TPNPB-OPM Menolak Hukuman Mati Kepada Yogor Telenggen

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Kondisi Yogor Telenggen setelah ditangkap Polisi.

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Yogor Telenggen seorang prajurit Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang ditangkap oleh  Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Polda Papua dan Polres Puncak Jaya pada hari Sabtu (12/5/2018) pukul 04.00 pm, di Puncakjaya Papua lalu yang dikabarkan dirinya ditangkap secara brutal saat berada di rumah kampung Usir, distrik Mulia, kabupaten Puncak Jaya Papua dijatuhi hukuman mati. Menanggapi hal tersebut, akhirnya TPNPB-OPM angkat bicara.

 

Yogor Telenggen, pria kelahiran 23 Juni 1988 yang ditangap pada tanggal 12 Mei 2018, dan saat ini dengan Status dihukum penjara seumur hidup dengan pasal dakwaan : Artikel 340, 187 jo 55 (1) (1), 365 (1), 365 (4).

 

Dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini, pejuang kemerdekaan Tentara Pembebasan Papua Barat (TPNPB-OPM) melalui Juru Bicara KOMNAS TPNPB  Sebby Sambom menjelaskan secara singkat biografi Yagor.

 

“Yogor Telenggen adalah pejuang kemerdekaan Tentara Pembebasan Papua Barat (TPNPB-OPM). Dia sebelumnya dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara pada tahun 2013, tetapi melarikan diri dari penjara Abepura pada tanggal 8 Januari 2016. Kemudian dia ditangkap kembali sekitar pukul 16.00 pada 12 Mei 2018 di Kabupaten Puncak Jaya,” paparnya dalam pernyataan sikap TPNPB-OPM.

 

Yogor Telenggen ditembak di bawah lutut saat ditangkap. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kota Raja di Jayapura, untuk melakukan perawatan lutut yang tertembak.

 

“Keberadaannya tidak diketahui selama hampir sebulan setelah penangkapannya. Baik dia maupun keluarganya tidak diberikan surat penangkapan dan penahanan. Dia saat ini ditahan di Jayapura di markas Brimob (Korps Brigade Mobil, unit khusus Kepolisian Nasional Indonesia),” katanya.

 

Selanjutnya, Yogor Telenggen setelah di tahan di Brimob POLDA Papua di Jayapura Papua, kemudian untuk mengajukan ke Pengadilan mereka kirimYogor Telenggen ke Kota Manokwari Papua Barat.

 

Sementara itu, pernyataan Jaksa Indonesia di media massa menyatakan bahwa alasan pemindahan Yogor Telenggen ke Manokwari adalah menyangkut keamanan, karena sidang pengadilan untuk Yogor Telenggen tidak aman di Pengadilan Negeri Jayapura Papua ataupun di Nabire, Papua.

 

Menurut Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire, Provinsi Papua memindahkan seorang tahanan yang juga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) atas nama Kartu Kuning Yoman alias Yogor Telenggen (30 tahun) ke Kejari Manokwari, Rabu 23 Januari 2019.

 

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Nabire, Mangasi Simanjuntak, SH, MH menjelaskan, pemindahan terdakwa dan barang bukti ke Kejari Manokwari supaya perkara itu bisa disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari.

 

“Pemindahan ke Manokwari atas alasan keamanan, mengingat Kabupaten Nabire berdekatan dengan beberapa markas OPM yang kita curigai berpotensi menimbulkan kendala keamanan, jika perkara ini kita sidangkan di sana,” kata Simanjuntak kepada para wartawan di Kejari Manokwari, pada tanggal 23 januari 2019.

 

Atas dasar itulah, sambung Simanjuntak, pihaknya mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung (MA) dan mendapatkan persetujuan melalui Fatwa MA Nomor: 271/KMA/SK/XII/2018, yang menyetujui persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari dengan alasan faktor keamanan.

 

Selain tersangka, ia mengatakan, pihak kejaksaan juga melimpahkan barang bukti berupa 1 senjata api (senpi) laras pendek berupa pistol jenis Pindad G2 Combat berstiker Bintang Kejora dan 1 amunisi.

