Tolak Pendirian SMP Yapis di Deiyai, Masyarakat Melakukan Demo di Kantor Dinas P&P

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

6 Hari yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Masyarakat Deiyai saat melaksanakan demo penolakan pendirian Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pendidikan Islam di di Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Deiyai, Jl. Tigido, Deiyai. Rabu, (12/06/2019). (Herman Mote/KM)

 

DEIYAI, KABARMAPEGAA.com---Masyarakat Deiyai melaksanakan demo penolakan pendirian Sekolah Menengah Pertama Yayasan Pendidikan Islam di Waghete, pada hari rabu, (12/06/2019) di Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Deiyai, Jl. Tigido, Deiyai

 

Tokoh Agama Katolik, Agustinus Pekey mengatakan sebagaimana diketahui di Deiyai sejak leluhur bahwa, agama maupun sekolah yang dibawa oleh misi katolik dan misi protestan yaitu hanya Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) dan Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gema Injili (YPPGI) maka itu perlu pengawasan tegas dari dinas terkait agar kedua yayasan tersebut ada perkembangan yang baik

 

"Kalau SMP Yapis ini diizinkan seluas-luasnya untuk didirikan di deiyai maka Yayasan Pendidikan yang sudah ada lama seperti, YPPK dan YPPGI ini akan tenggelam sehingga kami dari tokoh agama juga dengan tegas sangat setuju menolak kehadiran sekolah tersebut. Sekolah Yapis cukup hanya TK dan SD yang ada," jelasnya saat diberi kesempatan untuk berbicara di kantor Dinas P dan P Deiyai yang dipetik kabarmapegaa.com

 

Menurutnya, aksi tersebut dilaksanakan supaya YPPK dan YPPGI ini ada kemajuan dinas pendidikan dan pengajaran deiyai perlu pertegas pengawasanya.

 

Pada tempat yang sama, tokoh agama Protestan, Pdt. Dogopia dengan senada mengatakan pendirian SMP Yapis di Waghete ini tidak diperbolehkan atau ditolak karena baginya akan berdampak buruk terhadap pendidikan dan agama yang ada sebelumnya.

 

"Penolakan Pendirian SMP Yapis ini, dari kami tokoh agama protestan dan Tokoh adat juga mendukung penuh karena kedepannya akan terjadi pengaruh buruk terhadap agama dan pendidikan kita yang ada sekarang. Tidak perlu izinkan untuk buka sekolah yapis lagi, cukup  sudah dibuka TK dan SD," tuturnya

 

Sementara itu dalam kesempatan yang sama pula, Ketua PGRI, Yusak Douw meminta pemerataan guru di setiap sekolah yang ada di seluruh Deiyai.

 

"Disetiap sekolah yang ada di deiyai ini sedang mengalami kekurangan guru, KBM tidak dijalankan dengan baik karena minimnya guru. Guru yang ada saja selalu ditarik di dinas maka kami meminta kepada kepala dinas pendidikan dan pengajaran deiyai untuk pemerataan guru di setiap sekolah yang ada di deiyai," tutur Douw di tempat yang sama dan dihadapan kepala dinas terkait

 

Domin Badii selaku ketua Komunitas Peduli Manusia dan Alam Deiyai menjelaskan Dinas P dan P Deiyai perlu jeli melihat masalah-masalah pendidikan di deiyai karena masalah pendidikan adalah masalah serius yang perlu ditanggapi secara serius pula agar kemajuan pendidikan dapat meningkat

 

"Terkait pendirian SMP Yapis ini kami segenap masyarakat deiyai sangat menolak. kami meminta pemerintah deiyai atau dinas Pendidikan dan Pengajaran Deiyai segera cabut rekomendasi perizinan pendirian SMP Yapis di Waghete yang disetujui. Sebab sejak sebelum hadirnya pemerintahan indonesia atau pemerintah deiyai ini, di deiyai sudah ada dua Yayasan Pendidikan yang hadir bersamaan dengan para misionaris katolik dan protestan yaitu YPPK dan YPPGI maka sebelum yang lain perlu membenahi baik dulu terhadap kedua yayasan pendidikan ini agar kemajuan," tutur Domin Badii sebelum memberikan pernyataan penolakan pendirian SMP tersebut kepada Kepala Dinas P dan P Deiyai

 

Lanjut Domin, "supaya kedua yayasan ini tidak di posisi itu terus, dinas terkait perlu melakukan pengawasan, monitori, ketegasan dan disiplin dinas di setiap sekolah kemudian lakukan evaluasi di kantor dinas sendiri. karena banyak guru-guru yang tidak mengajar dan tinggal menerima gajinya saja lalu banyak sekolah yang mati. Dengan ini yang membuat kami menjadi pertanyaan bahwa mengapa sekolah yang ada tidak perhatikan secara serius lalu seenaknya saja memberikan kewenangan seluas-luasnya untuk mendirikan SMP Yapis di Waghete, Deiyai," jelas Badii, Katua Komunitas Peduli Manuisa dan Alam Deiyai

 

Kemudian kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Deiyai, Piter Adii juga menanggapi langsung bahwa akan kordinasi dengan kepala daerah adalah Bupati untuk tarik kembali rekomendasi perizinan pendirian sekolah tersebut.

 

"Aspirasi ini saya terima tapi saya tidak bisa bertindak sendiri karena diatas saya juga ada Bupati maka saya akan kordinasi dengan bupati untuk tarik kembali rekomendai perizinan sekolah tersebut. kemudian, saya sangat banyak terima kepada masyarakat ini yang mana bisa membantu saya untuk melakukan hal ini dengan berdasarkan aspirasi-aspirasi dari masyarakat karena saya saja atau satu dua orang saja tidak bisa," jelasnya di depn masa aksi.

 

Sementara itu, tokoh perempuan, Alfrida Pekei dan Tokoh Pemuda, Ones Madai ketika ditemui media ini,  juga menyetujui penolakan pendirian SMP Yapis di Waghete, Deiyai

 

"Untuk pendirian SMP Yapis ini kami sangat setuju tolak. Kami tidak inginkan sekolah Yapis ini harus ada di deiyai tapi yang kami inginkan yaitu kepekaan serius terhadap sekolah-sekolah yang sudah ada dari dinas bersangkutan. Kami tahu bahwa dengan kehadirannya sekolah ini, sekolah-sekolah lain yang sudah lama ada itu akan hancur kedepannya dan anak-anak semua akan terjerumus dengan pengaruh-pengaruh negatif. Untuk itu kami meminta harus cabut rekomendasi perizinan pendirian sekolah tersebut yang disetujui oleh dinas P dan P Deiya, DPRD Deiyai dan Pemerintah Daerah Deiyai," katanya

 

Pantauan media ini di lapangan, aksi demo  ini  digerakan oleh Komunitas Peduli Manusia dan Alam Deiyai dan didukung dari beberapa komponen yaitu,Tokoh Agama Katolik, Tokoh Agama Protestan, Dewan Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, PSW YPPK dan PSW YPPGI. Kemudian aksi ini diakhiri dengan petisi dari beberapa komponen yang disebut bahwa benar-benar tolak pendirian SMP Yapis di Deiyai dan untuk pernyatakan penolakan pendirian sekolah tersebut, DPRD Deiyai dan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Deiyai sudah diterima.

 

Pewarta: Herman Kon. Mote

Editor: Manfred Kudiai

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait