USBN), Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan Ujian Kompetensi kehalian (UKK) bagi pelajar SMK. Ujian-ujian ini sedang di lakukan Dalam menjalan beberapa bulan ini.

 

Dalam ujian tersebut ada banyak cara yangdi lakukan oleh pihak penyelenggara dan pihak pelaksana (siswa dan siswi). Penulis harus jujur dalam artikel ini bahwa "jika kena sangsi untuk di adakan toleransi untuk memperbaiki diri dengan kegiatan atau aktivitas yang di lakukannya. Mungkin saja sebelumnya dia tidak pelajari dengan baik karena di anggap akan ada toleransinya untuk perbaiki nilai di kemudian nanti dan juga sebaliknya.

 

Yang di maksud dengan penulisan topik ini juga adalah guru atau pengajar memberikan toleransi karena kasihan terhadap siswanya yang dapat nilai Kurang dari kriteria kelulusan sehingga di beri kesempatan agar memperbaikinya tetapi sayangnya hanya nilai yang akan bagus.

 

Perlu di sarankan kepada pihak terkait, yaitu bila perlu berikan kunci jawaban pada saat melakukan ujiannya bukan beri toleransi di kemudian nanti sebab hal beri toleransi sangat merugikan waktu dalam arti kegiatan yang sudah berlalu di lakukan lagi (Tapi kata orang itu proses).

 

Proses sangat benar tetapi hanya di sebut proses tanpa mengenali waktu yang sedang mengalir bagaikan air terjun. Waktu sekarang tak akan bisa kembali ke dua kalinya dan waktu yang lalu tak akan bisa di tarik kembali maka mesti di perhatikan Manajemen waktu (time menagement).

 

Ujian tahun ini. lulus layak lanjutkan planning kedepan dan tidak lulus juga siap lanjutkan planning kedepan, tetapi suasana ujian akan kembali yang sama hanya mungkin waktu yang sudah hilang.

 

Gagasan yang mendasari pemikiran penulis adalah guru yang tidak beri toleransi dalam kegiatan belajar dan mengajarnya adalah guru yang baik, karena dengan hal tidak memberi toleransi atau peringatan ketika siswa melakukan hal yang tidak berkenan, dan kerjakan soal yang tidak sesuai dengan permintaan jawabannya siswa akan merefleksi dan menspekulasi diri untuk perbaiki diri, agar kedepannya yang lebih baik lagi (Fakta yang terjadi pada pengalaman penulis pribadi).

 

Dengan demikian, dalam keberapa ujian tersebut dapat di lakukan dengan Manual dan online yang manual Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian kompetensi keahlian (UKK) dan yang secara online yaitu Simulasi Unbk dan Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK).

 

Bedasarkan pengalaman pribadi; secara otomatis ujian yang beronline tidak akan ada toleransi dan yang manual bisa saja karena secara manual sehingga suatu hal yang sangat mendesak kepada setiap pribadi penenempu UNBK & SIMULASI UNBK secara universal adalah Persiapannya karena akan di lakukan dengan online (tidak ada toleransi) semoga!

 

Memberi toleransi bagus tetapi tinjau terlebih dulu karakter seseorang. gairah belajar atau tidak? agar kedepannya lebih lebih lagi!

 

Penulis adalah salah seorang siswa di tanah Timika Papua/CR4, KM.

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait