Tindakan TNI POLRI Terhadap Rakyat Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Ketua KNPB pusat, Agus Kosay di pukul polisi dengan popor senjata di kepala dan seorang pemuda bernama Agus Hisage juga di pukul. Senin (16/08/2021)

 

 

Oleh: Hendrikus Gobai

 

“Tugas kepolisian sebagai alat Negara yang berperan dalam pemeliharaan kamtibmas, gakkum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya negaranya bukan membunuh dan menutupi ruang gerak demokrasi rakyat”

 

Tindakan dan wajah kepolisian di papua adalah wajah membunuh dan menghadang terhadap ruang bergerak untuk menemui tujuan hidup bagi orang asli papua. Wajah kepolisian Repoblik Indonesia (RI) di Papua bukan menjalankan  sesuai tupoksi mengayomi atas masalah yang terjadi terhadap rakyat Papua, tetapi wajah kanibalisme dan pembunuh rakyat Papua sejak 1961 sampai saat ini.

 

 Pribumi rakyat papua terbungkam dalam wajah polisi yang tak punya nilai martabat dan harga diri. Memang di papua tidak ada makna dalam tujuan dan harapan yang harus orang papua menuai  untuk kedepan karena  kekejamannya senjata dan pemukulan  oleh TNI/Polri negara Pemerintah Indonesia. Tetapi orang papua terus berjuang sampai kebebasan hakiki, karena hak tidak bisa dibatas orang siapapun.

 

Kini sedang alami terhadap pejuang-pejuang demi tanah dan seluruh rakyat Papua adalah  darah dan derita tiada batasnya untuk berhenti, kenapa dan mengapanya? Terus dibungkam dan kenah peluruh senjata akhirnya menghadapi  dengan situasi menunda. Tetapi tidak perna gagal dan terus menghadapi dengan kokoh meskipun  selalu menghadang dengan berbagai peluruh senjata RI atas perjuangan demi tanah dan manusia papua demi kebebasan papua.

 

Nyata bahwa hari ini adalah hari untuk orang papua  kembali menghening  dan merefleksikan dimana terjadi rasisme  16 Agustus 2019  terhadap orang papua. Orang papua kembali menghening dan merefleksi atas segala terjadi dari dijalan perjuangan tanpa minder tetapi kejamnya tindakan TNI/Polri sehingga orang papua dapat  pukul dan tembak mengunakan senjata salah satunya Ketua KNPB Pusat (Agus Kosay) di Jayapura, (Pelajar) di Yahukimo, Solidaritas  Fre West Papua  (Manado)  dan lainnya.  Wajah dan kelakuan  TNI/polri adalah secara duniawi (Jasmani) bukan rohani (Agamawi). Adapun juga Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt.Dr. Benny Giay  tidak mengizinkan  oleh TNI/Polri   untuk bertemu pihak diKantor DPR Papua. Hukum indonesia adalah rasisme dan korban rasisme adalah rakyat Papua.

 

Segala badai yang telah alami oleh orang papua yang pelaku rasisme adalah  wajah boneka (TNI/Polri)  di papua  yang selalu tidak patuhi dan hargai  pada peraturan dan jati diri  kulit putih rambut panjang, yang adalah pernah juga tidur dibawa jembatan di zaman perjuangannya. Maka,  adil sejak dalam pikiran untuk kemanusiaan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan demi kemanusiaan yang adil dan beradab tanpa ada rasialisme.

 

Orang papua tetap eksis dijalan perjuangan menuju menentukan nasib sendiri bagi orang papua. Segala tindakan yang dilakukan oleh TNI/Polri  terhadap rakyat papua adalah dengan tindakan pembodohan, penindasan, pembunuhan, melatarbelakangi, pemerkosa dan pencuri baik tanah dan manusia papua yang adalah sistimnya kanibalisme (manusia makan manusia) karena  melanggar hukum RI  sendiri yang harus dipatuhi  oleh TNI/Polri, Pemerintah Indonesia  adalah pemerintah yang selalu dirancang sistim melanggar Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua.

 

Hukum selalu soal keadilan, kemanfaatan dan kepastian. Korban rasisme harus diberikan ruang untuk mencari keadilan, bukan dicari-cari delik untuk dikriminalisasi dan  tontonan buruk.

 

Rakyat dan pejuang-pejuang demi tanah dan manusia papua, tahu bahwa dibalik segala berbagai kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kanibalisme terhadap orang papua, ada damai melalui perjuangan yang terus berjuang  dengan keras oleh rakyat papua  untuk menentukan nasib sendiri  bagi orang papua.

 

Penulis adalah Peduli Kemanusiaan, Mahasiswa Uncen Jayapura-Papua

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait