TPNPB-OPM Serang Freeport, 3 Unit Trailer Jadi Sasaran di Mile 60

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisai Papua Merdeka atau TPNPB-OPM.

 

 TIMIKA, KABARMAPEGAA.com—Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka ( TPNPB-OPM) kembali seran PT. Freeport Indonesia, tepatnya di Mile 60, Tembagapura, Mimika, Papua. Dalam serangan itu, TPNPB-OPM klaim telah berhasil menembaki 3 Unit  Kendaraan Trailer  milik PT.FI.

 

Serangan tersebut dilakukan oleh pihak TPNPB tepat pada hari Jumat, (24/04/2020), Pukul 09:30, pagi Waktu Papua (Wp) dibawah Pimpinan Kelambua Waker.  Kelambua Waker adalah pimpinan  TPNPB Kodap 33 Beoga, Kabupaten Puncak Papua.

 

Dalam laporan tertulis, Kelambua Waker membenarkan kejadian ini. Kata dia, pihaknnya telah berhasil serang PTFI.

 

Sementara itu, Komandan Operasi Umum Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat,  Mayjen Lekagak Telenggen mengatakan pimpinan TPNPB-OPM bertanggungjawab atas serangan tersebut.

 

“Tujuan TPNPB-OPM yang selalu lakukan serangan di areal Freeport di Tembagapura   sangat jelas, yaitu PT.Freeport Indonesia, milik Amerika Serikat ini segera berhenti operasi dan tutup sampai Papua Merdeka Penuh dari tanggan Pemerintah Kolonial Republik Indonesia,” kata Lekagak Telenggen.

 

Dikatakan Lekagak Telenggen, pihaknya telah menawarkan kepada Indonesia, sesuai dengan permintaan sekjen PBB bahwa perang harus berhenti untuk sementara dan seluruh dunia harus fokus perang virus corona. “Tetapi Pimpinan Militer Indonesia tidak mau dengar jadi kami tetap serang Pasukan Keamanan Indonesia di Areal Freeport,” katanya.

 

Pihaknya juga mengaku  menembak 3 unit Trailer milik PT.FI  karena di duga digunakan oleh Pasukan Keamanan Indonesia.

 

“Jadi target kami sangat jelas. Dan saya sudah instruksikan  bahwa Perang TPNPB di areal Freeport Indonesia tidak akan berhenti  selama perusahaan Emas Freeport Milik Amerika di Tembagapura masih beroperasi, juga perang akan berhenti setelah Papua Merdeka Penuh dari Negara Pemerintah Kolonial Republik Indonesia,” katanya.

 

Selanjutnya, selaku Komandan Operasi umum TPNPB se-Tanah, beri  peringatakan kepada manajeman dan karyawan PTFI untuk meninggalkan area PT.FI.

 

“Mulai hari ini Tanggal 24 April 2020 Karyawan Freeport  Asal Suku Papua yang terutama Suku Ndugama, Suku Lani, Suku Damal, Suku Amungme, Suku Mee segera tinggalkan Areal Freeport di Tembagapura dan harus pulang Jalan kaki dari Tembagapura ke Timika,” jelasnya dalam pernyataan tertulis.

 

TPNPB juga memintah  kepada pemerintah  Amerika  Serikat  agar segera  hentikan  operasi    PT.  Freeport Indonesia di saat dunia di landa pandemic Covid-19.

 

“Pemerintah Indonesia segera bertanggungjawab atas Operasi Militer di Papua termasuk di Tembagapura, yang mana telah dan sedang dilakukan oleh  Pasukan  Keamanan  Indonesia,” pintannya.

 

TPNPB di bawah Pimpinan Lekagak Telengen juga mengakatan Pasukan Keamanan Indonesia dengan brutal membantai atau membunuh masyrakat sipil  di Weilayah  Timika, Tembagapura, Intan jaya, Puncak Papua, Ndugama dan Pegunungan Bintang.

 

“Kami juga mendesak kepada Sekjen PBB agar segera memberikan sangsi   kepada   Pemerintah   Indonesia,   karena   Indonesia   melanggar Instruksi Sekjen PBB tentang larangan Perang pada saat Covid-19,” katanya.

 

Kemudian, Jubir KOMNAS TPNPB-OPM Tuan Sebby Sambom Perang Pembebasan Nasional oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat akan dilakukan di seluruh territory Papua Barat.

 

“Perang Pembebasan Nasional oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat akan dilakukan di seluruh territory Papua Barat, dan Perang akan berhenti setelah Papua Merdeka Penuh dari Pendudukan Ilegal  Militer Indonesia di atas tanah leluhur bangsa Papua,” bebernya kepada awak media via pesan eletronik.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

#PT. Freeport Indonesia

Baca Juga, Artikel Terkait