Tujuh  Tapol Rasisme Kaltim membutuhkan Suara Pemerintah Provinsi Papua

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Tujuh tapol Papua di Balikpapan foto bersama perwakilan MRP didampingi para pengacara hukum – Jubi/IST

 

TIMIKA,KABARMAPEGAA.com-- Bantuan virus Corona menggalir kemana-kemana. Dimana bantuan untuk tujuh tahanan politik Rasisme di Kalimantan Timur. Korban tujuh Tahanan Rasisme di Kalimantan Timur mereka masih membutuhkan suara anda pemerintah provinsi Papua, DPRP dan MRP ganasnya Covid-19 ini sangat jago.

 

"Peluruhnya mematikan membuat semua orang berdiam dirumah masing-masing karena takut, demikian 5.665 para koruptor dibebaskan tanpa syarat," kata Aktivis Papua Anton Gobai, kepada Kabarmapegaa di Jakarta, Kamis (9/4/2020)

 

Kata dia, mereka yang tahanan rasisme ini seperti yatim piatu, mereka seperti janda jalan, sampai sekarang belum dibebaskan sebenarnya mereka pejuang kami, mereka pembela hak bangsa Melanesia berkulit hitam.

 

“Bantuan dimusim ini mengalir dari manapun dan kemanapun kecuali tahanan rasisme kami, di negara Indonesia sangat murah hukumnya. Para koruptor dibebaskan sedangkan para aktivis pro rakyat masih ditahan maka hukum Indonesia sangat murah harganya dan hukum yang berlaku hanya hukum mafia di negara ini,”ujarnya.

 

Sekali lagi,  kata Dia, pihak berwenang Papua mohon bebaskan mereka, ini covid-19 ganasnya tidak membedakan ras, agama dan golongan.

 

“Mereka tidak membutuhkan bantuan bama dan lainnya, mereka sangat membutuhkan suara pemerintah untuk dibebaskan dari rutan balik papan mencegah penyebaran Covid-19,” bebernya mengakhiri.

 

Pewrarta: 09/PO/KM

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Politik

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait