TPNPB Klaim bertanggungjawab Atas Tembak Matinya  Anggota Brimob di Tembagapura

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

29 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Tentara Pembebasan Papua Barat (TNPB). Ist

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Komandan Operasi TPNPB Wilayah Tembagapura Gusby Waker dan Pasukannya Klaim bertanggungjawab atas tembak mati seorang anggota Brimob Indonesia.

 

Hal itu dikatakan pihak OPM melalui Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom, kepada media ini via pesan eletronik, Sabtu, (29/2).

 

Pihak TPNPB mengaku perang Pembebasan Nasional oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat akan dilakukan di seluruh territory Papua  Barat, dan Perang akan berhenti setelah Papua Merdeka Penuh dari Pendudukan Ilegal Militer Indonesia di atas tanah leluhur bangsa Papua.

 

“Manajajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah Terima laporan resmi yang dilaporkan oleh PIS Tembagapura bahwa Pasukan Tantara Pembebasan Nasional Papua Barat dibawah Pimpinan Komandan Operasi, Komando Daerah Pertahanan 8 yang bermarkas di Kemabu Intan Jaya yaitu “Gusby Waker,” telah berhasil tembak Mati seorang anggota Polisi Indonesia di Kampung Arowanop, District Tembagapura- Papua pada tanggal 29 Februari 2020,” katanya.

 

Sebelum Penembakan dilakukan, pihaknya juga mengaku sudah siap untuk lakukan aksi Penyerangan terhadap Pasukan Keamanan Indonesia yang merupakan kelompok Perampok, yang datang ke Papua untuk mencuri hasil kekayaan Bangsa Papua.

 

“Berdasarkan laporan ini, maka manajemen Komando Markas Pusat, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dibawah Pimpinan General Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Umum Major General Lekagak Telenggen bertanggungjawab penuh secara structure Komando Nasional, Tenatar Pembebasan Nasional Papua Barat.”

 

“ Perlu diketahui Oleh public secara Nasional dan Internasional bahwa target Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat adalah Perang di areal Tambang Emas Freeport Indonesia di Tembagapura, dan oleh Karena itu pasukan Keamanan Indonesia yang merupakan Pasukan Perampok dan Pencuri silakan datang, dan Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat siap Tembak lebih Banyak lagi,” papar dalam pernyataan tertulis.

 

Mereka menegaskan, Pasukan Tantara Pembebasan Nasional Papua Barat percaya kepada alam Nemangkawi, dan mereka percaya Kepada Tuhan bangsa Papua. “Jadi Kami percaya bahwa Pasukan TPNPB-OPM akan bunuh lebih banyak lagi Pasukan Perampok atau Pencuri, yaitu Pasukan Keamanan Indonesia,” katanya.

 

Dalam pernyataan tertulis itu, pihaknya juga ingatkan kepada Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. “Minggu lalu beliau mengatakan bahwa Polisi Indonesia siap Tangkap Piminan dan Pasukan TPNPB di Tembagapura-Papua, oleh karena itu Kami akan tantang anda,” katanya lagi.

 

Sementara itu, Jubir TPNPB, Sebby Sambom mengatakan, artinya bahwa apakah Pasukan Keamanan Indonesia akan bunuh Kami Banyak? Ataukah Kami yang akan bunuh Pasukan Pencuri Indonnesia yang banyak? Akan kami lihat nanti di medan Perang.

 

“Kami juga sampaiakn kepada public secara Nasional dan Internasional bahwa mulai hari ini, tanggal 29 Februari tahun 2020 Kami Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat memberikan label kepada Pasukan Kemanan Indonesia yang datang lawan Tuan Tanah Orang Asli Papua adalah “Pasukan Perampok dan Kriminal Indonesia” kata sebby.

 

Oleh karena itu, lanjut Sebby, sekali lagi Kami sampaikan bahwa anggota Tentara dan Polisi Indonesia yang datang ke Papua dan Perang dengan Pasukan Tentara Pembeasan Nasional Papua Barat adalah “Pasukan Perampok dan Pencuri atau yang merupakan orang-orang kriminal, maka secara Hukum Adat dan Hukum alam, Pasukan Perampok dan Pencuri tidak akan menang dalam Perang dengan Pasukan TPNPB.

 

Sementara itu, Satgas Brimob dilaporkan terlibat kontak tembak dengan TPNPB di Jipabera, perkampungan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat, (28/2).

 

“Kontak tembak tersebut dilaporkan mengakibatkan seorang anggota Brimob Bharada Doni Priyanto gugur tertembak di bagian dada,” papar Seputar Papua, Edisi, Sabtu (28/2).

 

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata kepada SeputarPapua.com di sela-sela kegiatan launching Mimika Tertib Lalu Lintas (MTL) membenarkan kejadian tersebut.

 

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, jenazah korban akan dievakuasi ke Timika, Sabtu (29/2).

 

Admin/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait