TPNPB: Telah Menembak Gabungan Aparat, Kodam XVII Cenderawasih: Belum Bisa Berikan Kronologi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

4 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
TPNPB derah Pertahanan III TPNPB Ndugama dibawa pimpinan Bridgen Egianus Kogeya (Doc.TPNPB/IST)

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com—Di beberapa negara Bendera Bintang Kejora yang diyakini rakyat Papua sebagai bedera kebangsaan berkibar. Pengibaraan bendera itu dilaksanakan dalam rangka peringanti 58 tahun Peringatan hari manifesto politik bangsa West Papua, 1 Desember. Sementara di Nduga, (29/11) terjadi  baku tembak antara Tentara Pembebasan Papua Barat –Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) vs Gabungan Aparat Indonesia.

 

Menurut laporan yang sampaikan Jubir TPNPB-OPM, Tuan Sebby Sambom, via pesan eletronik, pihaknya (TPNPB-OPM)  mengaku telah menewasakan satu anggota TNI dan dua lainnya mengalami luka-luka.

 

“Pada hari Minggu 1 Desember 2019, management Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah mengeluarka siaran perss berdasarkan laporan dari Panglima Komando derah Pertahanan III TPNPB Ndugama Bridgen Egianus Kogeya, yang telah  di  Terima  Manajemen  Markas  Pusat  TPNPB-OPM  pada  Tanggal  30 November 2019,” paparnya dalam siaran pers.

 

Dalam siaran pers itu juga TPNPB-OPM mengeluarkan bantahan tentang tertembaknya dua anggota TPNPB-OPM di Mugi, Ndugama Papua, sebagaimana telah diberitakan melalui media social.

 

“Dalam hal  ini, Panglima  Komando Daerah Pertahanan III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya bantah Pernyataan Militer Indonesia yang mengatakan bahwa TNI berhasil tembak Mati dua anggota TPNPB-OPM,” katanya.

 

Menurut Sebby hal tersebut tidak benar, justru sebaliknya TPNPB-OPM brehasil temabak Mati 1 anggota TNI dan dua lainnya mengalami luka tembak di bagian lengan.

 

“Jadi apa yang diberitakan oleh media-media Indonesia bahwa TNI berhasil tembak Mati dua anggota TPNPB-OPM di Mugi pada Tanggal 29 November 2019 itu benar-benar penipuan public dan sangat memaluhkan,” bebernya.

 

“Oleh karena itu Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM juga lampirkan laporan resmi Panglima TPNPB KODAP III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya, yang telah dikirim ke Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM dibawah ini. Silakan simak….!!!!”

 

Laporan Egianus Kogoya:

Hari Jumat tanggal, 29 November 2019 Baku tembak avatar Militer Indonesia dan Pasukan TPNPB-OPM telah dilakukan di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga dari pukul 5 pagi sampai pukul 6 sore.

 

Lokasi perang, di lapangan terbang Mugi, distrik derakma, Kabupaten Nduga, Papua.

 

Korban:

  1. Satu Anggota Militer Indonesia tewas ditembak Oleh Pasukan TPNPB- OPM;
  2. Dua anggota Militer Indonesia mengalami luka tembak di bagian tangan Kanan dan luka great;
  3. Untuk sementara pihak TPNPB-OPM belum ada yang kena tembak atau korban, dan pasukan TPNPB-OPM terkendali juga Aman.

 

Egianus membatah Pernyataan TNI  yang lebih dulu di mediasi di beberaa media nasional. Menurutnya hal itu adalah penipuan publik dan HOAX.

 

Kemudian, Komandan operasi TPNPB-OPM Ndugama Pemne Kogeya melaporkan juga bahwaPanglima TPNPB KODAP III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya bersama pasukannya telah mengibarkan Bendera Nasional Bangsa Papua yaitu Bintang Fajar di Distrik Derakma, Kabupaten Nduga pada pukul 7:00 waktu Papua Barat.

 

“Demikian laporan langsung dari Ndugama, Papua melalui Kurir TPNPB-OPM. Dan diteruskan kepada semua journalis di seluruh Dunia dan juga disampaikan kepada pekerja HAM di seluruh dunia,” jelas Jubir KOMNAS TPNPB-OPM Tuan Sebby Sambom.

 

Laporan Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih

 

Terkait kontak senjata di Nduga, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto membenarkan informasi adanya kontak tembak antara anggota TNI dan pihak yang belum dikenali di Nduga Papua pada Jumat (29/11/2019).

 

Meski begitu, Eko kepada media mengatakan pihaknya belum bisa menjelaskan secara lengkap kronologi peristiwa tersebut dan pihak mana yang melakukan kontak tembak tersebut.

 

Hal itu menurutnya, karena saat ini pihaknya tengah mengumpulkan informasi di lapangan terkait hal tersebut.

 

"Info kontak tembak benar (bukan penyerangan), kronologis secara lengkap dan benar sedang didalami di lapangan," kata Eko ketika dikonfirmasi Tribunnews.com pada Jumat (29/11/2019) malam.

 

Pihaknya juga mengaku telah mengetahui keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

 

Eko kepada Tribun menjelaskan, pekan lalu, kelompok Egianus diketahui berada di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, untuk menghadiri acara kedukaan.

 

“Setelahnya aparat terus memantau pergerakan kelompok tersebut untuk mempersempit ruang gerak mereka,” katanya kepada awak media Tribun.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

 

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait