Tim Doa Papua Gelar Ibadah Pertobatan di Manokwari

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

16 Hari yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Berpose bersama usai ibadah pertobatan di lapangan Barosi, Manomwari, Papua Barat. (Foto.doc.ist/KM)

 

MANOKWARI, KABAR MAPEGAA.com- Puluhan rakyat Papua terdiri dari tujuh wilayah adat (Domberai, Bomberai, Saireri, Meepago, Lapagoo, Ha Anim dan Manta) mengadiri ibadah pertobatan yang di selenggarakan oleh Tim Doa Papua, Minggu (28/10/2018)  di lapangan Borasi, Manokwari, Papua Barat.

Ibadah pertobatan kali ini dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Emanuel Sanggeng, Manokwari Pr. Lambertus Pati, OSA. 

Dalam kotbahnya Pastor Paroki Emanuel Sanggeng ini memberikan apreasi tersendiri bagi orang asli Papua. Pasalnya Hamba Tuhan ini menilai orang Papua itu baik. Sehingga kata dia, tidak heran kalau Presiden Jokowi sering berkunjung di Papua.

“ Karena orang Papua itu baik, orang Papua memiliki berjiwa kasih. Buktinya Orang Papua bisa memberikan tanah kosong untuk membangun Gereja," jelasnya.

Ketua Panitia kegiatan, Vitalis Yumte mengatakan  ibadah pertobatan dilaksanakan sesuai ajakan Roh Tuhan. "Sehingga dari berbagai kelompok Tim doa baik secara privat dan kelompok yang ada berkumpul dan berdoa secara kolektif. Dikarenakan kata dia, semua jaringan doa ini memiliki persamaan visi Tuhan tentang Papua."

Kami  ini, kata Yumte, sejumlah kelompok tim doa yang ada di kota Manokwari yang memiliki visi dan maksud Tuhan tentang Papua dalam tugas pelayanan  doa bahkan gerakan sosial masyarakat.

"Kita adalah kelompok doa yang memiliki kesamaan visi yang diperoleh dari Tuhan sehingga kita dapat perintah dari roh kudus, Tuhan dan bunda Maria untuk mendapatkan visi masing-masing dari perorangan bahkan kelompok dan dihimpun menjadi kolektif dalam wadah untuk diadakan doa bersama tanggal 28 ini adalah mandat dari Allah.” katanya kepada awak media.

Lanjut Vitalis, ibadah ini sebagai bentuk refleksi iman karena Papua berada di situasi yang sulit kadang kita tidak mampu dan tidak berdaya untuk kembali ke Tuhan. "Karena Tuhan sebagai juru kunci . Maka, kita lakukan ini . Orang papua diajak untuk berdamai" tuturnya.

Pewarta : Petrus Yatipai

#Budaya

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait