Visi dan Misi Pembangunan SDM Papua Merupakan Spirit Samuel Tabuni

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

4 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Foto: Spanduk lokasi pembangunan universitas Internasional Papua

 

 

Oleh Otis Tabuni,

 

OPINI, KABARMAPEGAA.COM--Catatan ini saya menulis bukan karena penulis Adik dari Kakanda Samuel Tabuni, tetapi saya tahu jiwa dan roh beliau soal Sumber Daya Manusia (SDM) Papua yang berkualitas yang dipersiapkan untuk Papua. Prinsip saya siapapun yang berjiwa membangun Papua, Doa saya pasti untuk mereka dan saya menjiwai mereka siapapun tanpa membedakan ras dan atau asal daerah.

 

Malam ini, 05 Juni 2021 penulis terinspirasi dan bangga dengan melihat sebuah spanduk pembangunan proyek Universitas International Papua yang sedang ditanam di suatu lokasi yang penulis belum mengetahui dimana titik lokasi dimaksud tetapi tepatnya di Jayapura, ibu kota provinsi Papua. Hal ini dilakuakn pada tanggal 05 Juni 2021 sebagai hari awal visi dan misi yang selama ini hanya terbenam di jiwa seorang pemikir SDM Papua mulai dituangkan dalam bentuk aksi nyata.

 

Papan nama proyek pembangunan universitas dimaksud membawah suatu inspirasi bagi penulis sebab sudah lama bermimpi suatu universitas di atas tanah Papua yang memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada generasi muda Papua guna menimba ilmu daripada pergi cari ilmu melalu kampus di luar Papua dan luar negeri. Dengan demikian, ijin penulis memberikan sedikit catatan untuk misi besar ini demi Papua dan masa depan generasi Papua yang cerdas dan meng-global secara kemampuan agar tantangan masa depan dijawab oleh mereka yang dihasilkan melalu system pendidikan yang menggunakan standa Eropa.

 

PLI is Eropan Standar Ade, kita harus membangun kemampuan generasi ini dengan menggunakan system pendidikan yang baik sehingga kemampuan mereka sama dengan anak-anak Eropa dan Amerika, itulah sedikit makna yang penulis petik saat diskusi ringan bersama Kakanda S.T suatu restoran di Jakarta tahun 2019.

 

Papua merupakan pulau paling timur Indonesia yang sering disebut Papua terletal diufuk timur mata hari terbit. Disana pulau yang dipuja s’lalu dan tanah Papua pulau yang indah, pulau yang penuh dengan misteri, keindahan alam yang mempesona, sejuta emas mengalir dan manusia berdatangan dari berbagai penujuru dunia, dengan bermacam-macam kepetingan diatas keindahan alam dan kekayaan sumber daya yang dimiliki bumi Cendrawasih. Cendrawasih burung emas dan Papua surga kecil yang jatuh ke bumi, bangga jadi orang Papua, Indonesia tanpa Papua bukan Indonesia, dan seterusnya berbagai pujian, pujaan dan puisi terus menerus mengalir. Namun rupahnya pemilik negeri ini lupa dirinya untuk megurus dengan konsep dan kemampuan yang Tuhan kasih.

 

 Papua dan Pembangunannya di berbagai bidang, terus diupayakan oleh negara melalui pemerintah, pemerintahan Provinsi dan pemerintahan kabupaten kota se tanah Papua. Percepatan Pembangunan kesejahteraan Masyarakat Papua dan Papua barat merupakan strategis pemerintah pusat hingga pembentukan Desk Khusus dibawah lingkungan kementerian PPN/BAPPENAS RI merupakan cara untuk membangun Papua.

 

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah kenapa  dan mengapa sejak pemberlakuan kebijakan kekhuhusan  dan implementasi melalui kewenanganasimetri berdasarkan UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua, Unit Percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) kebijakan lainnya hinnga terbaru adalah Inpres nomor 9 tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat yang sedang dikerjkan PPN/BAPPENAS RI  melalu Desk Papua bersama tim POKJA Papua dengan langkah master pland, rencana aski dan melakukan proyeksi pembangunan perioritas dan seterusnya guna mewujudkan makna intruksi presiden diimaksud tetapi ANGKA KEMISKINAN PAPUA TERTINGGI DI INDONESIA?

 

Artinya siapa master plandnya, siapa pemikir yang mengkonsepkannya, siapa pemrogramer, siapa eksekutor, siapa yang diperuntuhkan, siapa yang menikmati, siapa yang sejahtera? Orang Papua termiskin di Indonesia dan tak pernah merasakan itu kebahagian yang selama ini diperjuangkan melalu kebijakan atas nama kesejahteraan.  Mungkin kembali pada pernyataan Pdt. Izak Samuel Keijne bahwa “Diatas Batu Ini, Saya Meletakkan Peradaban Orang Papua. Sekalipun Orang Memiliki Kepandaian Tinggi, Akal Budi Dan Marifat, Tetapi Tidak Dapat Memimpin Bangsa Ini. Bangsa Ini Akan Bangkit Dan Memimpin Dirinya Sendiri”. Tulis I.S. Kijne Dalam Batu Peradaban Di Teluk Wondama Wasior 25 Oktober 1925.

 

Di lain sisi, banyak persoalan di Papua yang belum beres dan dibereskan sehingga berdampak pada marginalisasi dan diskriminasi, penguasaan di sector perekonomian, pasar, investor, bisnis, penyedia jasa atau jasa leyanan umum tidak dikendalikan oleh OAP. Justru fakta yang ada saat ini adalah stigma terhadap orang Papua sebagai pemabuk, primitive, bodoh dan seterusnya menghampiri setiap aktvitas sehingga secara motivasi mereka tak berdaya lagi dan ini upaya pembunuhan karakter yang mengarah pada gangguan mental dan sikologi. Dilain sisi, tenaga pekerja di tokoh, mall, service, penyedia jasa seperti Travel, sebagai sopir muatan barang, rental mobil, pengelolah keagenan, reservasi perhotelan, karyawan warnet, rumah makan, foto copy, percetakan, dan seterusnya sangat jarang dapat penulis menemukan anak Papua rambutnya kriting, kulitnya hitam yang menurut UU Otsus disebutkan mereka adalah Orang Asli Papua (OAP) menjadi pelayan kepada masyarakatnya sendiri. justru yang ada suadara-saudara kita dari makasar, jawa, dll. Ini fakta dan bukan merekayasa sehingga disisi lain ini bentuk diskriminasi dan marginalisasi secara sengaja oleh penguasa sector perekonomian dan perdagangan lokal di Papua.

 

Terlepas dari persoalan diatas, kembali ke topik bahwa “Orang Papua Akan Bangkit Memimpin Dirinya Sendiri” yang mana ini menjadi buah bibir ketika bicara pembangunan yang karut marut di tanah Papua. Pesan diatas sesungguhnya disampaikan oleh Pdt. Isak Samuel Kijne sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa “Diatas Batu Ini, Saya Meletakkan Peradaban Orang Papua. Sekalipun Orang Memiliki Kepandaian Tinggi, Akal Budi Dan Marifat, Tetapi Tidak Dapat Memimpin Bangsa Ini. Bangsa Ini Akan Bangkit Dan Memimpin Dirinya Sendiri”. Tulis I.S. Kijne Dalam Batu Peradaban Di Teluk Wondama Wasior 25 Oktober 1925.

 

Tulisan diatas bukan sekedar kata tetapi menjadi misi utama bagi orang Papua dalam berfikir, berbicara dan mengkonsepkan agenda pembangunan Papua jangka pendek, menengah maupun jangka panjang sehingga proses perencanaan hingga pembangunan dan hasilnya murni dari pikiran sendiri. Dapat penulis mengakui bahwa banyak pemimpin yang memaknai pernyataan diatas tetapi ada banyak pemimpin yang hanya menggunakan konsep orang lain.

 

Samuel Tabuni, seorang generasi pemikir, berlian dan cerdas yang memiliki visi dan misi besar untuk pembangunan SDM Papua dengan tujuan suatu saat nanti generasi Papua dapat berperan penting di Papua dan seluruh dunia. Dengan itulah, mimpinya mulai terwujud melalui Yayasan Mega Edukasi Papua dan Papua Language Institute dan kini keinginan pembangunan sebuah universitas mulai terealisasi dengan segala keterbatasan dalam hal pembiayaan dan dukungan material. Menurut penulis, Pendiri Yayasan Mega Edukasi Papua dan direktur PLI ini memiliki hati yang mulia dan kehendak ada suatu legacy untuk Papua sehingga siapapun wajib memberikan mendukung melalui Doa dan dukungan financial.

 

Pendirian IUP meruapakan amanah deklarasi umum PBB tentang HAM pada pasal 26 poin ke (1) Setiap orang berhak memperoleh pendidikan dan poin (2), Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan pribadi yang seluas-luasnya serta untuk mempertebal penghargaan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar. Selanjutnya langkah pembangunan Universitas International di Papua dimaksud merupakan amanah konstitusi guna mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi warga negara.

 

Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. Setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan. Secara system disebutkan pula bahwa pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

 

Tujuan pembangunan IUP merupakan usaha sadar dan terencana yang dilakuakn oleh seorang anak muda (Samuel Tabuni) bersama timnya dibawak kendali Yayasan Mega Edukasi Papua untuk mewujudkan mimpinya dengan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kebudayaan, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Proses pembelajar menggunakan prinsip dan system yang ada di dalam negeri juga akan menggunakan konsep pendidikan negara-negara dengan system pendidikan terbaik dunia seperti Singapura, New Zealand dan Polandia dengan mimpi mewujudkan generasi Papua yang berkampuan global dan mendunia.

 

Bagaimana Dengan Pemerintahan di Papua Soal Pembiayaan Pembangunan?

 

Penulis akan menjawab secara lurus jujur dan terarah soal pertanyaan diatas, bahwa sesungguhnya sejak Papua diatur secara khusus dengan kewenangan Asimetris berdasarkan UU Otsus Papua seharunya telah lama memiliki konsep pembangunan Universitas terbaik dengan standas universitas terbaik di Indonesia dan Asia Pasifik dengan anggaran DAU yang diperuntukan. Tetapi hingga hari ini telah kacau balau hingga DAU Otsus tidak berhasil siapkan sebuah universitas. Selanjutnya, soal pembiayaan penulis merasa pemerintah provinsi Papua dan kabupaten kota wajib mmenutup dosa akan kegagalan dengan menganggarkan dana guna mepercepat proses pendirian universitas hasil konsep anak daerah ini.

 

Diharapkan pemerintah provinsi Papua dan DPRP membahas soal penganggaran upaya siapkan dana melalui sidang APBD sehingga segara wujudkan universitas ini guna membangun SDM di tanah Papua dan juga membuka peluang bagi Mahasiswa luar kota dan mahasiswa asing studi di Papua sambil menikmati alam yang indah itu. Diharpakan Mahasiswa dari Pasifik, Asia, Australia, New Zealand dan Afika Caribean datang studi di Papua melalui program kerja sama yang nanti siapkan.

 

Samuel Tabuni membantu negara dan pemerintah untuk menjawab tantangan SDM hari ini di Papua dan wajib dapat dukungan oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi juga lembaga pendanaan yang tak terikat dengan aturan apapun mendukung pendanaan termasuk PT.Freeport Indonesia dan Yayasan Pendidikan Masyarakat Amungme dan Kamoro guna pendanaan

 

 Nantinya.

Semoga Tulisan ini tidak menyinggung perasaan Bapak Ibu dan para pembaca tetapi memberikan inspirasi dan peluang untuk terlibat dan melibatkan diri dalam aksi Doa, dukungan pendanaan dan kesiapan anak-anak untuk studi IUP.

 

Penulis adalah: Otis Tabuni, Staf non pengawai PPN/BAPPENS RI Desk Papua yang selalu medukung dan menjiwai jiwa pemimpin Papua yang memiliki misi besar upaya membanguan Papua. Jakarta, 06 Juni 2021.

 

#Budaya

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait