Tolak Kriminalisasi TNI POLRI Terhadap KNPB dan Mahasiswa di Manokwari

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

5 Hari yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
KNPB Wilayah Mnukwari papua barat.

 

 

Manokwari, KABARMAPEGA.COM --Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mnukwar menanggapi tindakan Polres Manokwari dan Brimob Polda Papua Barat yang menggeledahan dan penangkapan terhadap 12 orang mahasiswa di asrama Mahasiswa Kabupaten Mimika di kompleks Amban Permai, Manokwari, Provinsi Papua Barat. Senin, (22/11/2021) sekitar pukul 06:30 WPB.

 

Ketua KNPB Alexander Nekenem mengatakan, Kami tolak kriminalisasi TNI POLRI terhadap KNPB dan mahasiswa Timika di Manokwari dan tidak ada hubungan dengan kami konflik di Maybrat. Sebab tujuan kedatangan Polisi dan Brimob karena keterlibatan KNPB dalam insiden penyerangan Pos Ramil Kisor di Kabupaten Maybrat, September 2021 lalu.

 

"Kasus di Maybrat tidak ada hubungan sama sekali dengan kami KNPB maupun pejuang lainnya di Manokwari. Kasus tersebut terjadi antara TPNBP OPM dan TNI POLRI. Pasalnya apa bila mau tangkap orangnya segera mencari tahu kepada TPNBP, bukan dengan KNPB atau mahasiswa" ujarnya.

 

Lanjut Ketua KNPB, Jangan hubungkan masalah tersebut untuk mengkriminalisasikan KNPB Mnukwar maupun KNPB seluruh tanah Papua bahkan mahasiswa.

 

Pasalnya, KNPB sebagai gerakan cinta yang menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran secara bermartabat, jelasnya saat jumpa pers bersama wartawan media KABARMAPEGA.Com pada Selasa (23/11/2021) sekitar pukul 16.30 WPB.

 

Senada juga Juru Bicara Nasional  Ones Suhuniap KNPB Pusat mengatakan, kami selaku organisasi sudah memberitahu secara terbuka bahwa KNPB secara organisasi tidak terlibat dalam penyerangan di Kisor. Maka, hentikan upaya pengkriminalisasian pada KNPB dan anggota di Mnukwar.

 

"Pihak kepolisian silahkan cari pelaku/oknum penyerangan, termasuk anggota TPNPB yang menyatakan bertanggung jawab. KNPB tidak mengajarkan dan berjuang dengan kekerasan" jelas dalam rilisan yang diterima di media.

 

Sejak awal KNPB berjuang dengan damai melalui ruang demokrasi bersama rakyat sesuai dengan jaminan UU yang ada di negara ini. Kami tolak upaya kriminalisasi pada anggota KNPB bahkan Mahasiswanya.

 

"Kami menolak arogansi dan sikap represif negara pada aktivitas demokratik rakyat, yang menunjukkan negara gagal menyelesaikan konflik Papua dengan cara yang elegan, damai, bermartabat dan dialogis" tegas.

 

Selain itu Nekenem mengatakan mahasiswa maupun rakyat yang peduli dan simpati dengan KNPB pasti mereka menyimpan segala macam tentang KNPB. Pasalnya Polisi dan Brimob masuk sita gelang bintang kejora (BK), tas bintang kejora dan buku-buku yang berkaitan dengan KNPB.

 

"Sangat keliru kedatangan dan tindakan aparat kepolisian dan Brimob. Sementara gelanggang BK dan tas BK sedang pemasaran dimana-mana dan mengenakan setiap orang asli Papua maupun disetiap kota. Namun tidak diambil dan disita akan tetapi barang-barang yang di kamar langsung dobrak pintu dan disita. Semestinya apa maksud kedatangannya" gagasnya.

 

Pewarta: Yeko Gobai/KM

Editor: Admin/KM

 

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Baca Juga, Artikel Terkait