Usaha Non Papua Maju, Arnoldus Douw: Generasi Milenial Papua Harus Berbisnis 

Cinque Terre
Ancelmus Gobai

13 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
"Melayani dengan hati"
Usai Materi, Bertempat asrama Yamewa Deiyai Yogyakarta. Jumat (07/1/2021). Foto: Elkam/Kamuu.

 

 

Yogyakarta, KABARMAPEGAA.com—Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogyai Deiyai kota studi Yogyakarta dan Solo gelar diskusi dengan tema “Pentingnya Peran Generasi milenial Papua di Wilayah Adat Meepago Dalam Dunia Bisnis”. Bertempat asrama Yamewa Deiyai Yogyakarta. Jumat (07/1/2021).

 

Materi ini dibawahkan oleh  Arnoldus Douw selaku ketua Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua di kabupaten Dogiyai Papua yang dipandu moderator oleh Yesaya Boma.

 

Ketua Kamar Adat Penguasa (KAP) di kabupaten Dogiyai Ardoldus Douw mengatakan, papua umumnya dan khususnya di wilayah adat Meepago (kab Nabire Paniai Dogiyai Deiya Timika Dan Intan Jaya) telah dikuasai orang non papua (pendatang) dalam dunia usaha dan bisnis kami orang papua hitung jari.

 

Mereka (non papua) mempunyai organisasi dan ikatan ikatan yang kuat seperti JASUMA (Jawa Sumatera Madura), FLOMAMORA yang merupakan pulau pulau Kecil dan besar di NTT (Flores  Mengarai Sumba Timor dan Alor), IKT (Ikatan Toraya), IKB (Ikatan Batak), Cina dll.

 

Dalam dunia usaha dan bisnis maupun politik  organisasi dan ikatan ikatan diatas ini selalu bersatu dan saling mendorong satu dengan lainnya.  Mereka selalu membangun jaringan dengan pemimpin pemimpin daerah seperti bupati DPR dan kepala dinas dan lainnya.

 

Di wilayah adat Meepago semua rata rata orang pendatang punya usaha dan bisnis dari kecil sampai besar. Kami orang papua hanya sedikit, bisa hitung jari.

 

Pemimpin papua lebih banyak mereka percayakan kepada orang non papua dalam usaha dan bisnisnya. Kalau orang papua mereka ragu bahkan tidak percaya.

 

Usaha dan bisnis orang non papua sangat maju dan berkembang sampai menguasai wilayah Meepago dan papua. Kami orang papua banyak yang diam dan duduk manis.

 

Kami Kamar Adat Pengusaha  (KAP) papua hadir untuk mendorong/mendukung untuk melahirkan penguasa penguasa muda papua. Pembisnis muda papua untuk mampu berdiri sendiri diatas tanah sendiri.

 

Tujuan KAP untuk berpihak kepada orang asli papua (OAP). Bagaimana orang papua menjadi pengusaha diatas tanahnya sendiri.

 

Misalkan di KAP kab Dogiyai kami telah melakukan banyak kegiatan terhadap orang papua dalam dunia bisnis dan usaha. Sekitar 100 an orang lebih asli Dogiyai mempunya CV PT sendiri.  Ada mahasiswa dan pemuda yang membuka usaha bengkel, tempat cetak baleho, pemeliarahan ternak dan lainya.

 

Kami bekerja berpihak kepada orang papua dan rencana kami orang Dogiyai menjadi tuan diatas tanah sendiri adalah harapan kami.

 

Kami juga sedang mengurus masalah ojek motor roda dua. Kami sudah bekerja 90%. Sedikit lagi kami tetapkan.

 

Kami merasa senang kepada anak muda papua yang buka usaha secara mandiri, biar usahanya kecil ada harapan menjadi tuan diatas tanah sendiri, bola jalan.

 

Kamar Adat Pengusaha (KAP) papua bukan kab Dogiyai saja tetapi semua kab sudah ada. Joni Wamu Haluk berpikir bijak untuk menghadirkan wadah ini untuk orang papua menjadi pengusaha diatas tanahnya sendiri.

 

Wadah ini hadir tidak terlepas dari undang undang 21 tentang otonomi khusus. Wadah ini berpihak kepada orang papua. Kerja kerjanya dari Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Adat Papua (DAP), Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua berpihak kepada orang papua.

 

Selain itu, anak generasi milenial  di papua mereka sudah membuka ikatan dan orgnisasi seperti komunitas photografi pimpinan, KOSAPA tentang sastra papua, GMP (Gerekan papua mengajar), APAP (Asosiasi Pedangan Asli Papua), wartawan tentang menulis, AMA (ASOSIASI Masyarakat Adat) dan lain lain untuk bisa bergabung. Karena kerja kerja mereka kepada orang papua. Nanti teman teman bisa bergabung disana dan kalau teman teman punya ide bagus buat saja.

 

Mengapa karena, ikatan ikatan dari non papua seperti JASUMA, FLOMAMORA, IKT, IKB dan lainnya punya kekuatan besar untuk menguasai Meepago. Sekarang rata rata mereka sudah kuasai. Nantinya mereka menjadi tuan diatas tanah kita orang papua. Nantinya kita pemilik tanah menjadi penonton setia.

 

Semua sektor mereka sudah kuasai, toki dada untuk mematakan mereka sangat susah. Tidak cukup hanya sebut sebagai saya orang papua. ini saya punya tanah, ini dulu tete yang turunkan bapa yang turunkan. Kalau segi bisnis bagian ini tidak berlaku, sebagai pemilik tanah dan seterusnya bisa.

 

Sekarang dan selanjutnya bagi milenial anak muda papua untuk menyelesaikan studi adalah sesuatu yang wajib. Kewajiban kita datang. tapi tidak menutup kemungkinan untuk menyiapkan diri menghadapi hal hal yang ada di lapangan.

 

Jadi sekarang siapa invester yang bisa dekat, bakal calon siapa untuk semua sektor satu kali untuk merubah kebijakan, siapa? Dan sekarang siapa yang masuk di posisi itu.

 

Korban korban dari itu banyak kaka kaka yang telah selesai. Buang ijazah dan duduk manis. Rokok ada to, kebun ada to, petatas ada to. Ini adalah bahasa bahasa terakhir dari proses panjang yang ia berjuang.

 

Saat ini perjuangan kita masih individual (sendiri sendiri). Kalau yang ikatan ikatan yang saya sebut diatas ini 50 orang yang membutuhkan kepala dinas, 10 orang yang membutuhkan bendahara, 3 orang yang membutuhkan sekertaris, 20 orang yang membutuhkan tukang, 3 kontraktor, 1 orang sopirnya bupati.

 

Mereka mereka ini satu tujuan. Tanpa suara tanpa uang, lalu orang papua belum bisa isi posisi itu mereka bisa. Karena mereka bisa mereka atur. Karena mereka atur mereka menjadi tuan diatas tanah kita dan kami (orang papua) tersingkir habis. Bola terus jalan, sadarkan!.

 

Dengan kondisi seperti itu, kami usia usia produktif generasi milenial ini untuk memikirkan bagaimana menjadi tuan diatas negri kita. Karena kita punya hanya tanah papua. Kalau orang Jawa Sumatera Bugis dan lainnya meraka punya tanah ada, mengapa mereka menguasai?.

 

Disana masih banyak kesempatan, jangan kejar PNS saja, coba buka satu usaha. usaha tentang apa saja, misalkan toko buku, kios, pemeliharan ternak, pertanian tentang jagung, sayur dll, perikanan tentang pemeliharaan ikan udaang, lele dll. Bengkel, percetakan, dll.

 

Akhir dari materi berharap mahasiswa milenial Papua ini mampu berpikir kearah usaha dan bisnis. Saya mengucapnyak banyak terima kasih atas kesempatan emas ini di wadah IPMANAPANDODE Yogyakarta Solo untuk mengizinkan membawa materi.

 

Hal ini disampaikan Arnoldus Douw mantan ketua IPMANAPANDODE Jakarta itu di sela sela materi. Jumat (07/8/2022).

 

Koordinator pendidikan IPMANAPANDODE Yogyakarta dan Solo lamek Tebai mengatakan terima kasih banyak atas tertersediaan waktu buat kami anggota IPMANAPANDODE. Materinya sangat luar biasa dan bermanfaat.

 

Akhir diskusi disimpulkan oleh moderator Yesaya Bomo dan ditutup dengan doa penutup oleh Andresa Bunai lalu foto bersama dan sayonara.

 

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait