Untuk Henny Lanny, Peluklah Bintang Pembebas di Alam Sana

Cinque Terre
Alexander Gobai

1 Tahun yang lalu
PUISI

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Untuk Henny Lanny, Peluklah Bintang Pembebas di Alam Sana

Oleh, Rudhy Pravda

 

Aku dedikasikan tulisan ini untuk Comerade Henny Lanny yang telah mendahului kita. Tenanglah kau di alam sana, sayang!

 

1 –

Aku bahagia saat berjabat tangan dengan hidup!

Hati kau tersakiti

Sudah kau belajar mengorbankan hati yang bersinar itu

Namun, ada yang menutupinya dengan kegelapan, mematikan lakon jejak langkah kau

Pancaran sinaran hatimu member kasih sayang sesama manusia

Kau mala tersakiti akibat di cegah

 

2 –

Hidup kau memberi jernihan air penolong kehausan!

Pengetahuan kau berikan untuk saling berbaik hati: juga turut membahagiakan

Mala kau di sakiti,  hatikau, dan semua yang sudah kau susah-payah membangunnya dengan penuh menyayat jiwa-ragawi, karena martabat manusia bahagia

 

Sendu, hati kau sudah tersakiti, padahal kau punya karya yang begitu suci dari luapan kata hati yang tulus

Sedangada yang coba membakarnya dengan api kedengkian dan kemurkaan

 

3 –

Jemari kau mencetak banyak karya di tempat kau bersukacita mengabdi!

Mengorbankan segala ketulusan, yang diselimuti pengorbanan; bahkan beban orang tua, (patuah-patuah pejuang bangsa West-Papua yang takzim sembari mengukir jalan kemerdekaan), dan sudahi kau berikan ditempat mana kau memilih (pengetahuan yang berbakti sembarirengsa)

 

Sekarang sekujur tubuh kau, tersungkur dipojokan kamar sempit

Dan gilarannya banyak juga hati teman-teman kau ikut tersiksa

Mengalir kesedihan tak terhingga membuncah terpingkal-pingkal

 

Dedaunan kering sekali di tiup angin kencang berhamburan di jalanan kesunyian

Remuk hidup kau, dan teman-teman kau, berdiri tegak diatas panji kemanusiaan, sebab hati dan pikiran yang mulia

 

4 –

Sekarang tinggal kenangan: banyak catatan kau limpahkan di laci tempat kau mengabdi

Karena itu kau dan teman-teman kau butuh kasih saying dari sebagian kami

Dari keluhuran hati yang bergumam meniti berat perkasa ibu demokrasi

Agar kau dan teman-teman kau, dan kami juga tak harus di sakitihatinya

 

Kau, aku, dan semua yang berjabat dengan hidup

Berkehendak berbenah tanpa sejumput pun diam kepasifan

Menguncur kejujuran dalam hidup yang tak ada kebahagiaan sepenuhnya

 

Lakonilah, sebab dari ilmu pengetahuan yang kita miliki; tak harus membuat hidup menjadi remuk, sendu, tapi bergelembung membahagiakan aku, kau, dan semua bintang gemintang di ujung jalan mengerubung membebaskan!

 

[Rudhy Pravda, Jakarta, 17 April 2018]

                 

Catatan Untuk Henny Lanny

 

“Buat kau, aku, dan semua bintang-gemintang bangsa West Papua; dalam berjuang berdesakan membebaskan, takzim perlawananmu, hingga menjadi bara api bangsa West Papua, dan kau [Henny Lanny] telah berjuang melawan dengan gagah dan berani segala penindasan, pembunuhan, pemenjaraan, perampokan, pengrusakan, pemusnahan, pemerkosaan, secara sistematis dan terstruktur penuh hikmat kesungguhan, tugas mulia, ulet, penuh dedikasi, berani, tangguh menjalankan kedisplinan hendak merdeka bangsamu. Di hadapan kolonialisme, imperialisme, militerisme, kau hadir sebagai manusia yang memilih di antara minoritas tersisa "merdeka" hingga pergi dengan penuh harapan dan pula bahagia.”

Baca Juga, Artikel Terkait