Tunda Persidangan Dan Nasib Kesehatan Tujuh Tapol Rasisme di Balik Papan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

11 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Foto bersama Tujuh Tapol Rasisme dan Kuasa Hukum Usai mengikuti sidang di PN Balik Papan. (Foto: Dok KM)


Oleh : Wone Wenda


Virus Covid-19 mulai muncul di akhir tahun 2019 di wilayah Asia, Tepatnya di Wuhan, Kota Hongkong, China. Virus tersebut dikalaim berasal dari hewan Kelelawar. 


Covid 19 itu mulai merajalelah di berbagai Negara Eropa dan Asia kecil terutama di China. Di bulan Maret 2020, Pemerintah Republik Indonesia mulai gram dengan tersebarnya Virus Covid 19 yang akan membahayakan masyarakat Indonesia.


Kini, Pemerintah Indonesia telah mengumumkan libur Nasional bahkan  dunia selama 14 hari atau dua minggu kedepan. Betujuan mengantisipasi penyebaran virus yang mencekam kehidupan manusia hingga mengakibatkan fatal atau kematian bagi manusia.


Sekolah, Kantor, tempat keramaian dan lain sebagainya dilibutkan. Dihimbau untuk bekerja di rumah sambil menunggu kabat virua Covid 19 itu.


Kesempatan itu juga bagi tujuh Tahanan Politik Rasis yang sedang menjalani proses penahanan dan  proses persidangan di Pengadilan Negeri Balik Papan. Bagaimana dengan nasib mereka, ketika terjadi apa-apa terhadap tujuh Tapol Rasisme.


kita ketahui bersama bahwa Virus Covid 19 saat Ini menjadi virus yang dapat diantisipasi oleh seluruh manusia di Muka Bumi, karena penularan Virus Ini sangat cepat. Cara tertular pun beda dengan Penyakit lainnya. Virus ini menular lewat udara, sentuhan badan, dan lewat uang kertas bahkan anehnya bisa tertular lewat Pakaian, kain, besi, dan lainnya.


Dengan melihat dinamikan yang sedang terjadi ini, maka muncul pertanyaan Bagaimana Dengan Nasib Kesehatan Bagi 7 Tapol Papua Di Balikpapan Kalimantan Timur. Jika Terjadi apa-apa dengan Kesehatan mereka, Siapa yang bertanggung jawab atas mereka.


Sementara, sidang lanjutan  tanggal 16 Maret 2020, Majelis Hakim mengambil Keputusan Bahwa Sidang ditunda selama 2 Minggu (14 Hari). Akan di lanjutkan pada tanggal 30 dan 31 Maret 2020. Sidang dilanjutkan ketika Virus Ini Sudah Mulai Hilang. Jika Virus Corona Masih terus berkembang, maka, sidang kemungkinan besar akan ditunda satu Bulan bhkan bisa satu tahun. Karena virus tersebut belum tentu akan diatasi dalam dua minggu.


Dinamika itu juga membuat kekhahtiwan bagi semua pihak, maka Presiden RI Jokowi, Mahkamah Agung RI, Kejaksaan Tinggi Papua, Pengadilan Negeri Balikpapan, Gubernur Papua, Kapolda Papua, MRP Papua dam DPRP Papua, perlu bertanggungjawab, apabila kesehatan mereka terganggu dengan Virus Corona di Balik Papan.


Sebagai kesimpulan dan tidak memunculkan gram terhadap tujuh Tapol Papua, maka alangkah baik pulangkan 7 Tapol Papua Rasisme  ke Jayapura dan jalani sidang di Jayapura, agar persidangan bisa berjalan dengan lancar, Aman, dan Tertib. Karena jika di Balikpapan akan banyak hambatan dan tunda karena Virus Corona yang belum pasti kapan berakhirnya. Lebih baik antisipasi dari pada terjadi apa-apa kepada 7 Tapol Rasisme Papua  di Balikpapan.


Sebagai rekomendasi, apabila 7 Tapol Rasisme  ini terjadi apa-apa, maka seluruh Masyarakat, Pemuda Dan Mahasiswa Papua akan demo Besar-besaran di Seluruh Tanah Papua, akan melumpuhkan Papua  dan Meminta Kedaulatan di kembalikan Kepada Rakyat Papua Atau Referendum.

 

Mahasiswa Papua yang kuliah di Jayapura.

   

#MRP

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait