Tidak Harus Tunggu Vaksin dari WHO,  Apa Obat  yang Menyembuhkan 157 Pasien Positif Corona  

Cinque Terre
Manfred Kudiai

1 Tahun yang lalu
KESEHATAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Ilustrasi Istimewa: Sumber: Istockphoto/ Scyther5.

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com-- Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay mengatakan pentingnya informasi obat yang dikonsumsi oleh 157 pasien positif Corona yang sembuh serta Pola Jemput Bola Melalui Tes (Rapit Dan Swab) dari rumah ke rumah untuk perangi Covid-19 di Propinsi Papua dan Papua Barat.

 

“Pemerintah Propinsi Papua melalui Gugus Tugas Covid-19 seperti biasa melansir jumlah Kasus Corona di Propinsi Papua pada tanggal 24 Mei 2020 dimana disebutkan bahwa kasus positif corona di Propinsi Papua secara umum berjumlah 629 orang sementara yang sembuh dari positif Corona berjumlah 157 orang,” jelas Emanuel kepada Kabar Mapegaa dalam pernyataan tertulis.

 

Informasi tersebut kemudian diperjelas melalui pemberitaan media online nokenlive.com berjudul "157 Pasien Positif Corona di Papua yang sembuh" yang diwartakan pada tanggal 25 Mei 2020 lalu.

 

Dalam pemberitaan tersebut tidak ada satupun infomasi tentang obat apa yang diberikan dokter kepada 157 Pasien Positif corona sehingga pasien tersebut dapat sebuh dari status Positif Corona. “Sementara itu, pada bagian akhir berita, lagi-lagi juru bicara Gugus Tugas Covid-19 mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mengikuti protokol pemerintah yaitu jaga jarak, tetap dirumah dan hindari kontak langsung.”

 

Berkaitan dengan Protokol Pemerintah dimaksud, kata Emanuel,  pada dasarnya sejak awal pemerintah mengumumkan protokol tersebut sudah diikuti oleh masyarakat tanpa terkecuali sebab yang pasti tidak ada manusia yang berakal budi di muka bumi ini yang dengan kesadaran ingin serahkan hak hidupnya dimakan oleh Virus Corona.

 

“Atas dasar itu, diharapkan dalam sosialisasi Jumlah Penderita Covid-19 di Papua selanjutnya Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Propinsi Papua dapat memberikan ruang bagi para dokter yang menangani langsung Pasien Positif Corono hingga sembuh untuk menjelaskan terkait teknis penanganan yang diberikan serta obat yang diberikan sehingga 157 Pasien Positif Corona di Papua dapat sembuh,” jelasnya.

 

Selain itu,  akan lebih baik jika Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dapat memberikan ruang kepada 157 Pasien Postif Corona yang sembuh untuk memberikan steqmen terkait penyebab dirinya terjangkit virus Corona serta obat apa dan pola hidup seperti apa yang disarankan doketer sehingga dia bisa sembuh dari Positif Corona.

 

“Pada dasarnya informasih terkait Jumlah Positif Corona diseluruh Propinsi Papua dan Papua Barat serta penyebab orang menjadi Positif Corona dan informasi tentang Pasien Positif Corona yang sembuh dan obat yang dikonsumsi Pasien Positif Corona hingga sembuh merupakan informasih yang sangat berharga bagi masyarakat umum,” katanya.

 

Menurutnya  pemberitaan obat  itu perlu dilakukan guna menjamin pemberitaan  yang berimbang demikian yang pasti akan menetralkan psikologi seluruh masyarakat papua yang tidak stabil pasca merebaknya Wabah Covid-19 di wilayah Propinsi Papua dan Papua Barat.

 

“Menyambung dari fakta adanya 157 orang pasien Positif Corona yang sembuh pasca penanganan Dokter di Rumah Sakit secara langsung meyakinkan setiap manusia yang berakal bahwa sesungguhnya Corona memiliki obat buktinya sudah 157 orang yang sembuh dari status Positif Corona di Propinsi Papua,” ujarnya.

 

Lebih lanjut kata Emanuel,  lantas vaksin corona model apa yang dicari oleh WHO dan kroni-kroninya serta apa tujuan WHO dan kroni-kroninya menyatakan sampai saat ini belum ada Vaksin Virus Corona jika didepan mata sudah ada 157 orang Pasien Positif Corona yang sembuh di Papua?.

 

“Melalui fakta 157 pasien positif corona di Propinsi Papua yang sembuh total dapat ditarik kesimpulan sederhana bahwa secara internasional hanya pasien positif HIV-AIDS yang belum dapat sembuh secara total dan sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan pasien Positif HIV-AIDS di seluruh dunia sebab ARV hanya berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh saja bukan untuk membunuh Virus HIV-AIDS didalam tubuh pasien Positif HIV-AIDS.”

 

Selain itu, menurutnya,  jika pasien positif Corona berjumlah 629 orang maka langkah terbaik untuk menyelamatkan seluruh masyarakat di Propinsi Papua dan Papua Barat yaitu dengan cara menjemput bola artinya Gugus Tugas Covid-19 dan Petugas Medis melakukan Rapid Tes dan SWAP Tes kepada seluruh masyarakat Papua dan Papua Barat dari rumah ke rumah. Untuk memaksimalkan kerja jemput bola diatas tentunya diperlukan kerja sama lintas institusi yang sudah ada dalam perangkat SKPD dari Propinsi hingga Kampung/Desa.

 

“Awalnya tim Gugus Tugas Propinsi dan Kabupaten/Kota bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk mendata kembali RSUD, Puskesma, Puskesmas Pembantu dan Pustu beserta SDM didalamnya yang tersebar dari wilayah Propinsi hingga Wilayah Kampung/Desa dalam Propinsi Papua dan Papua Barat,” bebernya.

 

Selanjutnya Gugus Tugas  dan Kepala Dinas Propinsi dan Kabupaten Kota bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil Propinsi dan Kabupaten/Kota beserta bagian kependudukan Disktrik dan Kampung/Desa yang tersebar dalam wilayah Propinsi dan Kabupaten kota untuk mengetahui jumlah penduduk yang berdomisi diwilayahnya masing-masing.

 

Berdasarkan data kependudukan yang sah dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tersebut Tim Gugus Tugas Covid-19 Propinsi dan Kabupaten/Kota bersama Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten Kota dengan dibantu oleh SDM yang tersedia pada RSUD hingga Pustu yang berada dalam wilayah Propinsi dan Kabupaten/Kota melakukan Tes PCR dan Tes SWAP dari rumah ke rumah dengan dipandu oleh ketua RT/RW dan Kepala Kampung setampat serta Kepala Disktrik setempat.

 

“Setelah pelaksanaan kedua tes diatas, jika hasilnya ada yang positif Corona maka pelayanan medisnya dapat dilakukan seperti yang telah dilakukan terhadap 157 Pasien Positif Corona yang telah sembuh total diatas. Sementara yang Negatif tetap disarankan untuk mengikuti Protokol Pemerintah yaitu tetap dirumah, jaga jarak dan hindari kontak langsung,” jelasnya.

 

Dengan mekanisme jemput bola, Lanjut Emanuel,  sebagaiman disebutkan diatas pastinya misi untuk menyelamatkan Masyarakat Papua dari Wabah Virus Corona akan terlaksana secara riel dilapangan.

 

“Mungkin akan ada yang menyingung tentang anggaran serta fasilitas kesehatan. Salah satu sumber anggaran penaganan Covid-19 di Papua bersumber dari anggaran PON disalurkan untuk penaganan Covid-19 (Baca : media online sport.tempo.co berjudul "PON Diundur, Papua Alihkan Dana Rp 2 Triliun Buat Perangi Corona").”

 

Sementara sumber lainnya dapat ditanyakan langsung ke Pemerintah Propinsi Papua dan Papua Barat beserta Kabupaten/Kota serta Kampung/Desa yang ada didalamnya. “Berdasarkan anggaran tersebut dapat digunakan untuk membeli fasilitas kesehatan bagi petugas kesehatan serta alat Tes sesuai dengan jumlah penduduk yang terdapat di Propinsi Papua dan Papua Barat selanjutnya dilakukan penanggulangam Covid-19 dengan Pola Jemput Bola diatas.”

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

#LBH Papua

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait