Vonis Bebas Tiga Aktivis Mahasiswa Gelar Acara Syukuran

Cinque Terre
Redaksi KM

18 Hari yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Tiga aktivis mahasiswa korban rasis melakukan acara syukuran di amban Manukwari, Papua Barat. Foto: Yecko Gobai/KM

 

MANOKWARI,KABARMAPEGAA.com— Tiga aktivis Mahasiswa yang di tahan di lapas Manokwari akhirnya di bebaskan pada, Selasa 16-17 Juni 2020. Mereka Erik Aliknoe, Yunus Aliknoe dan Pende Mirin.

Ketiga aktivis ditangkap pasca aksi protes ujaran rasisme yang serentak bergejolak di seluruh Tanah Papua pada 19, 27 Agustus dan 3 September 2019 di Manokwari. Mereka korban rasis yang dilontarkan pada 16 Agustus 2019 di Surabaya.

Mereka ditangkap secara tidak terhormat di jalan tanpa surat panggilan penangkapan. Sebelu dan pasal lalu lintas dikenakan 20 tahun dalam penjara tetapi usaha keras perjuangan mendampingi dari pengacara utama LP3BH Manukwari akhirnya ditahan selama 9 bulan di lapas Polda Manukwari, Papua Barat.

Usai bebas, ketiga aktivis mahasiswa yang korban rasis melakukan acara Ibadah bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Allah Bangsa Papua atas penyertaan dan perlindungan selama trali besi hingga di keluarkan dengan kondisi aman.

Acara syukuran pelepasan Ibadah dipandu oleh Ev. Nonit Pahabol, S.Th dengan tema: "selamat datang para aktivis korban rasisme dari penjara kecil ke penjara besar" sub tema: "aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke kanaan. Keluaran, 3:17a".

"Dalam kotbah Novot menekankan supaya seluruh aktivis-aktivis Papua harus berdoa dan puasa agar Tuhan berkenan kepada kita untuk membebaskan bangsa Papua dari Kolonial Indonesia, sebagaimana Musa memimpin bangsa Israel keluar dari cengkeraman Mesir" kata Pahabol.

Usai Acara syukuran tersebut di terlihat hadiri puluhan mahasiswa dan rakyat bangsa Papua, yang berada di amban Manukwari dan sekitarnya berjalan acara dengan kondusif dan terkendali.

Sementara itu, Direktur LP3BH Yan Christian Warnusy, SH sebagai pengacara utama ketiga aktivis mahasiswa dalam persidangan mengungkapkan kita harus membuat sesuatu yang baru kepada rakyat Papua untuk memberikan pemahaman dan kesadaran semua perkembangan yang sedang terjadi di tanah Papua.

"Dalam sepekan yang akan berjalan kami akan mendampingi ketiga aktivis untuk melaporkan kepada pihak akademik Universitas Papua agar mereka akan melanjutkan pendidikan sebagaimana biasanya" kata Yan dalam sambutanya

Dalam kesempatan yang sama, aktivis korban rasis Erik Aliknoe menyampaikan merasa bersyukur kepada Tuhan da terima kasih kepada seluruh rakyat bangsa Papua yang mendukung dalam doa dan bantuan selama trali besi.

"Aktivis korban rasis juga akan berjalan bersama rakyat untuk menyuarakan kebenaran dan semua ketidakadilan yang terjadi diatas tanah Papua dan orang Papua harus sadar bangkit dan lawan klonial, kapitalis dan imperialis" ujar aliknoe (*)

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait