TPNPB Serang Koramil Jila, Satu Anggota TNI Tewas

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
JENASAH | Jenasah Sertu La Ongge hendak dimasukkan ke dalam mobil jenasah. (Foto: Muji/SP)

 

JILA, KABARMAPEGAA.com--Pos KORAMI Distrik Jila  diserang oleh pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organiasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dibawa pimpinan Egianus Kogeya. Dalam serangan tersebut menewaskan satu prajurit  TNI, Senin, (9/3).

 

“Dalam hal penyerangan ini, Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat,  Panglima Tinggi Gen. Goliath Naaman Tabuni dan Komandan Operasi Mayor Jenderal Lekagak Telenggen bertanggungjawa atas peristiwa Penyerangan ini,” paparnya dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini.

 

Pihaknya juga mengatakan, tujuan dari serang-erang yang dilakukan oleh TPNPB  untuk memperoleh Kemerdekaan Papua. “Akn berlanjut sempai Papua harus Merdeka Penuh dan berdaulat sebagai bangsa bangsa-bangsa lain di muka Bumi,” paparnya tegas.

 

Menurut laporan yang diterima, penyerangan tersebut telah dilakukan oleh TPNPB dibawah Pimpinan Brigadier General Egianus Kogeya, setelah Egianus Kogeya dan pasukannya tiba di Distrik Jila setelah melakukan perjalanan Panjang dari Ndugama menuju Tembagapura.

 

“Brigadier General Egianus Kogeya dan Pasukannya ke Tembagapura    untuk bergabung dengan semua Pasukan TPNPB dari 33 KODAP yang sudah ambil posisi duluan di Tembagapura,” katanya.

 

Untuk itu, pihak TPNPB juga mengaku telah siap dan pasukannua lengkap guna serang di areal perusahaan Freeport di Tembagapura-Papua.

 

Berkaitan   dengan   penyerangan   dan   Penembakan   ini,   maka   Pemerintah Indonesia melalui TNI/POLRI telah mengakuinya. Berikut pengakuan dari pihak Militer Indonesia, “Satu anggota TNI AD   Sertu La Ongge meninggal dunia terkena tembakan oleh Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat,   Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) saat menyerang pos Koramil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada hari Senin tanggal 9 Maret 2020 sekitar pukul  05.00 Waktu Papua.”

 

Sementara itu, Sebby Sambom ketika dikonfrmasi, pihaknya telah  terima laporan  dari  PIS pada hari Senin Tanggal 9 Maret 2020 tentang situasi di Wilayah Tembagapura.

 

“Post Pasukan kemanan Indonesia di Banti 1 dan Banti 2 di sudah dikurung oleh Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat gabungan dari 33 KODAP. Jembatan  penghubung  dari  Tembagapura  ke  Kampung-Kampung  ini  telah dihancurkan  oleh  Pasukan TPNPB,  dan Pasukan  TPNPB sedang siaga  untuk menjaga keluar masuknya Pasukan Keamanan Indonesia,” katanya.

 

Kata Sebby, menurut laporan PIS bahwa makanan mereka (TNI/POLRI) sudah mulai habis, dan tiga hari Helikopter Putar-putar di udara tapi ditembak terus oleh Pasukan TPNPB, sehingga Helikopter kembali Ke Timika. Atau pun Mobil yang mau angkut Makanan dijaga Oleh Pasukan TPNPB. Helikopter yang mau suplay makanan bagi anggota TNI/POLRi ditembaki Pasukan TPNPB.

 

“Menurut PIS bahwa melihat kondisi ini, maka Pasukan Keamanan Indonesia melakukan serangan-serangan Basoka dan dan Granat di Wilayah Perkampungan, Mamun Pasukan TPNPB tidak lari.Dalam hal ini, Pasukan TPNPB tetap bertahan dan terus melakukan perlawanan dengan Pasukan Keamanan Indonesia, dengan Princip bahwa TPNPB akan many dan lawan Pasukan Penduri Indonesia bersama Tuhan & alam,” katanya.

 

Yang Pimpin Penyerangan di KORAMI Jila, Kata Sebby,  Panglima Kodap III Ndugama, Brigadier General Egianus Kogeya dengan semua Pasukan TPNPB Gabungan.

 

“Jadi kami mau sampaikan kepada publik bahwa, perang Pembebasan Nasional oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat akan dilakukan di seluruh territory Papua Barat,   dan   Perang   akan   berhenti   setelah   Papua   Merdeka   Penuh   dari Pendudukan Ilegal  Militer Indonesia di atas tanah leluhur bangsa Papua,” jelas Sebby ketika konfrimasi kabarmapegaa.com.

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait