Victor Yeimo: Kami Tolak Oknum Orang Papua yang Mengklaim Tokoh Papua

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Juru Bicara (Jubir) Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo. (Doc.Prib.Ist)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Juru Bicara (Jubir) Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo mengatakan Kami tolak oknum orang Papua yang mengklaim diri Tokoh Papua dan tunduk untuk dipakai oleh kekuasaan kolonial di Jakarta saat ini. Bahwa mereka bukan mewakili suara dan perjuangan bangsa Papua.

 

“Mereka kami sebut kaum oportunis yang sedang memanfaatkan perjuangan rakyat Papua demi kepentingan pribadi dan demi penjajah,”  jelasnya dikutip dari  Fan page facebook  miliknya.

 

Tegas Victor  menambahkan: “Kami tolak segala upaya rekayasa Pemerintah Indonesia melalui dialog konstrukif dan tawaran-tawaran kesejahteraan bersama para elit oportunis Papua di Jakarta, yang bertujuan menutupi dan mengalihkan akar konflik dan tuntutan perjuangan rakyat Papua.”

 

“Segenap rakyat Papua diatas tanah Papua, tanpa hasutan dan provokasi, dan dengan sikap sadar dan penuh keyakinan telah menyatakan melalui aksi serentak di seluruh wilayah Papua bahwa kami ingin menentukan nasib politiknya sendiri melalui referendum yang damai, jujur dan demokratis untuk mengakhiri segala bentuk penindasan terhadap harkat dan martabat kami,” katanya.

 

Oleh karena itu, Lanjut Victor, untuk mengawal perjuangan rakyat Papua untuk mengakhiri konflik West Papua dan Indonesia, maka kami seruhkan kepada rakyat West Papua untuk segera siapkan diri menuju Mogok Sipil Nasional (MSN).

 

Sementara itu, belum lama ini, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan kepada  CNN Indonesia mengatakan Papua dan Papua Barat adalah bagian terintegrasi dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Fakta itu final dan tidak bisa dirundingkan lagi, ”kata Luhut dalam keterangan tertulisnya.

 

Namun, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di pulau Jawa  terus menyerukan bahwa Papua dicaplokan kedalam Indonesia demi kepentingan Kaum para elite global  yang adalah  imperialisme, Klonialisme dan Militerme. Sehingga menurut AMP, Papua adalah bagian dari wilayah penjajahan  yang sedang dijalankan oleh Indonesia yang menurut mereka menyebutnya sebagai negara klonial.

 

Aliansi Mahasiswa Papua juga tiap tahun tanpa alpa menyerukan suara perlawanan setiap hari bersejarah. Salah satunya adalah tiap jatuh tempo pada 15 Agustus.  Untuk tahun 2019 AMP  di tiap kota kembali  gelar aksi aksi demonstrasi damai terkait New York Agreement di sejumlah kota seperti Ternate, Ambon, Malang, Surabaya, dan Jayapura pada akhir pekan lalu.

 

Menurut orang Papua Barat pada umumnya serta gerekan pemebasan Papua Barat,  New York Agreement adalah perjanjian ilegal yang dilakukan oleh Indonesia dan Belanda serta Amerika sebagai mediator.  

 

Pada tahun ini, menimbulkan sebuah peristiwa yang melukai hati rakyat Papua saat peringati New York Agreement oleh mahasiswa Papua di Malang  yang direpresif oleh ormas reaksioner. Selanjutnya di Surabaya, oramas dan oknum TNI mengeluarkan ujaran kata-kata rasisme. Selanjutnya menimbulkan protes yang besar-besaran oleh rakyat Papua di Provinsi Papua dan Papua yang hangat dibicarakan saat ini.

 

Untuk mengakiri  tindakan rasisme serta penjajahan lainnya, orang Papua dalam aksinya menyerukan ‘Papua Merdeka’. Dan beberapa Kota di Papua dan Papua barat rakyat mengibarkan Bendera Bintang Kejora yang berakhir dengan hamburan peluru api oleh gabungan aparat TNI/Polri.

 

Semenara  itu, Mahasiswa Papua serta Solidaritas orang Indonesia yang menamakan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, mengibarkan bedera Bintang Kejora di depan Istana dan Semarang. Dan mengatakan berikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratif bagi rakyat Papua.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

 

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Baca Juga, Artikel Terkait