 

Diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, pistol itu milik anggota Kopassus atas nama Pratu Sandi Noviana (korban penembakan OPM), yang dirampas terdakwa setelah menembak mati korban di Pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, 12 Februari 2018 silam.

 

Atas perbuatannya, Kartu Kuning Yoman dijerat dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Republik Indonesia. Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 365 KUHP jo Pasal 64 KUHP. “Untuk penahanan terhadap tersangka saat ini kita serahkan ke pihak Kejari Manokwari sambil menunggu penetapan persidangan,” katanya.

 

Sementara itu, Kajari Manokwari, Togging Banjar Nahor, SH, MAP mengungkapkan, untuk alasan keamanan, sementara tersangka akan dititipkan di rumah tahanan Mako Brimob Polda Papua Barat di Manokwari sambil menunggu jadwal persidangannya.

 

Dan selanjutnya, pada tanggal 3 Mei 2019 Yogor Telenggen di Tuntut Hukuman  Mati Oleh  Jaksa  Penuntut Umum di Pengadilan  Negeri Manokwari Papua Barat. Dengan melihat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang tidak adil ini, maka TPNPB-OPM mengeluarkan Pernyataan Bersyarat.

 

Pernyataan TPNPB-OPM

Dalam kasus ancaman Hukuman mati terhadap Yogor Telenggen ini, maka kami dari TPNPB-OPM meminta Perhatian oleh Lembaga- Lembaga HAM di seluruh dunia dan juga oleh semua pihak yang peduli akan kemanusaiaan bahwa mendesak Indonesia untuk batalkan Hukuman mati bagi Pejuang Pembebasan Papua Barat atas nama Yogor Telenggen.

 

Karena prefektif hukum Yogor Telenggen adalah anggota militer TPNPB Dan menembak musuh yang lawan yaitu anggota militer dan Polisi Indonesia, oleh karena itu kami menilai bahwa jaksa salah dalam dakwaan. Mengapa? Karena dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum mengatakan bahwa pembunuhan berencana, dalam hal ini kami TPNPB-OPM menilai bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak benar dan dakwaan jaksa harus gugur atau dibatalkan demi hukum dan HAM.

 

Dan ini penembakan terjadi di wilayah konflik perang, anatar Militer dengan Militer. Bukan pembunuhan terhadap masyarakat civil, oleh karena itu tidak bisa kategorikan pembunuhan berencana. Dan Yogor sekarang adalah berstatus tahanan Politik, bukan criminal.

 

Dengan dasar sebagai Tahanan Politik Papua, maka Indonesia tidak punya hak untuk eksekusi Hukuman Mati bagi Yogor Telengan. Karena Yogor telenggen adalag Pejuang Pembebasan Papua Barat dari sayap militer OPM yaitu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) yang berjuang untuk Hak Politik Bangsa Papua untuk menentukan Nasib Sendiri.

 

Dalam hal ini tuntutan TPNPB-OPM tidak banyak, tapi hanya dua. Yaitu pertama, Presiden Indonesia segera batalkan Hukuman Mati bagi Pejuang  Kemerdekaan  Papua Barat  Atas  Nama  Yogor  Telenggen; Kedua, jika tidak mengindahkan permintaan kami maka TPNPB-OPM akan membalas dengan cara militer TPNPB.

 

Demikian Pernyataan Kami TPNPB-OPM keluarkan untuk dapat menjadi perhatian oleh semua pihak, dan dapat dilaksanakannya. Terima kasih atas kerja sama yang baik.

 

“Pernyataan tersebut, diikeluarkan dari Markas Pusat KOMNAS TPNPB, pada hari minggu tanggal 5 Mei 2019. Dengan tujuan diteruskan kepada semua journalists dan Para Pekerja HAM di seluruh dunai,” jelas Juru Bicara KOMNAS TPNPB Tuan Sebby Sambom.

 

Admin/KM

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait