TNI POLRI dan PT.Freeport Indonesia Hadir Sebagai Pembunuh dan Pencuri di Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Gerdardus Nakapa (Mahasiswa Papua kuliah di Jayapura Papua Sekaligus Ketua IKAPMMA Se Kota Jayapura Papua.)

 

Oleh: Gerdardus Nakapa*

 

OPINI,KABARMAPEGAA.COM--Sebuah cerita kenyataan yang fakta, realitas yang selalu terjadi, Sedang terjadi, dan akan terjadi terhadap manusia Papua dari persoalan ideologi kemanusiaan. Tentara Nasiona Indonesia (TNI), Polisi Repoblik Indonesia (POLRI) dan PT.Freeport Indonesia adalah akar masalah penyabab pembunuhan misterius dan tidak misterius, penembak, pemerkosaan, pembunuhan terhadap orang papua serta pencurian Sumber Daya Alam ( SDA) besar besaran tanpa seizin pemilik.

 

Melalui persoalan ideologi bangsa west Papua dan Papua Barat melalui politikus kemerdekaan bangsa dan negara, maka kedatangan orang Non Papua datang ke Papua bukan untuk mencari makan tetapi mereka mencari jantung manusia Papua dengan cara system kapitalis dan klonialis Indonesia, termasuk TNI-POLRI. Mengapa dikatakan demikian? Saya tidak bahas yang dulu punya, kemarin 3 hari lalu,  di Papua dari TNI-POLRI Indonesia menambak warga spil yang tidak bersalah. Barusan tertembak  bayi umur 2 tahun di Intan Jaya Papua. Terus, Banyak pejabat papua di racuni lewat makana dan minuman, banyak rumah sakit dipake pake guna menghabisi orang papua. Jadi, Sebagian orang pendatang datang papua bukan untuk membangun tetapi untuk menguasai, mencuri kekayaan alam dan menghabisi nyawa manusia papua, itu adalah misi utamanya melalui penjajahan tersistem.

 

Di papua hadir berbagai PT, CV  yang illegal dan legal. Semua PT, CV hadir untuk merampas dan merusak kekayaan alam papua. Salah satunya adalah PT. Freeport Indonesia di Papua.  PTnya di papua dioleh diluar papua, aneh tapi nyata. Ini bertanda papua dalam kepunahan Sumber Daya Manusia (SDA) dan Sumber Daya Alam (SDM) melalui pekerja sebuah pertambangan perusaan raksasa dunia milik  orang asing  yang berada di negara NKRI, yang  berlokasih pulau Papua ini sebagai pintu kematian bagi orang asli Papua (OAP).

 

Orang asli Papua dan Papua Barat menjadi penonton  dengan suasana yang begitu teduh, akar pikiran yang sangat tenang kepada mereka yang merampas tanah dan kekayaan alam west papua  demi perut. Ada orang orang tertentu yang sedang dan sering bersuara untuk memberhantikan tetapi suara meraka hanya suara. Namun suatu waktu suara meraka akan menjadi kenyataan, saya percaya itu.

 

Mencengkeram di negeri ini, pekerjanya sangat dituntut dengan loyalitas yang sangat tinggi, dan dengan target target produksi sesuai dengan kemauan perusahaan tersebut bertujuan untuk mencengkeram oleh orang non OAP. Bagaimana dengan pemilik hak ulayat dan orang papua sendiri?

 

Di negeri Papua dan Papua barat telah membuka perusahan ilegal dan non ilegal dimana mana, perusahaan perusahan ini hanya orang non papua saja pekerja didalamnya, bagaimana dengan nasib orang papua sebagai ras hitam kulit keriting rambut ini.

 

PT freeport menjamin banyak negara di duniai dengan hasil tambangnya. Di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, bahkan Pekerja asing dari berbagai negara yang terjamin dari tambang raksasa ini yang berada di tanah  Timika, Papua.

 

Kedatangan pemerinta provinsi Papua dan PT Freeport Tembagapura hingga saat ini, seiring berjalanya waktu ke waktu tak di temui wajah wajah bahagia dari para pekerjanya sesama manusia asli west Papua? kecuali hanya beberapa gelintir manusia, yang notabene sudah pada mempunyai kedudukan hidup kalayaknya.

 

Ya mungkin pernah mendengar dimana mana, hanya nama perusahaan PT Preeport Tembagapura Papua,? Untuk bekerja hingga saat ini, sering ramai diberitakan oleh media yaitu perusahaan asing Milik Amerika yang bercokol di tanah papua- Indonesia, Dialah PT. Freeport Indonesia.

 

Tak begitu memahami dunia kerja seperti perusaan, Bahkan pemerintah di saat ini sebuah permainan system monopoly ataukah sebuah strategy membodohi terhadap orang papua pemilik tanah dan tambangnya?.

 

Apakah pekerja yang notabene mayoritas pekerja  di PT Perusaan orang pendatang bahkan di dalam bidang pemerintahan lainnya non papua, pemilik tanah dan tembang orang asli papua menjadi penonton.

 

Ya non OAP yang lahirnya dari negeri west Papua dan Papua barat merekalah hanya  mempromosih hanya lahir besar saja? Di baliknya?  merekalah yang mengacau dan pembunuh bagi orang asli west Papua dan Papua barat.  Sebenarnya semua manusia terlahir hanya negeri dimana bisa. Namun semua lahir dan dibesarkan yang begitu harus mencintai dan membanggakan sampai bertemu kematian dirinya.

 

Walaupun para pejabat negara, terlebih khususnya pejabat pemerinta provinsi Papua tak berpikir tentang hal itu, anak buah dan rakyatnya akan semakin hari semakin habis. Juga pemerintah dan wakil rakyat tidak peduli atau bahkan cenderung lebih memilih memperkaya diri sendiri tak memikirkan rakyat yang tertindas memperkosa dan menyiksa oleh non OAP tetepi rakyat yang telah memilih anda untuk anda menikmati di kursi sopanya yang layaknya.

 

Bagaimana tidak persoalan ini para pekerja yang notabene anak negeri sendiri yang tingkat pengetahuan dan ilmu dalam pekerjaanya tidak kalah dibandingkan dengan pekerja asing. Ataukah di kerdilkan dan tak dihargai atas kerja keras demi hak - haknya.

 

Bagaimana ini disebut Merdeka jika didalam negeri ini saja tak mengakui  kita terang terangan oleh sebuah system yang dibangun oleh kaum kaum kapitalis, Para anak Negeri west Papua yang menjadi korban hari demi hari atas kekayaannya sendiri.

 

Pekerja di perusahaan pun di gajikan hampir 8-10 kali lebih rendah dari pada pekerja asing yang kadang ketika mereka pertama kali datang kerja di perusahaan ini justru tidak lebih berkualitas skill dan kemampuanya dibanding anak negeri sendiri, tetapi mereka datang sudah menjadi seorang Technical Expert dengan gaji ratusan juta rupiah.

 

Kami mahasiswa tidak memahami baik dengan kebinggunan tentang tupoksi pekerjaan yang bertugas keamanan TNI/POLRI NKRI yang sebenarnya yang bertugas di tanah west Papua ini. Ada apa dan bagaimana keamanan  sebenarnya dari Negeri ini. katanya negara Indonesia negara hukum tetapi sekarang negara Indonesia Negara pelanggaran terbesar hak Asasi Manusia terhadap Papua sejak 1969 sampai saat ini 2021.Negara pembunuh dan perampas sudah jelas di dunia.

 

Perusahaan asing dan pemerintah Indonesia yang jelas jelasnya membodohi dan mengerdilkan Rakyat di negerinya sendiri, padahal dari semuanya ini setiap upacara dan dalam sebuah janji jiwa Nasionalisme sebenarnya.

 

Apakah anda hadir untuk cari makan atauka membunuh manusia asli Papua, ataukan melawan Rakyat kecil, kami tahu semua ini menuntut sampai akhir kiamat harus bertanggungjawab.

 

Bukankah seharusnya sebagai seorang aparatur keamanan Negara ia harus melindungi negaranya, rakyatnya dan sumberdaya alamnya? kenapa justru membunuh rakyat kecilnya. Mengapa tak melindungi terus menerus merusak memperkosa, mencuri sumberdaya alam dan membodohi rakyat setempat, dan warga negaranya sendiri yang seharusnya dilindungi dan dijaga keamananya dari segala tindakan ancaman dan pembodohan serta penjajahan.

 

Arti kata "merdeka" adalah hal dan kewajiban yang sesungguhnya kecuali hanya sebuah kata yang tak bosan bosanya diucapkan ketika upacara peringatan kemerdekaan. Kalau boleh Jujur sebenarnya saat ini Justru kita masih benar benar terjajah, mungkin memang bukan secara fisik tetapi penjajahan secara, ekonomi, politik, ideologi dan krisis kepercayaan akan jiwa Nasionalisme kita manusia sendiri.

 

Saya hanya ingin bertanya apakah ini terjadi hanya di Papua saja, ataukah ini terjadi di seluruh Pelosok Negeri  lain. Maka pantasnya Negeri Papua disebut  "merdeka" lalu apa makna memperingati Upacara kemerdekaan disetiap tahunannya? apakah itu suatu peringatan dalam rangka memperingati "kemerdekaan yang telah terjajah di negerinya sendiri.

 

Mari kita renungkan bersama sama dan kita berbuat sebisa bisanya sesuai batas kemampuan kita sebab mustahil berharap pada pemerintah yang sama sekali mereka tidak mengenal arti kata kemerdekaan yang sesungguhnya, sebab bagi kebanyakan pejabatnya, "kemerdekaan" ialah banyaknya harta, kenyangnya perut, dan punya kuasa, meskipun harus membunuh dan mengorbankan  rakyat yang hidup dinegerinya sendiri.

 

 

Penulis Adalah : Mahasiswa Papua kuliah di Jayapura Papua Sekaligus Ketua IKAPMMA Se Kota Jayapura Papua.

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Lingkungan dan Hutan

#Politik

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait