Tolak Otsus Jilid II Versi KNPB dan Versi YLSM PTPB dan LSM Yokoma Wilayah Meepago

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

23 Hari yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Tolak Otsus Jilid II (Istimewa)


Versi KNPB (Jubir Internasional KNPB, Viktor Yeimo)


Perjuangan rakyat West Papua saat ini adalah menolak paket Otonomi Khusus Jilid II yang dirancang Menteri Hukum dan HAM, yang sebentar lagi ditandatangani Jokowi untuk diputuskan oleh DRP RI. Isi dari revisi Otsus Jilid II tidak jauh beda; yang berarti tidak sama sekali memberi solusi atas kegagalan 20 tahun Otsus Jilid I, yakni penyelesaikan konflik politik yang berkepanjangan.


Revisi UU Otsus Jilid II ini diam-diam dirancang tanpa konsultasi seluruh rakyat West Papua dan aktor konflik. Ini memang sifat lasim penguasa kolonial Indonesia; persis Pepera 1969 yang memilih segelintir orang Papua untuk melegitimasi permainan kotornya. Seperti itulah, Jakarta sedang gunakan segelintir oportunis LSM, Tokoh Agama, Adat, Akademisi, dan Elit politik Papua untuk setujui Otsus Jilid II. 


Tentu sebagai bangsa yang waras, kita tidak akan menerima paket politik kolonialisme ini diteruskan diatas tanah air West Papua yang terus berdarah-darah. Sungguh kita lebih bodoh dari binatang bila membiarkan diri jatuh di dalam lubang yang sama. Kita telah saksikan sendiri 20 tahun Otsus, Papua hanya menjadi boneka permainan Jakarta. Tentu kita bukan boneka, juga bukan budak.


Oleh sebab itu, tugas kita rakyat West Papua saat ini segera mencatat, memantau dan menolak segala pergerakan segelintir oportunis yang sedang menutup akar konflik dan memelihara konflik melalui perpanjangan Otsus. Tolak orang Papua yang mata hati nuraninya sedang tertutup nafsu uang, jabatan dan kekuasaan semata!


Mulai saat ini, kita harus berani menolak tunduk pada bujuk rayu kolonial dan kapitalis. Kekuatan kita adalah solidaritas semua elemen rakyat Papua, Indonesia dan dunia yang nurani, nalar dan nalurinya bergerak maju untuk perubahan yang mendasar bagi pembebasan manusia tanpa batas. Kekuatan kita adalah kebenaran yang dinyatakan melalui perlawanan tanpa henti.


Perlawanan kita saat ini adalah perlawanan demokratis. Otsus bukan jawaban demokratik. Bukan penentu nasib bangsa yang terus bertikai atas dosa politik kolonialisme. Perlawanan demokratis kita adalah referendum digelar agar rakyat bisa menentukan nasib politiknya sendiri; yang menjadi dasar utama membangun Papua yang bebas dari segala bentuk penindasan. 


Referendum itu adalah tugas moral Indonesia dibawa hukum internasional yang harus segera dipenuhi bagi bangsa Papua. Itu juga adalah tugas perjuangan demokratik rakyat Indonesia yang sementara dipenjara oleh doktrin sesat "NKRI Harga Mati". Untuk mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan.


Mari bersatu tolak Otsus Jilid II, dan desak Indonesia gelar referendum sebagai solusi demokratis dan damai!


Rakyat Pejuang, Pejuang Rakyat.


Versi YLSM PRPB dan LSM YAKOMA (Servius Kedepa, ketua YLSM PTPB yang berkedudukan di Wilayah MEEPAGO)


Kita ikuti semua bentuk penolakan Revisi UU OTSUS Papua Jili II itu termasuk tuntutan REFERENDUM bagi Papua, tetapi kita tetap pada jalur tuntutan agenda Pelurusan Sejarah Kemerdekaan Negara Republik Papua Barat. Karena OAP sudah deklarasikan kemersekaan Negara Republik Papua Barat sejak 01 Desember 1961 dan Konstitusinya telah diumumkan oleh Militer - OPM di Bewan, PNG pada tanggal 1 Juli 1971.


Untuk YLSM PTPB dan LSM YAKOMA telah berada di posisi depan untuk mendesak pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat melalui MRP sejak 1 Pebruari 2018 lalu.


Alasan penolakan Revisi UU Otsus Papua Jilid II Versi Jakarta dan Tuntutan Referendum Versi KNPB


1. Referendum akan menangkan kepentingan negara-negara Kapitalis dan Indonesia pertahankan Papua dalam NKRI seperti yang terjadi pada REFERENDUM (PEPERA) 1969 yang direkayasa melalui 1025 suara dengan sistem noken.

 

2. Kita juga sudah lihat dan tahu sendiri tentang REFERENDUM yang telah digelar di Kaledonia Baru selama 3 kali berturut-turut tetapi hasil akhirnya telah dimenangkan oleh Pemerintah Perancis.

 

Dengan dasar pertimbangan kedua peristiwa itu, kami Orang Asli Papua di akar rumput menduga Indonesia akan didukung oleh negara-negara kapitalis seperti Amerika, Australia, Inggris, Eropa, Belanda, Roma/Vatican dan lain-lain akan siapkan uang untuk sogok uang bayar suara dari Rakyat Bangsa Melanesia di pulau Papua Bagian Barat dari Sorong sampai Merauke untuk pertahan Papua tetap dijajah oleh Indonesia sampai manusia Papua akan dimusnahkan diatas tanah leluhur kita sendiri.

 

Oleh karena itu, kami rakyat Papua dari akar rumput TUNTUT pengakuan kemerdekaan negara Republik Papua Barat yang telah dideklarasikan pada tanggal 01 Desember 1961 dan Konstitusi OPM juga telah diumumkan di Bewan, PNG pada tanggal 1 Juli 1971.

 

REDAKSI

#MRP

#Pemerintahan

#Politik

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Baca Juga, Artikel Terkait