Usat tuntas Pelaku Penembahkan di Dogiyai, TPM Manokwari Gelar Diskusi

Cinque Terre
Alexander Gobai

1 Tahun yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

MANOKWARI, KABARMAPEGAA.com—Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Patrologi Meuodide (TPM) Manokwari. Kamis (19/4/2018). Dalam diskusi terbuka kontrakan Dogiyai di minta negara  segara mengusut tuntas kasus penembakan Kab Dogiyai.

 

Dalam diskusi menuntut mengusut tuntaskan kasus penembakan di Kabupaten Dogiyai yang mengorbankan  Rudi Auwa dan Geri Goo oleh gabungan aparat republik Indonesia pada 6 April 2016 lalu di Jembatan Kali Mauwa Dogiyai.

 

 

Ketua Tim Patroli Meeuwo di Manokwari, Yunus Kadepa berharap Pimpinan Pemerintah Dogiyai  Yakubus Dumapa mengambil langkah tepat menyelesaikan persoalan yang terjadi.

 

 Kadepa juga memintah Kapolda Papua segera menangkap pelaku dan diadili sesuai hukum.

 

Sementara itu, Sekretaris Tim Patroli Meuwo, Marthen Goo meminta Pemda dan DPRD Dogiyai segera kontrol pelaku penembakan untuk dibawah ke ranah hukum menuju penyelesaian masalah.

 

Kasus di Dogiyai adalah jenis pelanggaran Hak Asasi Manusia sesuai UU No. 39 tahun 1999 dan menurut UU No. 26 Tahun 2000, tambahnya.

 

“UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan  UU No. 26 Tahun 2000 tentang pengadilan Hak Asasi Manusia meliputi kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

Berdasarkan hasil diskusi beberapa pernyataan sikap dibuat oleh mahasiswa yang tergabung dalam Tim Patroli Meeuwodide.  

 

  1. Pemerintah Kabupaten Dogiyai harus serius dalam menangani kasus Penembakan di Kabupaten Dogiyai sesuai jalur hukum.
  2. Kami Mahasiswa Tim Patroli Meeuwo di Manokwari sangat mendukung surat pengaduan yang diajukan oleh Mahasiswa Dogiyai di Yogyakarta dan Solo  ke KOMNAS HAM tersebut.
  3. Kami meminta  kepada Kapolda dan Pangdam Papua agar segera menarik kembali semua aparat republik Indonesia yang bertugas di Kabupaten Dogiyai.
  4. Kami meminta agar Kapolda Papua menangkap Pelaku dan diadili penembak kedua masyarakat sipil di Dogiyai  untuk segera di proses hukum sesuai UU NO. 39 tahun 1993 dan UU No. 26 tahun 2000. 
  5. Kami meminta segera hentikan ekspansi militer secara besar-besaran di Kabupaten Dogiyai. 

 

Dalam diskusi puluhan  mahasiswa yang hadir  menetapkan beberapa poin pernyataan sikap dan diskusi berakhir pada waktunya.

 

 Pewarta : Petrus Yatipai

Baca Juga, Artikel Terkait