Tokoh Pemuda dan Mahasiswa minta, Pilkada Serentak mengikuti Prosedur

Cinque Terre
Alexander Gobai

8 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

PANIAI, KABARMAPEGAA.COM--Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarahkan secara serentak pada tahun 2018   tentunya menjadi sebuah moment yang tepat bagi seluruh komponen masyarakat di tanah Papua untuk dapat menentukan dan memilih pasangan bakal calon (balon) kandidat secara cepat sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. 

 

Untuk menanggapi hal ini, ketua IPMAPA Bogor, Yunus Ernes Gobai, mengharapkan pemimpin yang akan terpilih mampu membawa masyarakat ke arah yang baik.


"Pasangan bakal calon kandidat yang akan dipilih oleh anda dengan saya itu yang benar-benar membangun daerah baik itu tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi dan bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik," ujar Yunus saat dihubungi via pesan eletronik, Rabu (10/01/2018).


Ia menjelasakan, yang dimaksud dengan membawa ke arah yang lebih baik adalah yakni ke arah perubahan yang lebih maju dari periode-periode sebelumnya.


"Ingat kita pilih bukan sukuisme, familiisme, daerahisme atau dan margisme tapi yang layak menjadi seorang nomor satu di tanah Papua baik itu tingkat kabupaten maupun tingkat Propinsi adalah semestinya netralisme," paparnya lagi.

 

Menurut Ernes, siapa dia netralisme itu, orang yang sudah paham tentang dunia netralisasi, maka usul saya untuk kita semua bahwa suara dari anda dengan saya kasih sajalah tanpa memandang sebab, dia yang layak menjadi kepala Propinsi (Gubernur) dan kepala Kabupaten (Bupati) di Negeri Papua ini.


Sementara itu, berbeda tempat, tokoh pemuda Paniai, Yakop Kobepa, juga menegaskan bahwa Pilkada serentak  2018 di kabupaten Paniai,  semua pencalonan bupati dan wakil bupati adalah putra daerah yang terbaik sehingga merangkat dari budaya koteka suku mee Paniai. Wajib menjaga kemanusiaan seluruh lapisan masiyarakat Mee kab Paniai.

 

"Jaga kemanusian pelenggaran perifikasi daftar sampai akhir rekapitulasi suara hati nurani rakyak kampung sampai kota tidak ada yang bermain suara rakyat,"  jelas tokoh pemuda saat dihubungi media ini, Rabu (10/01/2018).

 

Tegasnya masyarakat selama pilkada Paniai jangan lagi ada masyarakat kecil yang dikorbankan dalam segala kepentingan bakal calon.

 

 "Sekarang pigur bendera sembilang partai politik, semua ada bermasalah dualisme kepemimpinan, jadi seluru masyarakat paniai tidak boleh itervensi kedalam. Penyelesaian masalah  partai kembali pengurus DPD," katanya mengakhiri pembicaraan.


Pewarta: Manfred Kudiai/KM

Baca Juga, Artikel Terkait