Tolak DOB, Mahasiswa Papua di AS Tegur Para Bupati di Meepago dan Laapago

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

9 Hari yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Ilutrasi.Ist

NABIRE, KABARMAPEGAA.com—Mengenai isu pemekaran Daerah Otonom Baru yang marak diperjuangkan oleh bebepara Bupati asal kabupaten yang berda di wilayah Meepago dan Laapago serta lima wilayah adat lainnya yang hangat dibahas itu, kembali menyatakan sikap dari mahasiswa asal Papua yang saat ini berada di Amerika Serikat.

 

Salah satu mahasiswa pasca sarjana yang angkat bicara soala penolakan serta tegran keras kepada para pemimpin di Papua datang dari Pius Tenouye, Alumni Universitas Udayana, Denpasar, Bali yang saat ini tengah berada di AS.

 

“Saya anak muda yang berasal dari tanah Papua bukan dari Jawa, bukan dari Jakarta, bukan dari Amerika Serikat dan lainnya, sehingga saya punya hak besar untuk menegur kepada Bupati-bupati Meepago dan Laapogo yang bersih keras untuk meminta Daerah Otonomi Baru (DOB) kepada pemerintah pusat,” bebernya saat disambung via telpon kepada kabarmapegaa.com, Sabtu (9/11/2019).

 

Dirinya juga meminta kepada para bupati supaya belajar dari sosok Klemen Tinal, S. IP yang dengan tegas menyatakan menolak pemekaran wilayah di Papua. “Bupat-bupati Meepago dan Laapago, saya secara pribadi mengakui atas kualitas kepemimpinan kalian yang sudah miliki dan sedang menjalangkan tugas dan tanggung jawab kalian ditingkat Kabupten, tapi yang saya tidak mau kalian adalah jangan meminta pemekaran propinsi lagi dari dua propinsi yang ada,” teganya.

 

Menurutnya, untuk memimpin suatu bangsa yang benar adalah semestinya punya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang melimpah. “Saya melihat bahwa orang-orang asli Papua (OAP) saat ini sedang dimusnahkan oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia) dengan tujuan untuk menguasai non asli Papua diatas tanah bangsa malanesia, Papua,” katanya.

 

Jadi, kata Dia, jangan diam-diam datang ke Jakarta lalu minta pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) diatas bumi cendrawasih. Dirinya minta, semetinya para Bupati berpikir soal SDM di tiap Kabupaten dengan cara menyesekolahan para siswa dan mahasiswa di luar negeri maupun dalam negeri seperti yang dilakukan Gubernur Papua.

 

“Contoh sudah jelas, Pak Lukas mengirim anak-anak Papua untuk sekolah ke luar negeri sudah mencapai sekitar ribuan itu saja sudah luar biasa,” bebernya.

 

Selain itu, Pak Lukas Enembe beserta DPRP, MRP Papua dan Papua Barat sudah bersepakat untuk membatalkan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) diatas tanah Papua dari dua propinsi yang kita sudah miliki. “Jadi para kapitalis dalam hal ini Bupat-bupati stop meminta propinsi lagi selain propinsi yang ada.”

 

Lebih lanjut, Presiden Gereja Baptis Papua (Socrates Sofyan Yoman) juga menegaskan bahwa jangan meminta pemekaran propinsi atau Daerah Otonomi Baru lagi (DOB) selain dari dua propinsi yang ada.

 

Karena menurut Pdt. Yoman, Lanjut Tenouye, soal pemekaran, pemerintah dalam hal ini bupati-bupati Meepago dan Laapago berniat buruk terhadap orang asli Papua. “

 

Jadi jangan diam-diam datang ke Jakarta lalu minta pemekarang baru diatas bumi Papua karena Papua sudah miliki dua propinsi yakni, Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat,” beber Pius Tenouye Alumnus Universitas Udayana Bali ini.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait